SUGAR BROTHER

SUGAR BROTHER
SIDE STORY : MARVEL XII


__ADS_3

Marvel tersenyum mengulurkan tangannya meraih tangan Milla, berjalan berdua bergandengan tangan dengan tepuk tangan riuh dari tamu undangan.


Hari ini mereka telah resmi menikah, meski banyak kendala namun semuanya bisa diurus dengan bantuan dari kakak laki laki Marvel, yaitu Juan Orlando.


Suara tepuk tangan semakin riuh saat Marvel dan Milla berhasil keluar dan masuk ke dalam mobil pernikahan mereka yang telah dihias sedemikian rupa. Di dalam mobil ada Riko yang sudah menunggu bersama supir.


Mobil mereka melaju menuju rumah baru mereka, yang Marvel hadiahkan sebagai hadiah pernikahannya dengan Milla.


sesampainya di sana Milla tidak mampu berkata apa apa lagi selain menitikkan air mata dan mengucapkan terima kasih kepada Marvel.


“Mulai hari ini mari hidup bahagia bersama.”


Milla menganggukkan kepalanya, menerima kecupan manis dikeningnya. Betapa beruntungnya ia bisa mendapatkan laki laki sebaik Marvel.


“Ayo Riko sayang, kita masuk. Papa akan tunjukan kamar baru kamu.”


***

__ADS_1


“Apa ini tidak terlalu berlebihan?” tanya Milla pada Marvel setelah melihat seperti apa kamar baru untuk Riko. Kamar itu bagus sekali, dicat dengan warna kesukaan Riko dan juga dipenuhi action figure yang Riko sukai.


Marvel menggelengkan kepalanya, “Itu tidak berlebihan sama sekali. Riko memang sudah sepatutnya mendapatkannya. Kau tidak perlu mengkhawatirkan banyak hal. Yang kau perlu pikirkan adalah bagaimana kita akan menjalankan malam pertama kita nanti tanpa gangguan.”


Pipi Milla mendadak memerah ketika memikirkannya.


Marvel tersenyum melihat Milla yang tersipu, ia mengusap pipi Milla sejenak. “Kau bisa berganti pakaian jika kau mau, maaf aku harus pergi sebentar tapi aku akan segera kembali.”


Milla hanya menganggukkan kepalanya saja, ia terlalu malu ketika Marvel mengecup keningnya sebelum benar benar pergi.


Milla melihat gaun yang dikenakannya saat ini, ia harus berganti pakaian.


***


Marvel turun dari mobilnya dan melangkahkan kaki nya menuju makam seseorang, ia berdiri tepat di depan kuburan tersebut, kuburan dengan batu nisan bertuliskan nama Gevan.


Dengan bunga yang Marvel beli di perjalanan, Marvel meletakkannya di makam tersebut.

__ADS_1


“Aku datang.. aku datang kemari untuk meminta maaf padamu. Aku tahu, kau hanya meminta ku untuk menjaga keluarga mu bukan mengambil posisi mu dihati mereka. Tapi maafkan aku Gevan, aku tidak bisa membohongi perasaan ku sendiri bahwa aku juga menyayangi mereka.” Marvel bicara pada makam tersebut, setitik air mata jatuh membasahi pipi Marvel.


Ia teringat kejadian itu, kejadian yang mengantarkannya kepada Milla dan juga Riko


Flashback


*Marvel mengusap air matanya, ia benar benar telah kalah. Clara lebih memilih Damian dari pada dirinya.


Awalnya Marvel pikir ia masih punya kesempatan saat Clara memutuskan untuk pergi menenangkan diri keluar negeri, Marvel pikir saat Clara kembali nanti ia bisa merebut hati wanita itu.


Namun ia salah, saat Clara kembali. Clara justru kembali bersama dengan Damian, Clara pun dalam keadaan hamil.


Lagi lagi Marvel merasa hatinya bagai jatuh dari ketinggian dan terpecah belah, sakit rasanya saat mendapat kabar bahwa Clara memutuskan untuk menikah dengan Damian.


Marvel tidak terima tentu saja, ia sudah sebaik mungkin pada Clara. justru Damian lah orang yang menyakiti Clara tapi kenapa Clara justru memilih bersama Damian?


Hari itu Marvel benar benar kacau dan sialnya ia justru menyetir mobilnya sendiri, ia terlalu terlarut dalam kesedihannya sehingga melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Hingga tiba tiba saja mobil tersebut berhenti dan mengeluarkan suara decitan dan benturan keras, detik itu pula Marvel menyadari bahwa ia telah menabrak seseorang.


Lengkap sudah penderitaan nya*.


__ADS_2