
Marvel justru kebingungan saat membuntuti Juan, Marvel memang kesal karena Juan rela membuang buang waktu nya kemari dan mengabaikan putrinya demi bersatu kembali dengan mantan kekasihnya.
Tapi awalnya Marvel kira, mantan kekasih Juan juga sama seperti Juan, ingin saling bersama dan mantan kekasih Juan lah yang menahan nahan Juan sehingga Juan tidak kunjung kembali menemui Viola.
Awalnya Marvel sudah berpikiran buruk saja tentang mantan kekasih Juan, namun setelah melihat dengan mata kepala nya sendiri Marvel mulai meragukannya, apa jangan jangan mantan kekasih Juan juga adalah korban atas keegoisan Juan?
Marvel dari dalam mobilnya memperhatikan Juan yang tengah diusir oleh wanita itu, meski Juan menggedor gedor pintu rumah nya pintu rumah itu terbuka sedikitpun untuk menerima kehadiran Juan.
Jadi selama berbulan bulan ini Juan menghilang tak ada kabar karena mengejar cinta yang dulu pernah dia buang? Bukan kah setelah mendapat penolakan seperti itu Juan seharusnya menyerah, Juan seharusnya menyerah dan kembali.
Juan harus sadar bahwa di rumah, di rumah nya yang besar itu putrinya tengah menunggu, menangis untuk didekap olehnya. Kenapa terus memaksa kembali ke tempat yang tidak akan menerima mu, sementara di tempat lain keberadaan mu sangat dibutuhkan?
Marvel masih terdiam duduk di dalam mobil yang ia sewa untuk membuntuti Juan, Marvel melihat Juan akhirnya pergi dari depan pintu rumah mantan kekasih nya itu dan masuk ke dalam mobil. Melajukan mobilnya pergi entah kemana.
Tapi kali ini Marvel tidak lagi membuntutinya, Marvel justru terus memandang kearah pintu yang tertutup itu. Bertanya tanya dalam hatinya haruskah ia turun dan bicara dengan mantan kekasih Juan itu? Bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka, dan mungkin Marvel bisa meminta bantuan mantan kekasih Juan itu untuk menyuruh Juan kembali, karena putrinya menunggunya.
Marvel membulatkan keputusannya, Marvel turun dari mobil dan melangkah mendekati rumah kecil tersebut. Sebenarnya Marvel juga terkejut bahwa mantan kekasih Juan tinggal ditempat seperti ini, Marvel pikir mantan kekasih Juan adalah orang orang glamor, anak orang orang kaya seperti mantan istri Juan yang telah meninggal, Helena.
Berusaha memberanikan diri, Marvel mengangkat tangannya mengetuk pintu rumah tersebut, ketukan pertamanya dihiraukan. Tak ada jawaban ataupun pintu dibuka, ketukan kedua pun tak jauh berbeda, tetap sunyi tak ada tanda tanda bahwa Marvel akan dipersilahkan masuk.
Hingga ketukan ketiga akhirnya Marvel mendapatkan jawaban, bukan pintu yang dibuka melainkan teriakan dari dalam yang bisa Marvel dengar dengan jelas dari luar meski pintu tertutup rapat.
“Berapa kali aku harus mengatakannya kepada mu Juan, bahwa aku tidak ingin melihat wajah mu lagi!!”
Tentu saja Marvel terkejut mendengar teriakan itu, Marvel tidak menyangka bahwa mantan kekasih Juan se-benci itu kepada Juan. Marvel semakin bertanya tanya dalam hatinya, kesalahan seperti apa yang telah Juan lakukan sampai dibenci seperti ini oleh mantan kekasihnya.
“Maaf tapi saya bukan Juan, saya Marvel. Bisa kita bicara sebentar?” Marvel meninggikan sedikit suara nya, berharap apa yang ia ucapkan terdengar sampai ke dalam.
“Bisa kita bicara sebentar?” Marvel kembali mengulang pertanyaan nya, berdiam diri di depan pintu tersebut dengan penuh harap sampai akhirnya pintu itu terbuka, menunjukkan seorang wanita dengan tubuh kurus dan mata sembab menatap Marvel dengan tatapan kebingungan.
“Kau siapa?” tanya wanita itu dengan suara agak serak, mungkin karena habis menangis sehingga suaranya menjadi terdengar seperti itu.
“Aku adik Juan Orlando, aku kemari karena ada yang ingin ku tanyakan kepada mu.”
Mendengar kata ‘adik’ dari Juan Orlando sepertinya membuat wanita itu merasa tidak senang, wanita itu mundur selangkah dan hendak kembali menutup pintu rumah nya namun dengan cepat Marvel halangi.
