SUGAR BROTHER

SUGAR BROTHER
SEASON II BAB 9


__ADS_3

*Nampaknya usaha Sabrina untuk menutup nutupi tentang putranya sia sia karna Juan sendiri telah mengetahui tentang hal tersebut.


“Kalau kau sebegitu perduli nya kepada mereka kenapa dulu kau meninggalkan mereka?!” kali ini Marvel meninggikan suaranya, ia kesal dengan Juan yang terus saja menyakiti banyak orang hanya demi mencapai keinginannya. “Kalau memang kau benar benar mencintai Sabrina, kenapa kau justru lari dihari pernikahan kalian dan kau malah menikah dengan Kak Helena? Kenapa?!”


***


“Kalau kau sebegitu perduli nya kepada mereka kenapa dulu kau meninggalkan mereka?!” kali ini Marvel meninggikan suaranya, ia kesal dengan Juan yang terus saja menyakiti banyak orang hanya demi mencapai keinginannya. “Kalau memang kau benar benar mencintai Sabrina, kenapa kau justru lari dihari pernikahan kalian dan kau malah menikah dengan Kak Helena? Kenapa?!”


Juan yang hatinya memang tengah kacau dan dipancing kemarahannya oleh Marvel, tidak bisa mengontrol perkataannya. Juan muak melihat Marvel yang terus menekannya. “Kau pikir aku seperti ini juga karena siapa hah?! Karna siapa kalau bukan karna kau!! kau juga terlibat dalam semua masalah ini! Berhenti terus memojokkan diriku hanya karena aku Kakak tertua!!”


Marvel mengerutkan keningnya, tidak mengerti dengan apa yang Juan maksudkan. Memojokkan? Marvel tidak ada maksud untuk memojokkan disini, memang Juan bersalah dan sekarang Juan justru mencari pembenaran dengan melempar segala kesalahannya ke orang lain begini.


“Kenapa kau justru menyalahkan ku, yang menghamili Sabrina itu kau, kau juga yang meninggalkannya demi Kak Helena bukan aku!” Marvel juga sama emosinya Marvel tahu malam ini akan menjadi malam yang panjang dan melelahkan bagi Marvel dan Juan, pertengkaran ini tidak akan berhenti sampai disini begitu saja. Marvel tahu masalah ini akan panjang.


Juan berdecih, tertawa sinis setelah mendengar perkataan Marvel. Membuat Marvel yang melihat hal tersebut mendelik tak senang.


“Apa yang kau tertawa kan?” Marvel kesal melihat Juan yang justru tertawa, setelah menuduhnya, melimpahkan kesalahannya sendiri kepada Marvel sekarang Juan justru tertawa. Marvel sudah ingin mengeluarkan makian kepada Juan lagi namun makian tersebut tertahan ketika Marvel melihat tawa Juan semakin terdengar aneh, perlahan lahan tawa itu mulai menyerupai tangisan.


Marvel melihat mata Juan dan mendapati Juan mulai meneteskan air mata, meski ia masih tertawa. Seolah olah tengah menertawakan dirinya sendiri.


“Aku tahu aku salah, tapi aku melakukan semua itu bukan karena keinginan ku. Ku akui aku memang mendekati Sabrina dulu hanya untuk bersenang senang, tapi aku benar benar memiliki perasaan kepadanya karena perasaan itu lah aku merencanakan untuk menikahi Sabrina saat mengetahui bahwa Sabrina mengandung, aku bahkan menerima semua pukulan dan makian dari orang tua Sabrina karena telah membuat putri mereka hamil diluar nikah.” Juan menghapus air mata yang meluruh ke pipi nya itu.


