Super MOM

Super MOM
Cerita dua sahabat


__ADS_3

Imel melangkah pelan menghampiri Arka yang menatap dirinya bingung, Ia jongkok mensejajarkan tingginya dengan tinggi bocah tampan itu.


" Hai ganteng, boleh kenalan. Namanya siapa "


Arka menatap Tari seolah meminta persetujuan dan Tari mengangguk mengiyakan.


" Kenalin nama Tante adalah Tante Imel, Tante berasal dari Jakarta dan Tante adalah sahabat atau bisa di bilang saudaranya Mama Tari "


Arka awalnya ragu namun kemudian Ia akhirnya mengulurkan tangannya karena melihat bahwa Ibunya seperti nya santai santai saja berarti tidak ada masalah.


" Arka Raffasha Tante "


Imel tersenyum, Ia benar-benar tidak menyangka kalau bocah di depannya itu adalah fotokopian seorang Pria yang sangat Ia kenal sebelumnya.


Setelah berbicara beberapa hal akhirnya Tari dan juga Imel pamit keluar, Imel sudah tidak sabar ingin mengetahui kelanjutan kisah menyedihkan sahabatnya itu.


Bagaimana Ia bisa punya anak dari seorang Pria yang sangat membenci dirinya di masa lalu, dan bagaimana pula sahabatnya itu bisa mempertahankan bayi dari pria menyebalkan seperti itu.


" Ayo Ri sekarang ceritakan padaku, kenapa Pria itu bisa jadi Ayah dari anak mu "


Tari menghela nafas berat, sahabatnya itu tidak akan pernah berhenti menginterogasi dirinya sebelum Ia mendapatkan jawaban nya.


" Ikut aku Mel, jangan disini "


Tari melangkah ke ruang kerjanya di susul Imel di belakangnya. Tari menutup pintu rapat rapat ketika mereka masuk ke ruang kerjanya.


" Kamu ingat dulu waktu kalian semua dapat undangan party sedangkan aku tidak, malam itu ternyata Ibu mengajakku ke hotel yang sama untuk bertemu seseorang. Seperti biasa aku bisa lolos dari Pria itu tapi malam itu mungkin nasib ku sedang kurang baik. Aku melihat dia di bawa oleh beberapa orang Pria, kebetulan aku waktu itu mencari cara agar bisa lolos dari kejaran bodyguard Ibu jari aku pura-pura membantu El yang saat itu dalam keadaan mabuk. Aku membawanya sampai ke mobil namun ketika akan turun tangan ku di pegang erat olehnya, jadi sopir El waktu itu meminta ku agar menemaninya sampai ke rumahnya dan aku pun setuju. Akhirnya aku membawanya sampai ke rumahnya, dan disana juga aku ingin langsung pulang namun lagi lagi El memegangku dengan sangat kuat jadi aku duduk disana malam itu. Aku pikir setelah Ia tertidur gengaman tangannya akan lepas dan aku bisa pergi namun ternyata aku salah. Akhirnya terjadilah hal seperti itu "


Tari mengalihkan pandangannya ke arah lain, hatinya masih nyesek kalau membayangkan bagaimana Pria itu memporak-porandakan barang berharga miliknya bahkan tanpa ampun.


" Lalu apa El tidak ingat kalau Ia melakukan itu padamu dan kemana supir itu, kenapa Dia tidak mengatakan nya pada El apa yang terjadi "


Tari kembali menarik nafas berat meminimalisir sesak di dadanya.


" Ada oknum yang memang sengaja menjebak El waktu itu, yang pasti El tidak akan mengingat semuanya Mel. Mengenai supir El waktu itu juga seperti sudah di rencanakan oleh oknum oknum itu, Pria itu di temukan meninggal dengan kondisi mengenaskan. Mobilnya jatuh kejurang sedangkan dia bergelantungan di pinggir tebing dengan kondisi yang sangat mengenaskan "


Imel mendengar cerita Tari dengan seksama, sungguh tragis nasib yang harus di jalani sahabatnya itu, namun yang Ia sesali kenapa Ia tidak tahu kejadian malam itu. Padahal dia berada di tempat yang sama pada saat kejadian tersebut.

__ADS_1


" Apa kamu yang sudah menyelidiki semuanya Ri " Tanya Imel pelan.


Tari mengangguk membenarkan


" Iya Mel, tapi sayang aku juga tidak bisa mendapatkan semua yang ingin aku ketahui. Orang orang itu bukan orang sembarangan, aku hanya berharap mereka tidak menyakiti Arka atau apalah itu yang bisa membahayakan nyawanya. "


Imel manggut-manggut mendengar cerita Tari.


