SUGAR BROTHER

SUGAR BROTHER
TWELVE


__ADS_3

“Kak Clara?”


Clara tertegun dari lamunannya, ia mendongak mendapati Monica yang berdiri dihadapannya sembari membawa beberapa kantung plastik belanjaan.


“Sedang apa kakak sendirian disini?”


Clara gelagapan, ia tidak mungkin memberitahu Monica bahwa ia tengah merenungi nasibnya buruknya di taman sepi ini sendirian.


“Ah, aku tadi tidak sengaja melihat taman ini. Karna lelah berjalan dari halte jadi aku pikir tidak ada salahnya beristirahat disini sejenak meski sebenarnya kost-an ku sudah dekat tapi tidak ada salahnya kan?”


Monica tidak merespon apa apa, ia masih menatap Clara namun dengan tatapan yang entahlah tidak Clara mengerti.


“Kak, jika kakak ada masalah kakak bisa menceritakannya kepada ku. Luka itu tidak seharusnya disimpan tapi diobati.” Monica mengeluarkan sebungkus ice cream dari salah satu kantung plastik yang ia bawa lalu memberikannya kepada Clara. “Semoga kakak mengerti maksud ku.”


Clara menerima ice cream itu dalam diam, memandang kepergian Monica dengan mata berkaca kaca. Diobati? Bagaimana caranya Clara mengobati luka hatinya jika setiap kali ia mengobatinya Damian akan selalu menorehkan luka baru lagi disana bahkan disaat luka lamanya belum sembuh sedikitpun.


***


“Kau sudah menyerahkan amplop itu kepada Clara?”


Diana menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, ia sekarang ini tengah berada di kantor Damian. Duduk berhadapan dengan Damian yang kini tengah menginterogasinya.


“Baguslah kalau begitu.” Damian membuka laci meja kerjanya, mengeluarkan sebuah map dan melemparnya kearah Diana. “Tanda tangani berkas itu dan saat itu juga aku akan memberikan mu uang yang kau ingin kan.”


Diana mengerutkan alisnya, berkas apa yang perlu ia tanda tangani? Diana membuka map tersebut dan membaca isi dari berkas tersebut. Diana tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya setelah membaca berkas itu, Diana menatap Damian dengan pandangan tidak percaya.


“Kau ingin kita bercerai?” tangan Diana gemetar, ia pikir Damian akan memaafkannya dan tidak akan menceraikannya. Kenapa semuanya jadi seperti ini? Diana tidak mau berpisah dengan Damian.


“Lalu apa yang kau harapkan dariku, menerima mu kembali begitu? Jangan membuat ku tertawa Diana, aku bahkan tidak Sudi melihat wajah mu apalagi aku harus terus menjadi suami dari wanita yang dengan suka rela menjajakan tubuhnya untuk laki laki lain.”


Diana menggelengkan kepalanya, “Tidak Damian, aku mohon jangan begini. Aku berjanji aku tidak akan mengulanginya lagi, aku akan menjadi istri yang baik untuk mu.. aku mohon.”


Damian berdecak kesal, “Kenapa kau tetap bersikeras untuk tetap menjadi istri ku, sudah tidak ada cinta diantara kita dan juga untuk apa kau terus bersikeras jika yang kau inginkan dari ku hanya uang? Aku akan memberikan kau uang yang banyak kau tidak perlu khawatir.”

__ADS_1


Diana meremas ujung gaun yang ia kenakan, bukan karna Diana takut bahwa setelah bercerai Damian tidak akan menepati janji untuk memberikannya uang. Hanya saja Diana berpikir jika ia bercerai dengan Damian dan uang yang Damian berikan kepadanya telah habis bagaimana hidup Diana kedepannya? Diana sudah tidak seperti dulu lagi, ia tidak lagi punya pekerjaan untuk menghidupi kehidupannya jadi jika Diana berpisah dengan Damian maka Diana tidak akan punya uang bulanan lagi, ia tidak akan bisa hidup mewah lagi, Diana tidak mau kembali ke kehidupannya yang lama tersiksa karena tidak punya uang.


Diana dalam hati merutuki dirinya yang bisa ketahuan oleh Damian dan juga merutuki dirinya yang lalai berkali kali bekerja sebagai dokter hingga dipecat secara tidak hormat oleh rumah sakit. Semuanya karna Thomas, karna Diana terlalu mencintai laki laki sialan itu.


Diana terlalu mencintai Thomas sehingga Diana tidak bisa melupakan Thomas meskipun ia sudah menikah dengan Damian, Diana juga terlalu mencintai Thomas sehingga ia selalu menuruti kemauan laki laki itu setiap kali Thomas memintanya untuk datang bahkan diwaktu Diana seharusnya bertugas sebagai dokter dan dijadwal operasinya, karna Thomas Diana hampir menewaskan seorang pasien dan sebagai hukumannya Diana di pecat dari pekerjaannya.


Dan sekarang Diana juga akan bercerai dengan Damian karna Thomas.


