SUGAR BROTHER

SUGAR BROTHER
SIDE STORY : MARVEL XIII


__ADS_3

Disinilah Marvel berdiri sekarang, di depan makam Gevan yang tidak diketahui oleh siapapun selain dirinya, Juan dan adik perempuan mereka, Monica.


Kedatangan Marvel kesini untuk menyampaikan bahwa Marvel telah menepati janjinya untuk membantu keluarga yang Marvel tinggalkan, namun Marvel juga kemari ingin meminta maaf karena cara ia membantu keluarga yang Gevan tinggalkan adalah datang seperti layaknya malaikat namun menyembunyikan kebenaran.


Marvel juga telah mengambil posisi Gevan di sisi Milla dan putra mereka, Riko.


Jujur, Marvel ingin berbuat egois sekali saja. Ia ingin egois dan terus menyembunyikan kebenaran agar ia bisa berada disisi Milla dan Riko. Seperti apa yang selalu Juan katakan kepadanya untuk bersikap egois sedikit dan memikirkan kebahagiaannya sendiri, inilah yang Marvel inginkan. Kebahagiaan Marvel adalah bersama Milla dan juga Riko.


Marvel masih merenung menatap makam tersebut, ia kembali membuka suara. “Maafkan aku Gevan, Maafkan aku yang telah jatuh cinta kepada seseorang yang seharusnya menjadi milik mu. Tapi aku bersumpah aku akan menjaga mereka sepenuh hati ku, aku tidak akan membuat mereka menderita dan menangis lagi. Aku akan membuat mereka bahagia. Aku janji, sekali lagi maafkan aku..”


***


Riko bahagia sekali, saat ia melihat kamar miliknya ia sangat senang. Belum lagi mainan mainan yang tertata rapih di dalam kamar tersebut, membuat kebahagiaan Riko semakin berlipat.


Tapi meski begitu, Riko tidak pernah mengharapkan mainan mahal ataupun kamar indah untuknya, kehadiran Om Marvel nya itu di dalam kehidupannya sudah Riko anggap sebagai anugrah terbesar yang Tuhan berikan untuknya.

__ADS_1


Riko percaya bahwa kehadiran Marvel adalah jawaban dari doa doa Riko selama ini kepada yang maha kuasa, Dan Riko benar benar bahagia bahwa apa yang selama ini ia nanti dengan sabar, ia doakan sepenuh hati menjadi kenyataan.


Setelah puas melihat kamar dan seisi kamar tersebut, Riko memutuskan untuk keluar kamar. Namun ia melihat bahwa Papa baru nya itu masih belum juga kembali.


“Papa Mapel masih belum pulang, Ma?” Riko bertanya kepada Milla yang tengah duduk di sofa ruang tamu, menunggu kepulangan Marvel.


Milla tersenyum kepada putranya itu, “Belum sayang, sebentar lagi juga pulang.”


Sebenarnya Milla ingin memasakkan sesuatu untuk Marvel, namun saat Milla mengecek isi kulkas yang masih kosong Milla tidak bisa apa apa selain menunggu Marvel pulang dan akan mendiskusikan tentang hal ini nanti.


Barang barang mereka masih ada di kontrakan yang lama.


Riko tersenyum lebar dan berlari keluar rumah saat mendengar suara mobil yang masuk ke pekarangan rumah, sepertinya Marvel sudah kembali.


Milla dan Riko menyambut kedatangan Marvel, Marvel terlihat sibuk menurunkan banyak koper dari mobil. Milla mengerutkan alisnya dan mendekat.

__ADS_1


“Kau mengambil semua barang barang yang ada di kontrakan?” tanya Milla sembari membantu Marvel membawa masuk koper yang Marvel keluarkan, Marvel tertawa dan menganggukkan kepalanya.


“Tidak semua, aku hanya membawa beberapa. Orang suruhan ku akan mengantarkan sisanya besok.” Jawab Marvel sembari menggerakkan tangannya memberi isyarat pada Riko untuk mendekat. “Papa sudah belikan makanan, tolong kamu bantu bawakan ke dalam ya.”


Riko tersenyum lebar, ia dengan cepat menganggukkan kepalanya. Hati nya semakin berbunga bunga lantaran Marvel menyebut dirinya sendiri dengan sebutan Papa. Riko sangat bahagia, benar benar bahagia sampai ia masuk ke dalam rumah membawa bungkusan makanan sembari melompat lompat kecil.


“Dia kelihatan senang sekali.” tutur Milla melihat putranya yang baru saja masuk ke dalam rumah, Milla menoleh ke arah Marvel dan tersenyum tulus. “Terima kasih banyak, Marvel.”


“Untuk?”


“Karena telah hadir di dalam kehidupan kami dan membuktikan kepada kami bahwa kami juga bisa bahagia.”


Marvel menganggukkan kepalanya, sejenak ia tersenyum jahil kepada Milla. “Jika kau memang benar benar merasa berterima kasih kepada suami mu ini, pastikan dirimu tidak tidur cepat malam ini. Kau mengerti maksud ku bukan?”


Pipi Milla memerah, namun ia menganggukkan kepalanya pertanda bahwa ia mengerti dengan apa yang Marvel katakan.

__ADS_1


“Bagus kalau begitu, ayo kita masuk.”


__ADS_2