“Dengan bodoh nya aku pergi menyusul orang tua kita, mengatakan bahwa aku akan menikahi wanita pilihan ku sendiri. Dan ya, orang tua kita tidak akan pernah mau menerima Sabrina sebagai menantu. Seberapa keras pun aku mengatakan bahwa aku akan menikahi Sabrina meski tanpa restu mereka, mereka tetap menahan ku. Sialnya mereka itu sangat licik, mereka dengan pintarnya membawa Helena kembali kepada ku. Kau tahu bukan bahwa dulu sekali aku punya hubungan dengan Helena, kami berpisah karena Helena meninggalkan ku dan saat itu dia kembali. Orang tua kita menjodohkan ku dengannya, Helena juga mengatakan bahwa dulu ia meninggalkan ku karena terpaksa dan dia masih mencintai ku. Aku tidak bisa bohong bahwa aku juga masih mencintai Helena saat itu, bahkan saat itu cinta ku kepada Helena lebih besar dibandingkan cinta ku kepada Sabrina. Namun aku tetap memilih Sabrina karena Sabrina mengandung anak ku, aku tetap bersikeras untuk menikahi Sabrina.”


Marvel ingin bertanya kepada Juan kalau Juan memilih Sabrina lalu mengapa Juan justru menikah dengan Helena. Hal itu lah yang ingin Marvel tanyakan namun Marvel memilih untuk diam, membiarkan Juan mengatakan dengan sendirinya.


“Ini semua gara gara kau! kalau orang tua kita tidak mengancam ku, mengancam bahwa jika aku tidak mau dijodohkan dengan Helena maka kau yang akan dijodohkan oleh mereka kepada anak rekan bisnis mereka yang lain. Sedangkan kau, kau saat itu sibuk memikirkan wanita yang membalas cinta mu saja tidak!” Juan mengangkat jari telunjuk nya menunjuk nunjuk Marvel dengan emosi, “Karna beban ku sebagai kakak lah aku sampai menelantarkan Sabrina, kau terlalu sibuk mengejar cinta seorang wanita yang hanya akan menghancurkan masa depan mu. Kau terus mencari masalah dengan orang yang jelas jelas bisa menghancurkan mu dengan kekuasaannya. Kau terus membuat ku pusing. Kau bahkan lari dari rumah karena patah hati, bagaimana bisa aku membiarkan orang tua kita memaksa mu untuk menikahi wanita lain sementara kau saja sudah seperti ingin bunuh diri karena Clara menikah dengan Damian! Ya.. aku bisa saja mengabaikan ancaman orang tua kita, tapi kau justru terus saja membuat masalah, kau bahkan terlibat dengan kematian suami orang, aku harus mengurus semuanya dan perusahaan kita pun hampir hancur. Aku tidak punya pilihan lain selain menerima perjodohan dengan Helena. Karena dengan menikahi Helena, Orangtua kita tidak akan mengusik hidup mu dan juga perusahaan akan aman.”


Marvel terdiam, Marvel tidak tahu tentang hal ini. Marvel tidak tahu bahwa selama ini Juan kesulitan karena Juan tidak pernah menunjukkannya di depan Marvel. Marvel tidak pernah tahu bahwa Juan juga memanggul beban yang sangat berat di punggungnya.

__ADS_1


“Ku akui, di hari aku menikah dengan Helena aku merasa bahagia. Karena aku merasa bahwa aku masih mencintai nya, awalnya pernikahan kami baik baik saja sampai aku mulai teringat dengan Sabrina yang ku tinggalkan. Aku terus dihantui rasa bersalah, dan semakin lama aku mulai menyadari bahwa rasa cinta ku kepada Helena sudah lama hilang dan sesungguhnya aku mencintai Sabrina. Aku malu sekali, merasa tidak berguna setiap kali teringat bahwa aku meninggalkan Sabrina yang tengah mengandung dan justru menikah dengan wanita lain. Tapi aku tidak pernah benar benar meninggalkan Sabrina, aku menyuruh anak buah ku untuk mengawasi kehidupan Sabrina. Dan setiap kali aku menerima laporan tentang Sabrina, rasanya menyakitkan. Aku ingin menemui Sabrina dan meminta maaf namun aku juga tidak bisa meninggalkan Helena meski aku tidak lagi mencintainya, bukan karena perusahaan namun karena kondisi tubuhnya yang lemah dan juga karena Helena mengandung anak ku, aku tidak bisa meninggalkan seorang wanita yang tengah mengandung anak ku lagi demi wanita lain. Sehingga aku bertahan meski terpaksa dan setelah Helena meninggal aku baru bisa melakukan apa yang selama ini aku lakukan, jadi tolong Marvel berhenti mendesak ku. Aku hanya ingin mendapatkan Sabrina kembali, aku menginginkan cinta ku kembali. Bagaimana pun caranya.”