" Lalu apa sekarang El sudah tahu, atau apa kamu berniat untuk mengatakan yang sebenarnya padanya "


Tari melangkah di samping jendela menatap keluar.


" Dia sudah tahu Mel " Jawab Tari kemudian.


Kening Imel berkerut ketika mendengar jawaban Tari.


" Dia sudah tahu, dari mana, lalu "


" Sama seperti Mu Mel, Ia juga awal nya penasaran ketika melihat wajah Arka yang mirip dengannya dan juga tanpa kami sadari Ia mendengar pembicaraan kami. Kami maksudku aku dan juga Mama Maudy, wanita yang sudah berjasa besar dalam hidupku selama aku melalui banyak hal buruk "


" Maafkan aku Ri, maaf karena tidak bisa menemanimu selama ini. Aku tahu kamu pasti menemui banyak kesulitan. "


Tari menggeleng cepat


" Tidak Mel, mungkin ini semua memang sudah takdir yang harus aku jalani dan alhamdulillah aku bisa melewati semuanya "


Imel menyunggingkan senyum walau Ia masih merasa sedih.


" Lalu apa kamu akan mengatakan yang sebenarnya pada Arka siapa El sebenarnya, dan apa kamu akan melarang El bertemu dengan Arka setelah ini "


Tari lagi lagi menggeleng.


" Aku tidak akan menutupi siapa El sebenarnya tapi aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan yang sebenarnya. Aku juga tidak akan menghalangi El untuk bertemu Arka kapan saja karena memang mereka adalah sepasang ayah dan anak. Tapi ~ aku ragu Mel "


Imel langsung menatap wajah Tari.


" Ragu kenapa Ri " Tanya Imel

__ADS_1


" Aku tidak ingin mengganggu kebahagiaan El, Ia bisa mendapatkan kebahagiaan yang lebih dari seorang anak seperti Arka. Bukankah dulu Ia sangat mencintai Vania, kemungkinan mereka punya hubungan lebih lanjut dan aku tidak ingin kehadiran kami menjadi penghancur kebahagiaan nya "


Imel terkejut ketika Tari menyebutkan satu nama.


" Oh iya Ri, ngomong ngomong soal Vania, aku kemarin melihatnya di Jakarta dan dia bersama seorang anak perempuan yang sangat cantik mirip seperti Vania. "


Tari manggut-manggut namun Ia tidak ingin mencampuri urusan orang lain apalagi itu tentang wanita yang juga sangat ingin melihatnya hancur di masa lalu.


Mereka mengobrol panjang lebar sampai Tari mengingat satu hal.


" Imel.... Kamu tiba-tiba datang kemari, bukankah tadi kamu bilang sudah lama mencari ku. Lalu kamu tahu aku ada disini dari mana " Tanya Tari.


Imel langsung gagap, Ia jadi salah tingkah. Bagaimana caranya Ia memberitahukan yang sebenarnya pada sahabatnya itu. Mungkin Tari akan menertawakan dirinya kalau tahu yang sebenarnya, namun Ia tidak akan bisa berbohong pada sahabatnya itu.


" Oh itu, kamu masih ingat nggak sama Kevin. "


Tari nampak berpikir sejenak


" Kevin itu loh Ri, sahabatnya El "


Tari menatap sahabatnya itu dalam, Ia terkejut mendengar nama itu.


" Kevin, kok kamu bisa tahu dari dia. Bukankah kalian juga dulu tiap ketemu seperti anjing dan kucing, ribut mulu. Ada ada saja hal yang membuat kalian bertengkar "


Imel merasa ragu namun Ia terpaksa mengatakan pada sahabatnya itu, meskipun Ia malu malu.


" Dia yang selama ini menemaniku mencari mu Ri, Dia juga yang menyemangati aku ketika aku putus asa "


Tari kembali menatap mata Imel kali ini penuh selidik.


" Iya Ri, nggak usah gitu juga kali. Kamu menakutiku tau. Aku sudah jadian sama Dia, ternyata Dia tidak semenakutkan seperti yang aku pikir selama ini dan Dia mengatakan cinta padaku lalu aku menerima nya " Jawab Imel.


Tari akhirnya tertawa, Ia merasa lucu melihat tingkah kocak sahabatnya itu.


...----------------...


Akhirnya bisa up lagi, yuk jangan lupa mampir dan komen ya. Biar semangat up nya, makasih πŸ™

__ADS_1


__ADS_2