“Bukan kah aku sudah bilang jangan ganggu kehidupan ku lagi, aku tidak ingin lagi berurusan dengan keluarga kalian. Tolong pergi lah, sampai kapan pun aku tidak akan mau kembali kepada kakak mu itu! Aku tidak akan mau!” Wanita itu kembali memaksa untuk menutup pintu namun Marvel juga tidak mau menyerah Marvel masih menahan nya agar pintu tersebut tidak berhasil tertutup kembali.
“Aku kemari bukan untuk memaksa ataupun membujuk mu kembali menjalin hubungan dengan kakak ku, aku kemari karena ada yang ingin ku tanyakan kepada mu. percaya lah, aku tidak punya niat jahat sedikitpun kepada mu. Kau bisa pegang janji ku.” Marvel berusaha meyakinkan wanita itu, cukup lama wanita itu berdiam diri hanya memandangi wajah Marvel, mencari cari kebohongan disana namun wanita itu tidak menemukannya. Marvel terlihat sangat jujur sehingga wanita itu mau tidak mau membuka pintu rumahnya lebih lebar lagi, mempersilahkan Marvel untuk masuk ke dalam rumah kecil nya itu.
__ADS_1
Mungkin dalam pikiran wanita itu Marvel tidak akan nyaman duduk bertamu dirumah kecil sementara Marvel yang notabene nya adalah adik Juan hidup kaya raya dengan segala fasilitas mewah yang ada. Duduk di sofa usang pasti sangat tidak nyaman bagi Marvel, pikir wanita itu.
Tapi wanita itu salah, Marvel bukan lah orang seperti itu. Terbukti dengan keterkejutan wanita itu saat melihat Marvel dengan nyaman nya duduk di sofa usang tersebut, tidak menunjukkan ekspresi tidak nyaman ataupun jijik sedikitpun. Wanita itu mulai bertanya tanya dalam hatinya apakah benar, laki laki yang duduk dihadapannya ini adalah adik Juan?
Marvel memang adik kandung Juan, hanya saja wanita itu tidak mengetahui bahwa Marvel sudah terbiasa dengan kesederhanaan. Marvel sudah pernah tinggal ditempat sempit, kecil, dan jauh dari kata mewah sebelumnya.
“Jadi hal apa yang ingin kau tanyakan kepada ku?” tanya wanita itu langsung tanpa basa basi, sebenarnya bukan karena ia jahat dan ingin segera mengusir Marvel dari sini. Tapi wanita itu takut jika anak nya tiba tiba saja pulang dan Marvel melihat anak nya itu. Karena anak itu mirip sekali dengan Juan, sekali lihat saja Marvel pasti akan tahu bahwa dalam darah anak tersebut mengalir darah Juan.
“Pertama-tama mari berkenalan terlebih dahulu, aku Marvel Orlando. Adik laki-laki dari Juan Orlando, boleh aku tahu kau siapa dan apa sebenarnya hubungan mu dengan kakak ku?” Marvel dengan sopan memperkenalkan dirinya dan juga menanyakan tentang wanita dihadapannya itu, Marvel tahu bahwa wanita itu mantan kekasih Juan. Tapi Marvel tidak tahu pasti status Juan dan wanita itu sekarang.
Meski Marvel sudah berusaha untuk terdengar ramah dan tidak menyinggung perasaan wanita itu nampaknya sang wanita yang menjadi lawan bicara Marvel justru menangkap ucapan Marvel itu bermaksud negatif terhadap dirinya.
“Aku Sabrina, aku tidak punya hubungan apa apa dengan kakak mu itu. Jika kau kemari karena ingin menyuruh ku menjauhi kakak mu itu kau tidak perlu repot-repot, karena aku juga tidak sudi kembali dekat dengan laki laki sepertinya!” Wanita itu meninggikan suara nya sepertinya ia benar benar salah paham dengan maksud Marvel kemari.
Marvel tidak sakit hati sedikitpun dengan tuduhan Sabrina kepadanya, Marvel justru tersenyum. “Sebelumnya kau menuduh ku datang untuk membujuk mu untuk kembali kepada kakak ku, lalu sekarang kau menuduh ku datang kemari untuk menyuruh mu menjauhi kakak ku. Tapi sayangnya aku kemari bukan untuk kedua hal tidak penting tersebut.”
“Lalu untuk apa kau kemari? cepat katakan apa mau mu, aku tidak punya banyak waktu!”
“Bisa kau beritahu aku kenapa kak Juan rela jauh jauh datang kemari untuk menemui mu hanya untuk meminta mu kembali kepada nya, dan beritahu aku kenapa kau sangat menolaknya. Kejahatan apa yang pernah kakak ku lakukan kepada mu sampai kau se-benci ini kepadanya?”
