Super MOM

Super MOM
Tidak bisa bersama


__ADS_3

Di dalam mobil Arka terus memandangi wajah sang Ayah yang masih murung, Ia bertanya- tanya mengenai apa yang terjadi.


" Pa, kapan kita bisa tinggal serumah. Ada Mama, Papa dan juga Arka. Arka juga ingin seperti teman - teman yang lain, punya orang tua yang lengkap. "


El terkejut mendengar pertanyaan Arka, Ia bingung harus menjawab apa. El juga menginginkan hal yang sama namun Pria itu baru saja patah hati karena mendapat penolakan.


" Pa, apa Papa tidak mencintai Mama Tari. " Tanya Arka lagi.


El semakin bingung, Pria itu memilih diam begitu juga dengan Arka. Keduanya sama-sama diam dengan pikirannya masing-masing.


Mobil yang di kemudikan El akhirnya tiba di kediaman Tiara, El menatap Putranya melalui kaca spion. Wajahnya tampak murung, membuat El tidak tega.


" Nak, kita sudah sampai. " Ucap El.


Arka melirik sebentar kemudian turun perlahan, Ia menghela nafas berat sebelum melangkah masuk.


" Hei sayang, kamu kemari sama siapa. "


Vania sedikit terkejut dengan kehadiran Arka yang tiba-tiba, Arka mencium punggung tangan Vania tanpa ekspresi.


El yang baru masuk memberi kode pada Vania agar tidak terlalu banyak bertanya.


" Oh ya Nak, kamu mau ketemu Tiara ya. Dia ada di taman belakang, katanya tadi ada pekerjaan sekolah yang ingin Ia kerjakan disana. Temui langsung gih, dia pasti senang kalau tau kamu ada disini. "


Arka mengangguk kecil dan melangkah menuju taman belakang, disana Arka langsung duduk di bangku taman tanpa menyapa lebih dulu.


Tiara menoleh dan menatap heran pada saudaranya, Ia menggeleng pelan di sertai helaan nafas panjang.


" Ada apa lagi Ar, tuh muka sudah seperti dadar gulung. "

__ADS_1


Arka masih diam, Ia tidak menjawab pertanyaan Tiara dan memilih menunduk. Tiara bisa menebak kalau suasana hati saudaranya itu sedang tidak dalam keadaan baik.


" Ra. " Panggil Arka pelan tanpa menoleh.


" Hm. " Jawab Tiara, Ia menoleh kearah Arka namun bocah itu kembali diam.


" Ada apa, apa ada masalah. Kamu bisa kok cerita apapun ke aku dan aku siap menampung apapun keluh kesahmu. "


Tiara memperbaiki duduknya tepat di samping Arka, Ia menutup buku pelajarannya dan memilih fokus pada kondisi saudaranya.


" Ra, apa aku jahat ya kalau berharap Papa El dan Mama bersatu. "


Tiara terkejut mendengar curhatan Arka, ada rasa sedih di hatinya namun Ia berusaha tersenyum.


" Menurut ku sih tidak salah, aku juga ingin Papa Kevin bisa tinggal serumah dengan kami, tapi kata Mama itu tidak bisa. "


" Maksudnya tidak bisa itu gimana. " Tanya Arka.


Tiara mengangkat kedua bahunya pelan, dengan mimik yang bingung.


" Aku juga tidak faham, tapi kata Mama ini urusan orang dewasa. Tapi aku pernah dengar Mama berbicara sama Ibu, katanya Papa mencintai wanita lain. Itulah yang membuat Papa tidak bisa tinggal bersama kami. "


Arka menunduk dengan berbagai masalah berkecamuk di otak kecilnya.


" Apa Papa dan Mama juga saat ini sedang mencintai orang lain sehingga mereka juga tidak bisa bersama. " Batin Arka.


Arka melihat buku Tiara yang berada tidak jauh darinya.


" Apa tugasmu sudah selesai. " Tanya Arka.

__ADS_1


Tiara menggeleng, dari tadi Ia sudah kesana kemari mencari tempat yang tenang agar Ia bisa menyelesaikan tugasnya namun otak tumpulnya begitu susah mencerna pelajaran.


" Ambillah, bawa kemari. Biar aku bantu selesaikan. "


Tiara tersenyum, Ia seperti mendapatkan angin segar. Dengan wajah sumringah Tiara mengambil bukunya dan duduk tepat di samping Arka.


Arka yang memang memiliki otak cerdas tentu tidak kesulitan dengan tugas yang di berikan oleh guru mereka.


Keduanya nampak serius, Arka menjelaskan rumus dan bagaimana cara menyelesaikan tugas yang di berikan oleh guru kelas mereka, sedangkan Tiara dengan serius menyimak apa yang di jelaskan oleh Arka.


Dari jauh El dan Vania saling melempar senyum melihat kekompakan kedua buah hati mereka masing-masing.


" Lihatlah wajah keduanya, sepertinya mereka baik- baik saja setelah bertemu. " Bisik Vania.


El mengangguk membenarkan, Ia juga setuju dengan apa yang di katakan Vania.


" Wah alhamdulillah sudah selesai, untung ada kamu Ar, kalau nggak ada aku tidak tau bagaimana caranya menyelesaikan semua tugas-tugas ini, makasih ya Ar. "


Arka tersenyum, Ia gemes melihat wajah menggemaskan Tiara.


" Sama-sama, makanya banyak- banyak belajar. Satu lagi, kalau guru menjelaskan di simak, jangan mikirkan macem-macem makanya tidak pandai- pandai juga. "


Tiara cemberut, Ia mengelus jidatnya pelan karena Arka baru saja menjentikkan jarinya disana.


" Dih sakit tau, nggak ikhlas nih ya. " Goda Tiara.


" Dih lebay, penyakitnya kumat lagi. "


Akhirnya keduanya tertawa bersama, El dan Vania ikutan tersenyum melihat tingkah bocah mereka.

__ADS_1


__ADS_2