“Damian, aku mohon jangan ceraikan aku. Aku rela melakukan apa saja asal kau tidak menceraikan ku.” Diana mulai meneteskan air matanya, berharap Damian luluh namun laki laki itu justru melempar pulpen kearahnya.


“Tanda tangani surat perceraian itu sekarang juga, kau lebih memilih kita bercerai dengan baik baik dan kau mendapatkan uang atau kau ku ceraikan dengan cara tidak baik dan tidak mendapatkan uang sepeserpun, kau pilih mana?” Damian bangkit dari posisi duduknya, ia melangkah mendekat kearah Diana dan mencengkram dagu wanita itu.


“Kau bilang kau rela melakukan apapun? Memangnya apa yang bisa kau lakukan? Kau itu tidak berguna Diana, kau itu tidak ada artinya bagiku jadi cepat tanda tangani berkas itu sebelum aku marah dan menyakiti mu.”


Diana gemetar, ia takut terhadap Damian. Damian bukan tipikal laki laki yang bermain main dengan perkataanya, jika Damian sudah berkata tentang sesuatu hal maka ia akan benar benar melakukannya tanpa segan segan.


“Ji-jika kita bercerai lalu kenapa kemarin kau ingin aku membawa kembali Clara ke rumah, bukan kah jika kita bercerai kita tidak akan tinggal bersama lagi dan juga tidak ada alasan bagi Clara untuk tinggal di rumah mu karna kau bukan kakak iparnya lagi. Ku pikir kau meminta ku membawa Clara kembali agar kita bertiga bisa tinggal bersama kembali sebagai keluarga.”


“Diana.. Diana.. yang aku inginkan itu adik mu, aku ingin dia kembali tinggal di rumah ku tapi tidak dengan dirimu. Aku sudah tidak sudi melihat mu menginjakkan kaki mu itu dirumah ku.”


Diana terkejut, kenapa Damian ingin tinggal dengan Clara berdua saja?


Jangan bilang kalau Damian memiliki perasaan lebih terhadap Clara? Atau jangan jangan selama Diana sibuk dengan Thomas, Clara menggoda Damian sehingga sekarang Damian ingin meninggalkannya.


Iya.. pasti semuanya karena Clara, pasti Clara menggoda Damian dan mengatakan hal yang tidak tidak kepada Damian, dan kepergian Clara dari rumah hanya aktingnya saja agar Damian menceraikan Diana.


Ya.. pasti seperti itu, dari awal Diana sudah curiga terhadap Clara, wanita sialan itu pasti akan membawa dampak buruk terhadap dirinya dan juga Clara selalu saja merebut segala hal yang seharusnya menjadi milik Diana, Clara itu menjengkelkan.


Kenapa juga Clara harus hidup di dunia ini?


Kenapa wanita itu tidak mati saja?


***

__ADS_1


Marvel menunggu Clara di depan gerbang kost-an nya, Marvel sudah meminta tolong kepada ibu kost untuk memanggil Clara keluar.


Sebelumnya Monica bercerita kepadanya bahwa Monica bertemu dengan Clara di taman dan Clara nampak sedih karena itulah Marvel datang bermaksud untuk mengajak Clara pergi, berharap ia bisa menghibur Clara meski sebenarnya ia juga tidak tahu apa penyebab Clara sedih.


Tidak perlu lama menunggu Clara keluar dan berjalan menghampiri Marvel, Marvel melebarkan senyumannya.


“Ada apa?”


“Apa kau sibuk? Kau ada waktu?”


Clara mengerutkan alisnya, “Tidak, memangnya kenapa?”


“Aku ingin mengajak mu pergi ke suatu tempat, kau mau pergi dengan ku?” Marvel berharap harap cemas, ia berharap Clara menerima ajakannya. Selain ingin menghibur Clara, Marvel juga ingin lebih dekat dengan Clara jadi ini mungkin bisa menjadi langkah yang bagus untuknya.


Baru saja Clara ingin menjawab ponsel Clara lebih dulu berdering, Clara melirik ponselnya dan ia terkejut ketika melihat bahwa ada pesan masuk dari Damian.


From : ATM Berjalan


Jika foto belum cukup memuaskan mu, lalu bagaimana dengan ini?


Damian mengirimkan sebuah video.


Clara mendongak kearah Marvel, “Tunggu sebentar.” Clara melangkah menjauh dari Marvel, Clara harus berjaga jaga untuk melihat video tersebut. Ketika Clara merasa posisinya sudah aman, Clara membuka video tersebut dan melihat video tersebut sukses membuat tubuhnya gemetar.


Video yang Damian kirimkan adalah video mereka tengah berhubungan intim.


Masih dalam keadaan shock, Damian kembali mengirimkannya pesan.


From : ATM Berjalan


Temui aku sekarang atau hal yang paling kau tidak inginkan terjadi, kau tahu bukan aku tidak pernah main main dengan perkataan ku.


Bagaimana ini.. apa yang harus aku lakukan?

__ADS_1


__ADS_2