Marvel tidak bisa berkata kata, Marvel pergi dari kamar hotel Juan setelah mendengar semua penjelasan Juan. Pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun. Marvel tidak tahu harus mengatakan apa kepada Juan.


Mendengar penjelasan Juan justru membuat Marvel merasa bersalah, merasa bersalah karena terus mendesak Juan sebelumnya.


Marvel masuk ke dalam kamar hotel nya yang tepat disebelah kamar hotel Juan, Marvel mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam saku celana nya. Menekan tombol merah di layar ponsel nya tersebut.


Marvel merekam semua penjelasan Juan tanpa Juan ketahui, Marvel menatap layar ponsel nya itu dalam diam. Tidak tahu apa yang harus ia lakukan selanjut nya. Apakah Marvel harus menunjukkan rekaman ini kepada Sabrina?


Tapi untuk apa? apa untuk membantu Juan agar bisa mendapatkan Sabrina kembali. Jika memang iya, apa hal seperti ini bisa membuat Sabrina menerima Juan kembali?


Tapi setidaknya Marvel harus memberitahu Sabrina, bahwa Juan dahulu meninggalkan Sabrina semata mata bukan karena mempermainkan cinta Sabrina, tapi karena terpaksa.


***


*Nampaknya usaha Sabrina untuk menutup nutupi tentang putranya sia sia karna Juan sendiri telah mengetahui tentang hal tersebut.


“Kalau kau sebegitu perduli nya kepada mereka kenapa dulu kau meninggalkan mereka?!” kali ini Marvel meninggikan suaranya, ia kesal dengan Juan yang terus saja menyakiti banyak orang hanya demi mencapai keinginannya. “Kalau memang kau benar benar mencintai Sabrina, kenapa kau justru lari dihari pernikahan kalian dan kau malah menikah dengan Kak Helena? Kenapa?!”


***


“Kalau kau sebegitu perduli nya kepada mereka kenapa dulu kau meninggalkan mereka?!” kali ini Marvel meninggikan suaranya, ia kesal dengan Juan yang terus saja menyakiti banyak orang hanya demi mencapai keinginannya. “Kalau memang kau benar benar mencintai Sabrina, kenapa kau justru lari dihari pernikahan kalian dan kau malah menikah dengan Kak Helena? Kenapa?!”


Juan yang hatinya memang tengah kacau dan dipancing kemarahannya oleh Marvel, tidak bisa mengontrol perkataannya. Juan muak melihat Marvel yang terus menekannya. “Kau pikir aku seperti ini juga karena siapa hah?! Karna siapa kalau bukan karna kau!! kau juga terlibat dalam semua masalah ini! Berhenti terus memojokkan diriku hanya karena aku Kakak tertua!!”


Marvel mengerutkan keningnya, tidak mengerti dengan apa yang Juan maksudkan. Memojokkan? Marvel tidak ada maksud untuk memojokkan disini, memang Juan bersalah dan sekarang Juan justru mencari pembenaran dengan melempar segala kesalahannya ke orang lain begini.


