SUGAR BROTHER

SUGAR BROTHER
THIRTY FOUR


__ADS_3

Clara lagi lagi menemui Martha di Bar, Clara seata mata mendekati Martha untuk mengetahui informasi lebih banyak lagi mengenai Diana.


Memang agak sulit berusaha mendekati Martha lantaran Martha adalah wanita yang mudah curiga dengan kesalahan sedikit saaja, Clara bahkan harus memerankan peran sebagai selingkuhan Damian. Clara mengaku kepada Martha bahwa ia menggoda kakak iparnya demi mendapat setumpuk uang untuk berfoya foya.


Untungnya Martha percaya dan justru memberikan nasihat kepada Clara agar tidak kehilangan apa yang sudah ia dapat danjustru mendapatkan lebih banyak lagi.


Clara terkejut setiap kali ia mendapatkan informasi baru tentang Diana, sampai suatu saat obrolan Clara dan Martha mulai melenceng. wanita itu mulai mengatakan hal hal aneh seperti melenyapkan, membunh dansemacamnya.


Clar mulai merasa waspada dan takut untuk terus berhubungan dengan Martha, karena Martha mengatakan bahwa ia punya rencana untuk membunuh anak tiri nya.


sepertinya apa yang dikatakan Damian ada benarnya bahwa pergi ke bar dan bersosialisasi dengan orang orang disana bukanlah keputusan yang baik.


***


Damian berdecak saat ia mendapatkan informasi bahwa Clara kembali pergi ke Bar lagi.


Besok tes DNA akan di lakukan, semuanya akan menjadi jelas besok.


Damian mengambil kunci mobilnya, ia harus mendatangi Clara dan memarahi Clara sepertinya. Clara sudah mulai keterlaluan, Clara tidak bisa seenaknya pergi ke Bar seperti itu.


Sebelum Damian pergi, Damian mengatakan pada Jackson untuk mengusir Diana jika Diana datang dan main masuk ke dalam ruangannya nanti.


Damian juga sudah memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi Thomas, memastikan Thomas tidak akan bertemu dengan Diana untuk merencanakan sesuatu.


Damian yakin saat ini pasti Diana sedang mencari bermacam cara untuk membuatnya terbukti hamil anak Damian, namun semuanya tidak akan semudah itu.


Mereka akan tes DNA di rumah sakit yang Damian pilih. Bahkan Damian akan menyertakan anak buahnya untuk mengawasi proses tersebut, bahkan juga dengan cctv.


Damian akan cari aman, meski ia tahu Diana tidak akan bisa melakukan apa apa. Karena Diana tidak punya uang, dulu mungkin Diana bisa menyuap seseorang untuk melakukan tindakan kriminal tapi sekarang Diana tidak akan bisa, Diana sudah tidak berkerja dan juga tidak mendapatkan uang baik dari Damian ataupun dari Ibu Damian.


Diana benar benar sedang terjepit saat ini.


***


"Pulang." tukas Damian pada Clara, ia menarik tangan Clara.


Clara menepis tangan Damian, "Aku tidak akan pulang dengan mu."


"Jangan keras kepala Clara, kau pikir kau saat ini sedang tidak mengandung? Pikirkan calon anak kita!"


Clara cemberut, "Bukan kah aku sudah bilang kepada mu bahwa aku akan pulang dengan mu jika kau sudah bisa membujtikan bahwa kau tidak bersalah."


"Tapi bukan berarti kau bebas keluyuran seperti ini, Clara." Damian mengusap wajahnya kasar, ia tidak perduli orang orang memandangnya dengan tatapan aneh karena terus berusaha untuk memaksa seorang perempuan untuk pulang.

__ADS_1


"Aku pergi kemari bukan untuk main main, karena aku ingin membantu mu sekaligus meyakinkan diri ku sendiri."


"Bukan kah aku sudah menyuruh mu untuk menunggu? Kau tidak perlu melakukan apapun, kau hanya perlu menunggu ku dan menepati janji mu saat aku sudah membuktikan semuanya. Tidak perlu melibatkan dirimu, aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku dan dirimu jika sesuatu hal terjadi kepada anak kita." Damian kembali meraih tangan Clara, "Sekarang.. mari kita pulang, cukup sampai disini perdebatan ini. Ku harap kau mau mendengarkan ku dan tidak datang lagi ketempat seperti ini."


***


Diana menjambak rambutnya frustasi, ia tidak ingin berangkat. Tapi Ibu Damian sudah menunggu di luar bersama dengan beberapa bodyguard yang Damian kirim untuk mengawal mereka.


Diana tidak menyangka kalau semuanya justru jadi akan seperti ini, seharusnya Ibu Damian berada di pihaknya mempercayainya dan memaksa Damian untuk kembali menikahi Diana.


Namun Feelisa, Ibu Damian justru meminta tes DNA.


Diana tidak tahu bagaimana cara untuk mengatasi masalah itu, lantaran ia tidak bisa memanipulasi hasil tes DNA nya nanti dilihat dari betapa ketatnya penjagaan Damian.


Diana pun sudah berusaha untuk menghubungi Thomas kembali namun Thomas tidak bisa dihubungi, Diana yang ingin menemui Thomas secara langsung pun tidak bisa lantaran Feelisa selalu mengawasi pergerakan Diana.


