SUGAR BROTHER

SUGAR BROTHER
SEASON II EP 21


__ADS_3

*Milla benar benar tidak bisa mencerna semua yang baru saja ia ketahui ini, bagaimana bisa Gevan meninggal dan Marvel mengetahuinya tapi Milla sendiri tidak tahu.


Keluarga Gevan juga tidak ada yang mengetahuinya, Milla tahu bahwa keluarga Gevan tidak perduli dengan Gevan, tapi bukan kah jika terjadi sesuatu kepada Gevan, Keluarga Gevan lah yang akan dihubungi selain Milla?


“Katakan padaku semua yang sejujurnya Marvel, jangan sembunyikan apapun lagi dari ku. Jangan terus perlakukan aku seperti orang bodoh begini. Aku ingin tahu kebenarannya, jika kau memang tidak ingin ku benci maka katakan semua yang sejujur-jujurnya*.”


***


Milla dan Marvel sedang duduk berdua berhadap hadapan, persetan dengan kotak bekal makan siang yang sudah Milla siapkan untuk Marvel. Milla hanya ingin mengetahui mengapa Marvel bisa mengetahui perihal Gevan.


“Bukan maksud ku untuk menyembunyikan nya dari mu, aku hanya tidak ingin kau terluka karena masalah Gevan. Aku juga tidak benar benar mengenal Gevan, aku tidak sengaja bertemu dengannya dulu atau lebih tepatnya aku tidak sengaja menabraknya.” Marvel bercerita sembari menatap takut takut kearah Milla, memperhatikan ekspresi wanita itu. Takut bila Milla semakin marah kepadanya.


“K-kau menabrak Gevan?” Milla menutup mulutnya tidak percaya, orang seperti Marvel menabrak Gevan? Pikiran Milla semakin negatif, “Apa Gevan meninggal karena dirimu?”


Marvel gelagapan ia tidak tahu bagaimana caranya untuk menjelaskan semua ini kepada Milla.


“A-aku kalut hari itu, hari itu adalah hari dimana Clara dan Damian menikah. Aku benar benar kacau sehingga aku menyetir dengan ugal-ugalan.”

__ADS_1


Mulut Milla terbuka karena terkejut, jadi ini juga ada sangkut pautnya dengan Clara? Karena Marvel depresi cintanya tidak berbalas Marvel menjadi membawa mobil ugal-ugalan dan menabrak Gevan, begitu?


“Lalu kenapa tidak ada yang menelepon ku atau pun keluarga Gevan tentang kecelakaan itu, apa kau langsung mengubur mayatnya begitu saja karena kau tidak ingin masuk penjara?!” Milla sudah tidak bisa berfikir jernih saat ini pikiran Milla dipenuhi pikiran pikiran negatif tentang Marvel, Milla sudah tidak lagi bisa berpikir positif tentang Marvel setelah mengetahui bahwa Marvel berbohong kepadanya dan kebohongan ini adalah kebohongan besar.


“Tidak Milla.. kejadiannya tidak seperti itu, Gevan masih hidup saat itu. Aku bahkan membawanya ke rumah sakit meski Gevan tidak benar benar tertabrak oleh ku. Gevan ingin bunuh diri, ia sendiri yang menyodorkan tubuhnya saat mobil ku hendak melewatinya.”


Milla berdecih, tidak percaya dengan perkataan Marvel barusan. Gevan ingin bunuh diri? Bagaimana bisa laki laki itu bunuh diri, memangnya beban apa yang Gevan miliki sehingga ingin bunuh diri. Gevan tidak memiliki beban apa apa, bahkan Gevan lari dari tanggung jawabnya sebagai seorang Ayah dan juga Suami.


“Aku tahu ini sulit kau percayai tapi aku benar benar membawa Gevan ke rumah sakit, dokter sendiri mengatakan bahwa Gevan tidak punya luka serius akibat kecelakaan tersebut. Tapi Gevan memiliki penyakit lain yang dokter bilang dapat mengancam nyawanya, dokter ingin mendiskusikan masalah kesehatan Gevan kepada keluarga Gevan tapi baik pihak rumah sakit maupun aku tidak ada yang bisa menghubungi keluarga Gevan, karena Gevan tidak membawa identitas apapun dengannya. Aku mencoba untuk menemuinya dan bertanya mengenai nomer telepon keluarganya yang bisa dihubungi tapi Gevan justru memarahi ku mengatakan seharusnya aku membawa mobil lebih kencang sehingga ia bisa mati. Aku tidak berbohong Milla, itu lah yang Gevan katakan sesungguhnya.” Marvel merasa putus asa ketika melihat Milla menatapnya dengan air mata dan juga pandangan kecurigaan.


Marvel mengerti sulit bagi Milla untuk percaya kepadanya setelah berkali kali Marvel bohongi.