***
Marvel justru kebingungan saat membuntuti Juan, Marvel memang kesal karena Juan rela membuang buang waktu nya kemari dan mengabaikan putrinya demi bersatu kembali dengan mantan kekasihnya.
Tapi awalnya Marvel kira, mantan kekasih Juan juga sama seperti Juan, ingin saling bersama dan mantan kekasih Juan lah yang menahan nahan Juan sehingga Juan tidak kunjung kembali menemui Viola.
Awalnya Marvel sudah berpikiran buruk saja tentang mantan kekasih Juan, namun setelah melihat dengan mata kepala nya sendiri Marvel mulai meragukannya, apa jangan jangan mantan kekasih Juan juga adalah korban atas keegoisan Juan?
Marvel dari dalam mobilnya memperhatikan Juan yang tengah diusir oleh wanita itu, meski Juan menggedor gedor pintu rumah nya pintu rumah itu terbuka sedikitpun untuk menerima kehadiran Juan.
Jadi selama berbulan bulan ini Juan menghilang tak ada kabar karena mengejar cinta yang dulu pernah dia buang? Bukan kah setelah mendapat penolakan seperti itu Juan seharusnya menyerah, Juan seharusnya menyerah dan kembali.
Juan harus sadar bahwa di rumah, di rumah nya yang besar itu putrinya tengah menunggu, menangis untuk didekap olehnya. Kenapa terus memaksa kembali ke tempat yang tidak akan menerima mu, sementara di tempat lain keberadaan mu sangat dibutuhkan?
Marvel masih terdiam duduk di dalam mobil yang ia sewa untuk membuntuti Juan, Marvel melihat Juan akhirnya pergi dari depan pintu rumah mantan kekasih nya itu dan masuk ke dalam mobil. Melajukan mobilnya pergi entah kemana.
Tapi kali ini Marvel tidak lagi membuntutinya, Marvel justru terus memandang kearah pintu yang tertutup itu. Bertanya tanya dalam hatinya haruskah ia turun dan bicara dengan mantan kekasih Juan itu? Bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka, dan mungkin Marvel bisa meminta bantuan mantan kekasih Juan itu untuk menyuruh Juan kembali, karena putrinya menunggunya.
Marvel membulatkan keputusannya, Marvel turun dari mobil dan melangkah mendekati rumah kecil tersebut. Sebenarnya Marvel juga terkejut bahwa mantan kekasih Juan tinggal ditempat seperti ini, Marvel pikir mantan kekasih Juan adalah orang orang glamor, anak orang orang kaya seperti mantan istri Juan yang telah meninggal, Helena.
__ADS_1
Berusaha memberanikan diri, Marvel mengangkat tangannya mengetuk pintu rumah tersebut, ketukan pertamanya dihiraukan. Tak ada jawaban ataupun pintu dibuka, ketukan kedua pun tak jauh berbeda, tetap sunyi tak ada tanda tanda bahwa Marvel akan dipersilahkan masuk.
Hingga ketukan ketiga akhirnya Marvel mendapatkan jawaban, bukan pintu yang dibuka melainkan teriakan dari dalam yang bisa Marvel dengar dengan jelas dari luar meski pintu tertutup rapat.
“Berapa kali aku harus mengatakannya kepada mu Juan, bahwa aku tidak ingin melihat wajah mu lagi!!”
Tentu saja Marvel terkejut mendengar teriakan itu, Marvel tidak menyangka bahwa mantan kekasih Juan se-benci itu kepada Juan. Marvel semakin bertanya tanya dalam hatinya, kesalahan seperti apa yang telah Juan lakukan sampai dibenci seperti ini oleh mantan kekasihnya.
“Maaf tapi saya bukan Juan, saya Marvel. Bisa kita bicara sebentar?” Marvel meninggikan sedikit suara nya, berharap apa yang ia ucapkan terdengar sampai ke dalam.
“Bisa kita bicara sebentar?” Marvel kembali mengulang pertanyaan nya, berdiam diri di depan pintu tersebut dengan penuh harap sampai akhirnya pintu itu terbuka, menunjukkan seorang wanita dengan tubuh kurus dan mata sembab menatap Marvel dengan tatapan kebingungan.
“Kau siapa?” tanya wanita itu dengan suara agak serak, mungkin karena habis menangis sehingga suaranya menjadi terdengar seperti itu.
“Aku adik Juan Orlando, aku kemari karena ada yang ingin ku tanyakan kepada mu.”
Mendengar kata ‘adik’ dari Juan Orlando sepertinya membuat wanita itu merasa tidak senang, wanita itu mundur selangkah dan hendak kembali menutup pintu rumah nya namun dengan cepat Marvel halangi.