“Kenapa kau justru menyalahkan ku, yang menghamili Sabrina itu kau, kau juga yang meninggalkannya demi Kak Helena bukan aku!” Marvel juga sama emosinya Marvel tahu malam ini akan menjadi malam yang panjang dan melelahkan bagi Marvel dan Juan, pertengkaran ini tidak akan berhenti sampai disini begitu saja. Marvel tahu masalah ini akan panjang.

__ADS_1


Juan berdecih, tertawa sinis setelah mendengar perkataan Marvel. Membuat Marvel yang melihat hal tersebut mendelik tak senang.


“Apa yang kau tertawa kan?” Marvel kesal melihat Juan yang justru tertawa, setelah menuduhnya, melimpahkan kesalahannya sendiri kepada Marvel sekarang Juan justru tertawa. Marvel sudah ingin mengeluarkan makian kepada Juan lagi namun makian tersebut tertahan ketika Marvel melihat tawa Juan semakin terdengar aneh, perlahan lahan tawa itu mulai menyerupai tangisan.


Marvel melihat mata Juan dan mendapati Juan mulai meneteskan air mata, meski ia masih tertawa. Seolah olah tengah menertawakan dirinya sendiri.


“Aku tahu aku salah, tapi aku melakukan semua itu bukan karena keinginan ku. Ku akui aku memang mendekati Sabrina dulu hanya untuk bersenang senang, tapi aku benar benar memiliki perasaan kepadanya karena perasaan itu lah aku merencanakan untuk menikahi Sabrina saat mengetahui bahwa Sabrina mengandung, aku bahkan menerima semua pukulan dan makian dari orang tua Sabrina karena telah membuat putri mereka hamil diluar nikah.” Juan menghapus air mata yang meluruh ke pipi nya itu.


“Dengan bodoh nya aku pergi menyusul orang tua kita, mengatakan bahwa aku akan menikahi wanita pilihan ku sendiri. Dan ya, orang tua kita tidak akan pernah mau menerima Sabrina sebagai menantu. Seberapa keras pun aku mengatakan bahwa aku akan menikahi Sabrina meski tanpa restu mereka, mereka tetap menahan ku. Sialnya mereka itu sangat licik, mereka dengan pintarnya membawa Helena kembali kepada ku. Kau tahu bukan bahwa dulu sekali aku punya hubungan dengan Helena, kami berpisah karena Helena meninggalkan ku dan saat itu dia kembali. Orang tua kita menjodohkan ku dengannya, Helena juga mengatakan bahwa dulu ia meninggalkan ku karena terpaksa dan dia masih mencintai ku. Aku tidak bisa bohong bahwa aku juga masih mencintai Helena saat itu, bahkan saat itu cinta ku kepada Helena lebih besar dibandingkan cinta ku kepada Sabrina. Namun aku tetap memilih Sabrina karena Sabrina mengandung anak ku, aku tetap bersikeras untuk menikahi Sabrina.”


Marvel ingin bertanya kepada Juan kalau Juan memilih Sabrina lalu mengapa Juan justru menikah dengan Helena. Hal itu lah yang ingin Marvel tanyakan namun Marvel memilih untuk diam, membiarkan Juan mengatakan dengan sendirinya.


“Ini semua gara gara kau! kalau orang tua kita tidak mengancam ku, mengancam bahwa jika aku tidak mau dijodohkan dengan Helena maka kau yang akan dijodohkan oleh mereka kepada anak rekan bisnis mereka yang lain. Sedangkan kau, kau saat itu sibuk memikirkan wanita yang membalas cinta mu saja tidak!” Juan mengangkat jari telunjuk nya menunjuk nunjuk Marvel dengan emosi, “Karna beban ku sebagai kakak lah aku sampai menelantarkan Sabrina, kau terlalu sibuk mengejar cinta seorang wanita yang hanya akan menghancurkan masa depan mu. Kau terus mencari masalah dengan orang yang jelas jelas bisa menghancurkan mu dengan kekuasaannya. Kau terus membuat ku pusing. Kau bahkan lari dari rumah karena patah hati, bagaimana bisa aku membiarkan orang tua kita memaksa mu untuk menikahi wanita lain sementara kau saja sudah seperti ingin bunuh diri karena Clara menikah dengan Damian! Ya.. aku bisa saja mengabaikan ancaman orang tua kita, tapi kau justru terus saja membuat masalah, kau bahkan terlibat dengan kematian suami orang, aku harus mengurus semuanya dan perusahaan kita pun hampir hancur. Aku tidak punya pilihan lain selain menerima perjodohan dengan Helena. Karena dengan menikahi Helena, Orangtua kita tidak akan mengusik hidup mu dan juga perusahaan akan aman.”


