SUGAR BROTHER

SUGAR BROTHER
SEASON II BAB 11


__ADS_3

*Marvel mengusap wajahnya kasar, tidak menyangka bahwa dirinya akan berurusan dengan kisah cinta Kakak nya sementara Marvel sendiri pusing setengah mati merindukan Milla.


Karena permasalahan Juan, Marvel yang seharusnya sibuk berkerja keras untuk memberikan adik kepada Riko justru tidak bisa melakukannya. Jangankan memberikan adik kepada Riko, Marvel tidak punya waktu untuk bermesraan dengan Milla karena Juan.


****


Marvel akan memberikan Juan waktu seminggu lagi sampai Marvel benar benar akan menyeret Juan pulang, tidak perduli bisa Juan gagal membawa Sabrina ikut dengannya.


Sementara menunggu Juan memperjuangkan cintanya, Marvel sibuk mengurusi pekerjaan yang Juan lemparkan kepada Marvel. Marvel harus bertemu dengan rekan bisnis yang kebetulan berada di kota yang sama dengannya saat ini menggantikan Juan.


Banyak hal yang harus Marvel lakukan termasuk berkeliling mencari hadiah apa yang sekiranya akan Marvel bawa untuk hadiah kepada Riko dan juga Milla yang sudah ia tinggalkan beberapa Minggu ini karena menyusul Juan kemari.


Marvel membelikan Riko mainan dan juga beberapa buku yang Marvel tebak pasti akan Riko sukai, sesaat Marvel melewati sebuah toko pakaian dalam wanita di mall yang ia kunjungi. Marvel merasa ingin sekali masuk ke dalam dan membelikan beberapa lingerie untuk Milla.


Namun Marvel malu untuk masuk kesana, malu lantaran di dalam banyak sekali pelanggan wanita yang juga sedang sibuk memilih. Sayang sekali, padahal salah satu lingerie yang di pajang itu benar benar menarik perhatian Marvel.


Mungkin lain kali, lain kali Marvel akan membelinya secara online. Atau mungkin Marvel akan meminta Milla untuk membelinya sendiri dan memilih sesuai dengan selera Milla sendiri.


Marvel menggeleng-gelengkan kepalanya, lama berpisah dengan Milla sepertinya membuat Marvel mulai berpikir yang aneh aneh.


***


Hari berlalu begitu cepat, ini hari terakhir. Hari terakhir Marvel akan membiarkan Juan menghabiskan waktunya untuk membujuk Sabrina. Marvel telah menunggu Juan, sudah 2 hari ini Juan tidak kembali ke kamar hotel nya.


Menurut dugaan Marvel, Juan pasti sedang berusaha keras untuk meyakinkan Sabrina sampai sampai tidak sempat kembali ke kamar hotel untuk sekedar beristirahat.


Marvel melirik jam tangan nya, ia rasa ia sudah cukup menunggu. Marvel akan menyusul Juan sekarang, dan memaksanya kembali ke kamar hotel untuk bersiap siap. Besok pagi mereka akan melakukan penerbangan pulang, Marvel sudah memesan tiketnya.


Baru saja Marvel ingin pergi menyusul Juan, Juan sudah lebih dulu muncul dihadapan Marvel. Dan terlebih lagi, Juan tidak datang sendiri. Juan datang bersama dengan Sabrina dan juga putra mereka, Marvel bisa melihat bahwa Juan membawa koper yang Marvel yakini adalah koper milik Sabrina dan juga Markus.


Sepertinya besok mereka tidak akan pulang berdua saja, orang orang rumah pasti akan kaget sekali. Terlebih lagi Riko, mungkin Riko akan senang memiliki sepupu yang lebih muda darinya beberapa tahun.


“Ah, kau datang. Aku baru saja akan menyusul mu.” Ujar Marvel sekedar basa basi, sepertinya Juan benar benar berhasil mengambil hati Sabrina kembali.


“Ya, Sabrina dan Markus akan menginap di kamar ini bersama ku agar mempermudah keberangkatan kita semua besok.” Juan menaruh koper yang sebelumnya ia bawa ke sudut kamar hotel ini, Marvel menganggukkan kepalanya mengerti.


Pandangan Marvel beralih kepada sosok kecil yang berdiri diantara Juan dan Sabrina. “Kau sudah makan?” tanya Marvel kepada Markus, anak kecil itu sontak menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


“Kita akan makan siang bersama, kau juga ikut lah Marvel.” tawar Juan kepada Marvel yang langsung Marvel sanggupi detik itu juga, akan lebih seru jika mereka makan bersama sekeluarga, ada Monica, Milla dan juga Riko. Pasti lebih menyenangkan.