“Bukan kah aku sudah bilang jangan ganggu kehidupan ku lagi, aku tidak ingin lagi berurusan dengan keluarga kalian. Tolong pergi lah, sampai kapan pun aku tidak akan mau kembali kepada kakak mu itu! Aku tidak akan mau!” Wanita itu kembali memaksa untuk menutup pintu namun Marvel juga tidak mau menyerah Marvel masih menahan nya agar pintu tersebut tidak berhasil tertutup kembali.
“Aku kemari bukan untuk memaksa ataupun membujuk mu kembali menjalin hubungan dengan kakak ku, aku kemari karena ada yang ingin ku tanyakan kepada mu. percaya lah, aku tidak punya niat jahat sedikitpun kepada mu. Kau bisa pegang janji ku.” Marvel berusaha meyakinkan wanita itu, cukup lama wanita itu berdiam diri hanya memandangi wajah Marvel, mencari cari kebohongan disana namun wanita itu tidak menemukannya. Marvel terlihat sangat jujur sehingga wanita itu mau tidak mau membuka pintu rumahnya lebih lebar lagi, mempersilahkan Marvel untuk masuk ke dalam rumah kecil nya itu.
Mungkin dalam pikiran wanita itu Marvel tidak akan nyaman duduk bertamu dirumah kecil sementara Marvel yang notabene nya adalah adik Juan hidup kaya raya dengan segala fasilitas mewah yang ada. Duduk di sofa usang pasti sangat tidak nyaman bagi Marvel, pikir wanita itu.
Tapi wanita itu salah, Marvel bukan lah orang seperti itu. Terbukti dengan keterkejutan wanita itu saat melihat Marvel dengan nyaman nya duduk di sofa usang tersebut, tidak menunjukkan ekspresi tidak nyaman ataupun jijik sedikitpun. Wanita itu mulai bertanya tanya dalam hatinya apakah benar, laki laki yang duduk dihadapannya ini adalah adik Juan?
Marvel memang adik kandung Juan, hanya saja wanita itu tidak mengetahui bahwa Marvel sudah terbiasa dengan kesederhanaan. Marvel sudah pernah tinggal ditempat sempit, kecil, dan jauh dari kata mewah sebelumnya.
“Jadi hal apa yang ingin kau tanyakan kepada ku?” tanya wanita itu langsung tanpa basa basi, sebenarnya bukan karena ia jahat dan ingin segera mengusir Marvel dari sini. Tapi wanita itu takut jika anak nya tiba tiba saja pulang dan Marvel melihat anak nya itu. Karena anak itu mirip sekali dengan Juan, sekali lihat saja Marvel pasti akan tahu bahwa dalam darah anak tersebut mengalir darah Juan.
“Pertama-tama mari berkenalan terlebih dahulu, aku Marvel Orlando. Adik laki-laki dari Juan Orlando, boleh aku tahu kau siapa dan apa sebenarnya hubungan mu dengan kakak ku?” Marvel dengan sopan memperkenalkan dirinya dan juga menanyakan tentang wanita dihadapannya itu, Marvel tahu bahwa wanita itu mantan kekasih Juan. Tapi Marvel tidak tahu pasti status Juan dan wanita itu sekarang.
Meski Marvel sudah berusaha untuk terdengar ramah dan tidak menyinggung perasaan wanita itu nampaknya sang wanita yang menjadi lawan bicara Marvel justru menangkap ucapan Marvel itu bermaksud negatif terhadap dirinya.
“Aku Sabrina, aku tidak punya hubungan apa apa dengan kakak mu itu. Jika kau kemari karena ingin menyuruh ku menjauhi kakak mu itu kau tidak perlu repot-repot, karena aku juga tidak sudi kembali dekat dengan laki laki sepertinya!” Wanita itu meninggikan suara nya sepertinya ia benar benar salah paham dengan maksud Marvel kemari.
Marvel tidak sakit hati sedikitpun dengan tuduhan Sabrina kepadanya, Marvel justru tersenyum. “Sebelumnya kau menuduh ku datang untuk membujuk mu untuk kembali kepada kakak ku, lalu sekarang kau menuduh ku datang kemari untuk menyuruh mu menjauhi kakak ku. Tapi sayangnya aku kemari bukan untuk kedua hal tidak penting tersebut.”
“Lalu untuk apa kau kemari? cepat katakan apa mau mu, aku tidak punya banyak waktu!”
__ADS_1
“Bisa kau beritahu aku kenapa kak Juan rela jauh jauh datang kemari untuk menemui mu hanya untuk meminta mu kembali kepada nya, dan beritahu aku kenapa kau sangat menolaknya. Kejahatan apa yang pernah kakak ku lakukan kepada mu sampai kau se-benci ini kepadanya?”