Diana mendengar suara ketukan pintu.


"Diana, sudah saat nya berangkat."


Diana mau tidak mau keluar dari kamar nya, memasang senyum palsu meski ia sangat ketakutan di dalam hati.


Bagaimana ia tidak takut, kebohongannya akan terbongkar sebentar lagi.


Semuanya terancam gagal, rencana yang telah ia susun susah payah. Kebohongan yang sudah ia rancang semuanya akan sia sia hanya karena sebuah tes DNA.


***


Cairan amnion Diana telah diambil, sampel darah Damian pun sudah diambil. Semuanya akan segera di proses dan memerlukan waktu sekitar 14 hari sampai hasil dari tes DNA tersebut keluar.


"Kau kelihatan pucat." celetuk Damian menyindir Diana, namun Diana justru semakin membuat dirinya terlihat lemah.


"Aku begini karena aku tengah mengandung anak mu Damian, aku sedang hamil anak mu tapi kau justru bersenang senang dengan wanita lain."


Damian terkekeh sinis dengan perkataan Diana, "Berhentilah berkilah, kau sebenarnya takut bukan semua kebohongan mu terbongkar dan segala usaha mu berujung kegagalan?"


"Aku bersumpah kalau aku ini tengah mengandung anak mu Damian." Diana menatap Damian dengan tatapan sedihnya, ia mengusap perutnya tersebut.


Damian melipat tangannya di depan dada, "Kau pikir kau bisa membodohi ku? Aku tidak pernah meniduri mu sejak 5 bulan yang lalu. Bagaimana bisa kau tiba tiba hamil dengan kandungan yang masih 11 Minggu seperti ini, kau pikir aku bodoh? Satu satu nya wanita yang benar benar mengandung darah daging ku hanya Clara. Dan aku pun hanya ingin punya anak dari rahim nya."


Diana tergagap, ia tidak menyangka bahwa Clara sekarang tengah mengandung anak Damian.


"Aku tahu kau sekarang tengah berpikir bagaimana cara untuk menyingkirkan Clara, tapi berpikirlah dengan benar. Apa kau pikir dengan tidak ada nya Clara dihidup ku aku akan memilih bersama mu? Tidak sama sekali, lagi pula aku tidak akan membiarkan kau bisa menyentuh sehelai rambut Clara sekalipun. Camkan itu."

__ADS_1


Diana berteriak kesal sesaat Damian pergi, ia kesal karena ia benar benar terpojok.


Kebohongannya akan terbongkar dan juga sekarang Clara hamil anak Damian, semakin sulit bagi Diana untuk mendapatkan Damian dan hartanya.


Seandainya saja wanita itu tidak pernah hidup di dunia.


***


Sembari memasuki mobilnya Damian menghubungi salah satu anak buahnya, "Terus awasi pergerakkan nya. Jangan biarkan dia melakukan hal hal yang merugikan ku. Jika kau melihat ia melakukan hal ekstrim yang merugikan ku bunuh saja dia saat itu juga."


"Siap, Tuan."


Damian akan menjemput Clara sekarang, karena sekarang juga jadwal Clara untuk check up.


Damian sudah sangat tidak sabar untuk mendengar penjelasan dokter tentang pertumbuhan anak nya.


Damian mengemudikan mobilnya tanpa henti hentinya tersenyum, ia bahkan membunyikan klakson nya dengan semangat saat melihat Clara sudah menunggu di depan rumah. Menunggu kedatangan Damian.


"Bagaimana pengambilan sampel nya, lancar?" tanya Clara saat memasuki mobil, Damian dengan sigap mengambil alih tugas Clara untuk memasang sabuk pengaman, membuat Clara sedikit terkejut.


Tak lupa Damian mengusap perut Clara, menyapa calon anak nya itu. "Haloo sayangnya Papa."


Clara mengerutkan alisnya melihat perilaku Damian yang menurutnya agak aneh.


"Kita berangkat sekarang?" tanya Clara kikuk, Damian menangani guk dengan senyum lebarnya.


***


"Pertumbuhannya sangat sehat, mungkin tidak lama lagi kita sudah bisa melihat jenis kelamin nya."


Damian menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu dok, saya ingin jenis kelamin nya menjadi surprise saja. Apapun jenis kelamin anak saya, saya tetap mencintai nya."


Clara kembali menoleh kearah Damian, kenapa Damian hari ini terdengar agak menggelikan?


"Haha baik lah kalau begitu pak, harap istrinya terus dijaga ya Pak. Mungkin akan ada permintaan yang aneh aneh tapi harap di maklumi." Dokter tersebut menyerahkan foto USG. Damian menerima nya dengan penuh semangat, memandang foto tersebut lamat lamat.


"Anak ku."


"Kau kelihatan agak berlebihan Damian, kenapa tidak sekalian saja kau simpan foto itu di dompet mu?"


Damian menganggukkan kepalanya, "Iya, aku memang berniat memasangnya di dompet ku, bahkan aku akan menggandakan foto ini dan menaruhnya di banyak tempat."


"Kau mulai terdengar gila."

__ADS_1


"Aku memang gila jika itu tentang dirimu dan anak kita."


"Ugh.."


__ADS_2