
El akhirnya membalas pesan Vania, itu semua Ia lakukan demi kenyamanan banyak orang. Ia tidak ingin wanita itu datang ke rumah sakit dan membuat ke kacauan disana.
" Ada apa Vani "
" Tf aku uang, sekarang juga tidak pake lama. "
El menggeleng, selalu saja uang yang di cari kekasihnya itu.
" Baru juga tiga hari yang lalu aku tf, apa yang aku tf itu sudah habis Vani "
" Ya habis dong, kamu ini kenapa sih. Kok semenjak pulang ke Indonesia kamu jadi mendadak pelit, lagi di negara A kamu nggak pelit seperti ini "
" Iya, iya bawel tunggu sebentar "
El membuka aplikasi yang ada di ponselnya dan mengklik nominal yang akan Ia tf.
Ting ~ Ting ~
Sebuah notif masuk di ponsel Vania, segera Ia membukanya. Raut wajahnya langsung berubah ketika melihat nominal yang tertera disana.
" Sepuluh juta, hanya sepuluh juta. Cukup dari mana duit sepuluh juta begini, buat beli bedak saja nggak cukup "
Vania segera melakukan panggilan namun belum juga Ia berteriak menyerukan keberatan nya, El sudah lebih dulu membungkam mulutnya.
" Jangan banyak protes Vani, kamu mau atau tidak itu terserah kamu "
Vania berteriak kesal, Ia tidak bisa menerima semua keadaan ini.
" Ada apa lagi Ma, kenapa Mama teriak teriak, malu di dengar orang lain "
Tiara yang mendengar teriakan sang Ibu langsung bergegas menghampiri.
" Sudah masuk sana, nggak usah ikut campur urusan Mama. "
__ADS_1
Tiara mengangguk pelan, Ia tidak ingin membuat Ibunya semakin marah padanya.
" Oh ya Mama mau pergi keluar sebentar, kamu tinggal baik baik sama Bu Yuni mu itu. "
Lagi lagi Tiara hanya bisa mengangguk setuju tanpa ingin memperpanjang masalah.
***
Di kediaman Maudy, El sedang berbicara serius dengan sang Tante.
" Tante, bagaimana kalau Tiara aku masukkan di MCA saja, disana lebih terjamin dan tempatnya juga dekat dengan rumah yang mereka tempati saat ini. "
Maudy yang mendengar itu tentu tidak mempermasalahkan apa pun, Ia senang semua anak anak tanpa terkecuali mendapatkan pendidikan yang layak.
" Tante sih nggak masalah, terserah kamu saja. "
El tersenyum senang, kebetulan rumah yang di belikan El tidak terlalu jauh dari yayasan MCA milik Maudy Cahyati Atmajaya, jadi akan memudahkan bagi Tiara untuk berangkat ke sekolah sendiri dengan memakai sepeda.
" El, apa Tante boleh tanya sesuatu hal padamu "
" Boleh Tante, apa itu "
" Apa Dia itu Putri mu. "
El tekejut mendengar pertanyaan Maudy.
" Jangan bilang kamu lupa untuk tes DNA padanya "
El tidak bisa menjelaskan nya sekarang karena Ia juga punya sesuatu yang sangat rumit untuk di jelaskan.
" Sudahlah El, Tante tidak akan memaksa mu kalau memang kamu tidak ingin mengatakan nya. Lalu bagaimana kelanjutan hubungan kalian, apa kamu masih mencintai wanita itu "
El bingung bagaimana harus menanggapi pertanyaan Maudy, semua pertanyaan nya bagai boomerang dalam di hatinya.
__ADS_1
" Tante, kalau aku harus jujur aku memang sangat mencintainya. Kebersamaan kami bukanlah waktu yang sebentar, namun sudah bertahun-tahun dan itu sangat sulit untuk menghilangkan keberadaan nya begitu saja "
Maudy menatap keponakannya itu, Ia tetap tersenyum seperti biasa.
" Mencintai nya, tapi dari cara bicara mu seperti nya ada yang membuat mu ragu "
El menghela nafas, memang ada beberapa hal yang membuatnya kecewa, namun tidak bisa di pungkiri sampai saat ini hatinya masih terpaut pada wanita itu.
" Sudah Tante, ini perasaan ku dan hanya aku yang tahu "
Maudy tidak bisa berbuat apa apa, memang benar apa yang El katakan.
" Ya sudah terserah padamu saja, Tante tidak akan ikut campur. Tapi ingat El, Jangan pernah menyakiti anak dan cucu Tante. Silahkan selesaikan masalahmu tanpa melibatkan mereka. Kalau sampai kamu melibatkan mereka, maka jangan salahkan Tante kalau Tante tidak akan pernah membelamu sedikit pun "
El tahu bahwa perkataan Tantenya bukan sekedar ocehan belaka, wanita itu akan membuktikan ucapannya.
\*\*\*
Vania terkejut ketika secara tiba-tiba ada seseorang yang berdiri tepat di hadapannya, lebih terkejut lagi ketika Ia mengetahui siapa orang itu.
Senyum menakutkan terbit dari bibir orang itu.
" Wah wah wah, tidak menyangka hari ini bisa bertemu bidadari disini. Bagaimana kabar mu dan kabar anak kita "
Vania mengedarkan pandangannya kesegala arah, Ia ingin berlari namun langsung di cegat oleh tangan kekar di sampingnya.
" Kamu mau lari kemana ha ~ "
Vania terus berontak namun akhirnya Ia diam setelah mendengar perkataan Pria itu.
" Kamu gila ya "
Pria itu hanya menyeringai, Ia senang melihat reaksi Vania.
__ADS_1
" Aku tunggu kamu disana, jangan coba coba tidak datang atau aku akan membuat hidupmu menderita "
Vania segera kembali setelah Pria itu pergi meninggalkannya.