Milla tersenyum sinis kepada Marvel, “Kau pikir mengatakan kebohongan seperti ini akan membuat ku memaafkan mu? Tidak Marvel, tidak sama sekali. Jadi berhenti berbohong, aku tidak ingin mendengar karangan mu itu lagi. Katakan yang sejujurnya kepada ku!”


“Aku sudah mengatakan yang sejujurnya kepada mu Milla, aku tidak berbohong. Itu yang sebenarnya terjadi. Gevan memang benar benar ingin bunuh diri, Gevan sendiri yang mengatakannya karena ia tidak ingin merepotkan siapapun sehingga lebih baik ia mati tanpa diketahui keluarganya karena itu pula lah Gevan tidak membawa identitas!”


Marvel mengusap wajahnya kasar, ia merasa frustasi.

__ADS_1


“Bahkan saat aku membujuk Gevan mengatakan bahwa keluarganya pasti akan sedih jika ia bunuh diri, Gevan justru mengatakan bahwa tidak akan ada yang sedih dengan kematiannya. Tidak akan ada yang perduli kepadanya, orang tua kandung nya membuangnya di panti asuhan, orang tua angkatnya mengadopsinya hanya sebagai anak pancingan dan kau.. kau istrinya tidak pernah benar benar mencintainya karena kau terpaksa berada disisi Gevan, karena bukan karena jebakan Gevan.. kau dan Gevan tidak akan pernah menikah!”


Mata Milla membesar karena terkejut, terkejut bahwa Marvel tahu perihal itu karena Milla sendiri tidak pernah menceritakannya kepada Marvel.


“Kau bingung kenapa aku bisa tahu? karena aku tidak berbohong, Gevan yang menceritakan semuanya kepada ku! meski Gevan mengatakan tidak akan ada yang perduli dengannya aku tetap berusaha untuk meyakinkannya menghubungi kalian karena dokter benar benar ingin membahas mengenai penyakit yang Gevan derita sebelum semuanya terlambat.”


“Tapi Gevan tetap menolak dengan alasan jika menghubungi mu hanya akan semakin menambah beban hidup mu saja karena selama ini yang berjuang menafkahi anak kalian adalah kau sendiri Milla, Gevan tidak ingin melihat kau lebih menderita lagi mencari uang hanya karena pengobatannya yang pasti tidak menghabiskan uang yang sedikit itu. Karena aku merasa kasihan kepada Gevan aku menawarkan akan membiayai semua biaya pengobatannya asalkan Gevan tidak bunuh diri dan mau mengatakan kebenaran soal penyakit nya kepada keluarganya termasuk dirimu.”


“Lalu kenapa Gevan bisa mati jika kau menjanjikan hal itu kepadanya? Dan kenapa aku baru tahu sekarang?!”


“Aku dan Gevan sudah berencana untuk menemui mu Milla, aku berniat mengantarkan Gevan dan juga membantunya menjelaskan semuanya kepada mu. Alasan kenapa dia melantarkan mu dan juga putra kalian, Riko. Kami sudah dalam perjalanan untuk menemui kalian namun naas kami kembali kecelakaan, tapi kecelakaan saat itu bukan kecelakaan kecil melainkan kecelakaan berat. Aku bahkan hampir tidak selamat karena kecelakaan itu, tapi diantara aku dan Gevan, Gevan lah yang paling parah. Kondisi tubuhnya yang hampir hancur karena kecelakaan itu di perparah oleh penyakit dari dalam tubuhnya. Dan Gevan meninggal setelah berpesan kepada ku untuk membantu sekolah Riko, karena Gevan khawatir Riko tidak bisa bersekolah karena tidak punya biaya dan aku pun menyanggupinya. Aku dan Kak Juan yang menguburkan Gevan.”


Milla menunduk, masih merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar ini. Rasanya tidak masuk akal. Gevan bersikap seperti suami dan Ayah yang tidak perduli, pergi tanpa kabar dan ternyata laki laki itu sudah mati karena penyakit.


Milla menghabiskan waktu hidupnya untuk membenci Gevan dan menyalahkan laki laki itu karena telah lari dari tanggung jawab dan ternyata Gevan lari karena tidak ingin membebani Milla lebih jauh lagi?


Air mata Milla semakin menetes, Marvel hendak menghapus air mata tersebut namun Milla menepis tangan Marvel. “Jadi kau sudah tahu sejak lama betapa menyedihkannya hidup kami, apa kau datang dalam kehidupan kami karena kau merasa kasihan? Kau datang seperti malaikat, menawarkan diri menggantikan posisi Gevan yang kosong padahal kau tahu yang sebenarnya!”

__ADS_1


“Aku tidak bermaksud berbohong dari mu Milla, aku hanya tidak ingin kau terluka..”


“Apa kau pikir sekarang aku tidak terluka? kau sudah menyembunyikannya dan lihat aku tetap terluka, lalu apa bedanya?! Hal seperti ini justru hanya membuat ku membenci mu Marvel, aku sangat membenci mu!”


__ADS_2