***


“Kau yang akan menjaga anak anak itu selagi istri Marvel pergi menjemput suaminya itu ke bandara?” Damian mengerutkan keningnya tidak senang, Clara baru saja mengatakan bahwa besok Viola dan juga Riko akan dititipkan kepada Clara sementara Milla pergi ke bandara untuk menjemput kepulangan Marvel dengan kakak laki lakinya yang habis melarikan diri ke entah berantah itu.


“Kenapa bukan adik iparnya saja yang menjaga, kenapa harus kau?” Masih dengan nada tak senangnya Damian kembali bertanya, seingat Damian Marvel itu punya adik perempuan yang sudah besar yang sangat amat bisa untuk menjaga 2 orang anak.


“Damian.. Monica itu harus kuliah, lagi pula Milla hanya pergi sebentar kau tidak perlu terlihat tidak senang begitu.” Clara mencoba untuk membuat Damian mengerti, Clara tahu bahwa Damian selalu saja sensitif bisa mereka bicara mengenai Marvel dan juga keluarganya.


“Kau selalu saja begitu, meminta ku untuk maklum dan sebagainya. Aku tidak mengerti kenapa kau terus terus saja mau melakukan hal yang tidak seharusnya kau lakukan. Kenapa pula Marvel harus dijemput, mereka itu laki laki dewasa bisa pulang dengan sendirinya naik taksi ataupun meminta dijemput oleh supir pribadi mereka. Kenapa juga harus membuat repot istrinya untuk menjemput.” Damian merasa apa yang dikatakannya tidak salah, Damian juga sering berpergian keluar kota bahkan keluar negeri. Sekalipun Damian tidak pernah meminta Clara untuk datang ke bandara untuk menjemputnya, karena Damian tahu ia bisa pulang sendiri dan tidak ingin membuat Clara pusing harus meninggalkan anak mereka hanya untuk menjemput dirinya.

__ADS_1


Kenapa Marvel dan keluarganya itu selalu saja melibatkan Clara dalam segala hal yang terjadi dalam lingkup keluarga mereka, Damian benar benar membenci hal tersebut.


“Damian.. bukan kah kau sudah berjanji untuk tidak bersikap kekanak-kanakan, aku hanya akan menjaga Riko dan Viola sebentar bukannya menjadi istri kedua Marvel. Kau seharusnya bisa membedakan hal tersebut, kau terlalu insecure. Aku lelah terus bertengkar dengan mu hanya karena hal sepele.”


Damian tidak lagi bisa membalas perkataan Clara, Damian memilih diam dibandingkan harus berdebat lebih panjang dengan Clara yang hanya akan membuat mereka kembali bertengkar dan berujung saling mendiamkan satu sama lain. Damian tidak ingin hubungan pernikahannya dengan Clara merenggang.


***


Marvel menepuk nepuk puncak kepala Markus lembut, ikut senang melihat putra sulung kakaknya itu senang. Marvel bisa mengetahui melalui ekspresi wajah Markus bahwa Markus senang saat mereka makan di restoran mahal karena mungkin ini pertama kalinya bagi Markus.


Mengingatkan Marvel kepada Riko, hanya saja Riko tidak menyembunyikan perasaan senangnya sedangkan Markus dengan mati matian menyembunyikannya, rasa gengsi anak itu lebih besar dibandingkan ukuran tubuh dan juga usianya.


“Aku ke toilet sebentar.” Marvel ijin ke toilet sementara Juan, Sabrina dan Markus masih sibuk makan. Marvel ke toilet bukan untuk buang air besar ataupun kecil, Marvel hanya tiba tiba saja merindukan Riko setelah melihat betapa imutnya Markus makan tadi..


Menurut perkiraan Marvel, seharusnya jam segini Riko sudah pulang sekolah dan sudah sampai di rumah. Jadi Marvel bisa menelepon Riko sebentar untuk menanyakan kabar anak itu. Meski sebenarnya besok Marvel sudah akan pulang tapi tetap saja Marvel rindu suara Riko.


***


Riko sedang asik memperhatikan Milla yang menimang nimang Viola saat ada panggilan masuk ke ponsel Milla.


Berhubung Milla sibuk menggendong Viola, Riko lah yang mengambil ponsel tersebut dan mengangkat panggilan tersebut. Senyum riang terbit di wajah Riko saat mengetahui siapa yang menelepon.


“Papa!!” sahut Riko pada ponsel yang menempel di telinganya itu, sontak menarik perhatian Milla yang sibuk menimang-nimang Viola.


