SUGAR BROTHER

SUGAR BROTHER
FOURTEEN


__ADS_3

Marvel menghampiri Clara yang menangis di pinggir jalan, berjalan lemah dengan putus asa.


Marvel sontak memeluk Clara, ia tidak tega melihat Clara seperti ini. "Tenanglah.. semuanya akan baik baik saja."


Tangisan Clara tidak juga berhenti, Clara justru semakin menangis di dalam pelukan Marvel.


Tenang bagaimana? Bagaimana Clara bisa tenang jika Damian benar benar akan menyebarkan video tersebut. Clara takut, Clara sudah berjuang mati matian untuk bisa kuliah, Clara tidak ingin di keluarkan dari tempat kuliahnya dan menanggung malu yang lebih besar lagi.


Jika video itu tersebar maka semua orang akan mengoloknya, tidak akan ada lagi tempat bagi Clara nantinya. Kemanapun Clara pergi pasti orang orang akan menghinanya, menganggapnya wanita mata duitan yang rela tidur dengan siapa saja asalkan mendapatkan uang.


"Clara, tenanglah.. semuanya akan baik baik saja, kak Juan sudah bersedia untuk membantu mu jadi kau tidak perlu menangis lagi." Marvel menepuk nepuk punggung Clara berharap hal itu bisa membuat tangisan Clara berhenti, "Semuanya akan baik baik saja, percayalah padaku."


Clara melepaskan pelukannya dengan Marvel, ia menatap Marvel serius dengan mata yang berlinang air mata. "Benarkah?"


"Ya, Kak Juan akan membantu mu. Dan aku pun tidak akan pernah meninggalkan mu sendirian, kau tidak perlu takutkan apapun. Selama masih ada aku semuanya pasti akan baik baik saja." Marvel mengusap air mata di pipi Clara, memberikan kecupan lembut di kening Clara.


Clara tersenyum haru, Marvel.. malaikat yang Tuhan kirim padanya.


Jika tidak ada Marvel entah bagaimana nasib Clara saat ini, Clara bersyukur bahwa ada orang seperti Marvel yang mau berteman dengan wanita sepertinya.


Marvel bahkan tidak meninggalkannya disaat laki laki itu tahu segalanya, Marvel justru tetap mendukung Clara disaat semua orang berlomba lomba untuk menghancurkannya.


"Terima kasih Marvel, terima kasih karna telah muncul di hidupku, menjadi penyelamat ku, menjadi teman ku, menjadi seseorang yang selalu mendukung ku. Terima kasih banyak." Clara kembali memeluk Marvel erat erat, Clara tidak tahu bagaimana cara ia bisa membalas kebaikan Marvel.


***


“Apa tujuan mu kemari, ku rasa urusan bisnis kita sudah lama selesai.” Damian duduk berhadapan dengan Juan Orlando, orang yang pernah menjadi mitra bisnisnya namun juga salah satu orang yang tidak Damian sukai, karna Juan itu sama seperti dirinya. Licik.


“Kau kenal wanita bernama Clara Aurora?”


Damian mendadak serius, kenapa Juan dengan tiba tiba membahas Clara? Dari mana Juan bisa mengenal Clara.


Lagi lagi pikiran buruk tentang Clara muncul, mungkinkah Clara telah mencari laki laki baru yang lebih kaya dan yang Clara incar kali ini adalah Juan Orlando, seseorang yang Damian kenal.


Damian tidak habis pikir dengan wanita itu, tidak kah meraup keuntungan dari satu laki laki sudah cukup baginya? Tapi mengingat apa yang sudah Diana lakukan membuat Damian mengerti, kakaknya saja seserakah itu maka bukan tidak mungkin Clara bisa jauh lebih serakah dari kakaknya itu.


“Kenapa kau diam saja, kau kenal Clara Aurora ‘bukan?”


Damian berdecak kesal, “Iya aku mengenalnya lalu kenapa, apa urusan mu dengan wanita itu.”

__ADS_1


Damian memperhatikan Juan yang juga terlihat jengkel, “Wanita sialan itu mencoba untuk mendekati adik ku, dia mencoba untuk merayu adik ku yang terlalu bodoh itu. Wanita itu bahkan berhasil membuat adik ku memohon kepadaku agar aku menemui mu untuk memastikan kau tidak menyebarkan video porno mu dengan wanita itu agar nama wanita itu tidak rusak. Benar benar menjengkelkan.”


“Jika menurut mu menuruti kemauan adik mu itu menjengkelkan kau tidak perlu melakukannya.”


Juan berdecih, bagaimana bisa ia tidak menuruti kemauan Marvel setelah Marvel bersujud di depannya, menangis hanya karna cinta bodohnya itu.


“Yang lebih membuatku jengkel bukan karna permintaan adik ku itu, aku tahu dia itu baik hati tapi aku benci wanita itu, Clara benar benar menguasai adik ku, kali ini dia bisa saja hanya meminta adik ku untuk melakukan hal ini tapi kedepannya aku yakin Clara akan semakin berani dan meminta hal hal lebih lagi kepada adik ku yang sudah pasti akan merugikan keluarga kami.” Juan memperbaiki posisi duduknya, ia menatap Damian serius. “Aku kemari bukan untuk meminta mu membatalkan niat mu itu untuk menyebarkan video porno kalian itu, aku hanya ingin memberitahu mu untuk segera mengurus wanita itu sebelum aku menyingkirkan nya dari adik ku dengan tangan ku sendiri. Kau tahu aku ini seperti apa ‘kan?”