Marvel terdiam, Marvel tidak tahu tentang hal ini. Marvel tidak tahu bahwa selama ini Juan kesulitan karena Juan tidak pernah menunjukkannya di depan Marvel. Marvel tidak pernah tahu bahwa Juan juga memanggul beban yang sangat berat di punggungnya.


“Ku akui, di hari aku menikah dengan Helena aku merasa bahagia. Karena aku merasa bahwa aku masih mencintai nya, awalnya pernikahan kami baik baik saja sampai aku mulai teringat dengan Sabrina yang ku tinggalkan. Aku terus dihantui rasa bersalah, dan semakin lama aku mulai menyadari bahwa rasa cinta ku kepada Helena sudah lama hilang dan sesungguhnya aku mencintai Sabrina. Aku malu sekali, merasa tidak berguna setiap kali teringat bahwa aku meninggalkan Sabrina yang tengah mengandung dan justru menikah dengan wanita lain. Tapi aku tidak pernah benar benar meninggalkan Sabrina, aku menyuruh anak buah ku untuk mengawasi kehidupan Sabrina. Dan setiap kali aku menerima laporan tentang Sabrina, rasanya menyakitkan. Aku ingin menemui Sabrina dan meminta maaf namun aku juga tidak bisa meninggalkan Helena meski aku tidak lagi mencintainya, bukan karena perusahaan namun karena kondisi tubuhnya yang lemah dan juga karena Helena mengandung anak ku, aku tidak bisa meninggalkan seorang wanita yang tengah mengandung anak ku lagi demi wanita lain. Sehingga aku bertahan meski terpaksa dan setelah Helena meninggal aku baru bisa melakukan apa yang selama ini aku lakukan, jadi tolong Marvel berhenti mendesak ku. Aku hanya ingin mendapatkan Sabrina kembali, aku menginginkan cinta ku kembali. Bagaimana pun caranya.”


Marvel tidak bisa berkata kata, Marvel pergi dari kamar hotel Juan setelah mendengar semua penjelasan Juan. Pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun. Marvel tidak tahu harus mengatakan apa kepada Juan.


Mendengar penjelasan Juan justru membuat Marvel merasa bersalah, merasa bersalah karena terus mendesak Juan sebelumnya.


Marvel masuk ke dalam kamar hotel nya yang tepat disebelah kamar hotel Juan, Marvel mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam saku celana nya. Menekan tombol merah di layar ponsel nya tersebut.


Marvel merekam semua penjelasan Juan tanpa Juan ketahui, Marvel menatap layar ponsel nya itu dalam diam. Tidak tahu apa yang harus ia lakukan selanjut nya. Apakah Marvel harus menunjukkan rekaman ini kepada Sabrina?


Tapi untuk apa? apa untuk membantu Juan agar bisa mendapatkan Sabrina kembali. Jika memang iya, apa hal seperti ini bisa membuat Sabrina menerima Juan kembali?


Tapi setidaknya Marvel harus memberitahu Sabrina, bahwa Juan dahulu meninggalkan Sabrina semata mata bukan karena mempermainkan cinta Sabrina, tapi karena terpaksa.

__ADS_1


__ADS_2