“Papa Riko rindu!”


***


*Marvel mengusap wajahnya kasar, tidak menyangka bahwa dirinya akan berurusan dengan kisah cinta Kakak nya sementara Marvel sendiri pusing setengah mati merindukan Milla.


Karena permasalahan Juan, Marvel yang seharusnya sibuk berkerja keras untuk memberikan adik kepada Riko justru tidak bisa melakukannya. Jangankan memberikan adik kepada Riko, Marvel tidak punya waktu untuk bermesraan dengan Milla karena Juan.


****


Marvel akan memberikan Juan waktu seminggu lagi sampai Marvel benar benar akan menyeret Juan pulang, tidak perduli bisa Juan gagal membawa Sabrina ikut dengannya.


Sementara menunggu Juan memperjuangkan cintanya, Marvel sibuk mengurusi pekerjaan yang Juan lemparkan kepada Marvel. Marvel harus bertemu dengan rekan bisnis yang kebetulan berada di kota yang sama dengannya saat ini menggantikan Juan.


Banyak hal yang harus Marvel lakukan termasuk berkeliling mencari hadiah apa yang sekiranya akan Marvel bawa untuk hadiah kepada Riko dan juga Milla yang sudah ia tinggalkan beberapa Minggu ini karena menyusul Juan kemari.


Marvel membelikan Riko mainan dan juga beberapa buku yang Marvel tebak pasti akan Riko sukai, sesaat Marvel melewati sebuah toko pakaian dalam wanita di mall yang ia kunjungi. Marvel merasa ingin sekali masuk ke dalam dan membelikan beberapa lingerie untuk Milla.


Namun Marvel malu untuk masuk kesana, malu lantaran di dalam banyak sekali pelanggan wanita yang juga sedang sibuk memilih. Sayang sekali, padahal salah satu lingerie yang di pajang itu benar benar menarik perhatian Marvel.


Mungkin lain kali, lain kali Marvel akan membelinya secara online. Atau mungkin Marvel akan meminta Milla untuk membelinya sendiri dan memilih sesuai dengan selera Milla sendiri.


Marvel menggeleng-gelengkan kepalanya, lama berpisah dengan Milla sepertinya membuat Marvel mulai berpikir yang aneh aneh.


***

__ADS_1


Hari berlalu begitu cepat, ini hari terakhir. Hari terakhir Marvel akan membiarkan Juan menghabiskan waktunya untuk membujuk Sabrina. Marvel telah menunggu Juan, sudah 2 hari ini Juan tidak kembali ke kamar hotel nya.


Menurut dugaan Marvel, Juan pasti sedang berusaha keras untuk meyakinkan Sabrina sampai sampai tidak sempat kembali ke kamar hotel untuk sekedar beristirahat.


Marvel melirik jam tangan nya, ia rasa ia sudah cukup menunggu. Marvel akan menyusul Juan sekarang, dan memaksanya kembali ke kamar hotel untuk bersiap siap. Besok pagi mereka akan melakukan penerbangan pulang, Marvel sudah memesan tiketnya.


Baru saja Marvel ingin pergi menyusul Juan, Juan sudah lebih dulu muncul dihadapan Marvel. Dan terlebih lagi, Juan tidak datang sendiri. Juan datang bersama dengan Sabrina dan juga putra mereka, Marvel bisa melihat bahwa Juan membawa koper yang Marvel yakini adalah koper milik Sabrina dan juga Markus.


Sepertinya besok mereka tidak akan pulang berdua saja, orang orang rumah pasti akan kaget sekali. Terlebih lagi Riko, mungkin Riko akan senang memiliki sepupu yang lebih muda darinya beberapa tahun.


“Ah, kau datang. Aku baru saja akan menyusul mu.” Ujar Marvel sekedar basa basi, sepertinya Juan benar benar berhasil mengambil hati Sabrina kembali.


“Ya, Sabrina dan Markus akan menginap di kamar ini bersama ku agar mempermudah keberangkatan kita semua besok.” Juan menaruh koper yang sebelumnya ia bawa ke sudut kamar hotel ini, Marvel menganggukkan kepalanya mengerti.


Pandangan Marvel beralih kepada sosok kecil yang berdiri diantara Juan dan Sabrina. “Kau sudah makan?” tanya Marvel kepada Markus, anak kecil itu sontak menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


“Kita akan makan siang bersama, kau juga ikut lah Marvel.” tawar Juan kepada Marvel yang langsung Marvel sanggupi detik itu juga, akan lebih seru jika mereka makan bersama sekeluarga, ada Monica, Milla dan juga Riko. Pasti lebih menyenangkan.