Juan bangkit berdiri, “Aku hanya ingin menyampaikan hal itu, aku harus pergi sekarang. Aku punya urusan lebih penting dari pada duduk bersama mu dituangkan mu ini.” Juan melangkah pergi begitu saja, Damian berdecih melihat sikap angkuh Juan. Damian bahkan tidak mengharapkan kehadiran Juan di kantornya.


Clara ini benar benar membuat Damian kesal, memang tidak seharusnya Clara berkeliaran diluar sana. Berkeliaran membuat Clara bisa dengan bebas mendekati banyak laki laki demi mencari keuntungan, wanita itu tidak pernah puas dengan apa yang sudah dimilikinya.


Damian meraih ponselnya, menghubungi salah satu orang suruhannya. Menunggu sebentar hingga panggilan tersebut di angkat.


“Iya, Tuan.”


“Bawa Clara kepadaku bagaimana pun caranya, jika ia tidak mau ikut dengan cara baik baik maka kau bisa memaksanya atau menculiknya sekalipun aku tidak perduli. Aku ingin kau membawanya kepada ku malam ini juga.”


***


“Bagaimana kak, kau sudah menemui Damian bukan?” Marvel bertanya dengan harap harap cemas, ia khawatir kalau masa depan Clara akan terancam karena video porno sialan itu.


Baik Marvel dan Clara mendongak dengan senyum sumringah, berharap harap hasil dari pertemuan Juan dengan Damian itu membawakan hasil yang positif.


“Lalu bagaimana?”


“Ya, Damian bilang ia tidak akan menyebarkan video itu tapi dengan satu syarat.”


“Apa syaratnya?” Marvel dan Clara bertanya secara bersamaan.


“Clara harus mengembalikan seluruh uang yang telah ia terima dari Damian. Hanya itu saja.”


Juan berbohong, Damian tidak pernah mengajukan syarat tersebut. Juan mengatakan kebohongan ini agar Marvel berhenti mendesaknya untuk membantu Clara dan juga ini adalah salah satu rencana Juan untuk menyingkirkan Clara dari hidup Marvel.


Juan hanya perlu memancing sedikit maka semuanya akan berjalan sesuai dengan rencananya, semuanya akan berakhir seperti apa yang ia inginkan.


Juan hanya perlu bersabar sedikit lagi.


***

__ADS_1


“Masuklah, semuanya sudah aman. Yang perlu kita pikirkan saat ini hanya uang untuk membayar Damian, kita bisa mencari jalan solusinya bersama sama. Jangan terlalu kau pikirkan, beristirahatlah.” Marvel mengibas ngibaskan tangannya, memberikan gerakan menyuruh Clara untuk segera masuk kedalam kamar kost nya. Clara terlalu banyak berpikir dan menangis, Marvel ingin Clara beristirahat dan menenangkan hatinya. Semuanya akan baik baik saja, Marvel yakin itu.


Clara memberikan Marvel senyuman lebar, “Terima kasih.” sebelum Clara masuk, ia menyempatkan diri untuk mengecup pipi Marvel lembut.


Dalam hati lagi lagi Clara berucap syukur karna ada Marvel di sisinya.


Baru saja Clara masuk ke dalam kamarnya, ia sudah ditarik dari dalam kamar. Mulutnya dibekap dengan sapu tangan, Clara mencoba berontak namun ia kalah kuat. Semakin Clara bergerak mencoba melepaskan diri maka semakin Clara merasa tubuhnya mulai melemas, sapu tangan itu beraroma aneh yang membuat Clara merasa pusing dan mengantuk.


Bagaimana bisa seseorang masuk kedalam kamar kostnya?


Dan siapa dalang dibalik semua ini?


Lama dibekap membuat tubuh Clara melemas hingga akhirnya jatuh pingsan.


Ketika Clara kembali tersadar, ia sudah terikat di ranjang yang sangat ia kenali. Kamar tempatnya di kurung ini adalah kamar Damian.


Tak lama pintu kamar itu terbuka, menampilkan Damian yang melangkah masuk hanya mengenakan jubah mandinya saja, rambut laki laki itu basah pertanda bahwa ia baru saja selesai mandi.


“D-Damian, kenapa aku bisa disini? Lepaskan aku!”


Damian berdecih, “Melepaskan mu? Dalam mimpi saja, aku tidak akan pernah melepaskan sesuatu jika aku belum bosan dengan hal itu, jika aku sudah bosan dengan mu maka aku akan dengan senang hati membuang mu. Tapi itu tidak sekarang, kau paham?”


Membuang?


Apa Damian pikir Clara ini mainan yang jika sudah tidak berguna lagi bisa dibuang ketempat sampah?


Damian benar benar tidak punya hati.


“Bukan kah kau bilang bahwa kau akan melepaskan ku dan menghapus video itu asalkan aku membayar semua uang yang telah kau berikan kepadaku?!”


Damian tertawa, omong kosong apa yang tengah Clara bicarakan saat ini. “Aku tidak akan mungkin melepaskan mu hanya dengan imbalan uang, aku memiliki banyak uang jadi aku tidak membutuhkan uang mu. Lagi pula kau mau mendapatkan uang dari mana, menjual diri mu lagi ke orang lain?”


“Aku tidak seperti itu!”


Damian tersenyum miring, ia duduk di tepi ranjang. Tangan Damian terulur membelai wajah Clara. “Bersikap manis lah maka aku akan memperlakukan mu dengan lembut malam ini.”


Clara menjauhkan wajahnya, ia tidak sudi. “Aku tidak ingin kau sentuh!”


Clara emosi, ternyata Juan menipunya. Clara sudah berharap lebih tapi Juan justru berbohong. Seharusnya Clara curiga, mana mungkin Damian mau dibayar dengan uang seperti itu, jika memang begitu maka sudah dari lama Clara lepas dari jeratan Damian.

__ADS_1


__ADS_2