***


“Kau yang akan menjaga anak anak itu selagi istri Marvel pergi menjemput suaminya itu ke bandara?” Damian mengerutkan keningnya tidak senang, Clara baru saja mengatakan bahwa besok Viola dan juga Riko akan dititipkan kepada Clara sementara Milla pergi ke bandara untuk menjemput kepulangan Marvel dengan kakak laki lakinya yang habis melarikan diri ke entah berantah itu.


“Kenapa bukan adik iparnya saja yang menjaga, kenapa harus kau?” Masih dengan nada tak senangnya Damian kembali bertanya, seingat Damian Marvel itu punya adik perempuan yang sudah besar yang sangat amat bisa untuk menjaga 2 orang anak.


“Damian.. Monica itu harus kuliah, lagi pula Milla hanya pergi sebentar kau tidak perlu terlihat tidak senang begitu.” Clara mencoba untuk membuat Damian mengerti, Clara tahu bahwa Damian selalu saja sensitif bisa mereka bicara mengenai Marvel dan juga keluarganya.


“Kau selalu saja begitu, meminta ku untuk maklum dan sebagainya. Aku tidak mengerti kenapa kau terus terus saja mau melakukan hal yang tidak seharusnya kau lakukan. Kenapa pula Marvel harus dijemput, mereka itu laki laki dewasa bisa pulang dengan sendirinya naik taksi ataupun meminta dijemput oleh supir pribadi mereka. Kenapa juga harus membuat repot istrinya untuk menjemput.” Damian merasa apa yang dikatakannya tidak salah, Damian juga sering berpergian keluar kota bahkan keluar negeri. Sekalipun Damian tidak pernah meminta Clara untuk datang ke bandara untuk menjemputnya, karena Damian tahu ia bisa pulang sendiri dan tidak ingin membuat Clara pusing harus meninggalkan anak mereka hanya untuk menjemput dirinya.


Kenapa Marvel dan keluarganya itu selalu saja melibatkan Clara dalam segala hal yang terjadi dalam lingkup keluarga mereka, Damian benar benar membenci hal tersebut.


“Damian.. bukan kah kau sudah berjanji untuk tidak bersikap kekanak-kanakan, aku hanya akan menjaga Riko dan Viola sebentar bukannya menjadi istri kedua Marvel. Kau seharusnya bisa membedakan hal tersebut, kau terlalu insecure. Aku lelah terus bertengkar dengan mu hanya karena hal sepele.”


Damian tidak lagi bisa membalas perkataan Clara, Damian memilih diam dibandingkan harus berdebat lebih panjang dengan Clara yang hanya akan membuat mereka kembali bertengkar dan berujung saling mendiamkan satu sama lain. Damian tidak ingin hubungan pernikahannya dengan Clara merenggang.


***


Marvel menepuk nepuk puncak kepala Markus lembut, ikut senang melihat putra sulung kakaknya itu senang. Marvel bisa mengetahui melalui ekspresi wajah Markus bahwa Markus senang saat mereka makan di restoran mahal karena mungkin ini pertama kalinya bagi Markus.


Mengingatkan Marvel kepada Riko, hanya saja Riko tidak menyembunyikan perasaan senangnya sedangkan Markus dengan mati matian menyembunyikannya, rasa gengsi anak itu lebih besar dibandingkan ukuran tubuh dan juga usianya.


“Aku ke toilet sebentar.” Marvel ijin ke toilet sementara Juan, Sabrina dan Markus masih sibuk makan. Marvel ke toilet bukan untuk buang air besar ataupun kecil, Marvel hanya tiba tiba saja merindukan Riko setelah melihat betapa imutnya Markus makan tadi..


Menurut perkiraan Marvel, seharusnya jam segini Riko sudah pulang sekolah dan sudah sampai di rumah. Jadi Marvel bisa menelepon Riko sebentar untuk menanyakan kabar anak itu. Meski sebenarnya besok Marvel sudah akan pulang tapi tetap saja Marvel rindu suara Riko.


***


Riko sedang asik memperhatikan Milla yang menimang nimang Viola saat ada panggilan masuk ke ponsel Milla.


Berhubung Milla sibuk menggendong Viola, Riko lah yang mengambil ponsel tersebut dan mengangkat panggilan tersebut. Senyum riang terbit di wajah Riko saat mengetahui siapa yang menelepon.

__ADS_1


“Papa!!” sahut Riko pada ponsel yang menempel di telinganya itu, sontak menarik perhatian Milla yang sibuk menimang-nimang Viola.


“Papa Riko rindu!”


__ADS_2