Super MOM

Super MOM
Dunia Ternyata Sempit


__ADS_3

Raut bahagia terpancar di wajah Risma ketika melihat sahabat seperjuangannya bersanding di pelaminan bersama Pria yang tepat, Pria yang sangat mencintainya.


Perlahan Ia naik keatas pelaminan dan langsung menghampiri Tari, matanya sudah berkaca- kaca turut merasakan kebahagiaan sahabatnya.


Risma juga adalah saksi mata bagaimana perjuangan Tari selama ini yang Ia tau itu tidak muda.


" Tari. " Seru Risma sembari memeluk erat sahabatnya, Tari pun melakukan hal yang sama.


Ia merasa senang karena di tengah kesibukannya Risma masih menyempatkan diri menghadiri hari bahagianya.


" Maaf aku terlambat. " Ucap Risma merasa bersalah namun Tari menggeleng pelan dan mengatakan bahwa tidak masalah.


Melihat kehadiran Risma saja Ia sudah sangat bersyukur.


" Ya Allah Ri, kamu cantik sekali Ri, aku sampai pangling loh. Selamat ya sayang, Aku turut berbahagia untuk mu. "


Di samping El sejak tadi ada yang matanya hampir keluar dengan beribu tanya di benaknya. Ia nampak berbisik pada sang pengantin Pria sebelum akhirnya turun ke bawah untuk menikmati hidangan yang tersedia.


" Hei Dokter, akhirnya kamu mendapatkan tambatan hatimu. Tolong jaga dia baik- baik ya, ingat untuk tidak menyakitinya. Terlalu banyak luka yang Ia terima selama ini, dan berjanjilah untuk tidak mengulang kesalahan yang sama sebelum kamu menyesalinya nanti. " Pesan Risma.


El mengangguk dan berterima kasih, Ia berjanji akan mencintai titipan Tuhan yang sangat berharga itu.


Setelah mengucapkan selamat, Risma turun kebawah. Ia juga ingin menikmati hidangan yang di sediakan untuk para tamu undangan yang hadir.


" Hai Dokter. " Sapa seseorang.


Risma menoleh dan terkejut melihat siapa yang tengah menyapanya, awalnya Ia heran namun mengingat siapa El dan juga Tari, mungkin mereka adalah rekan kerja dan Alvin hadir untuk memenuhi undangan sama sepertinya.


" Hai juga Pak. "


Alvin merasa risih karena Risma memanggilnya Pak di luar dari kantor, lagi pula mereka tidak sedang bekerja sama.


" Alvin, panggil namaku saja dan apa aku juga boleh memanggilmu dengan panggilan nama saja. "


" Tentu saja boleh, baiklah Alvin. "


Risma mengambil apa yang ingin Ia makan dan meletakkan nyabdi dalam piring yang Ia bawa sejak tadi. Setelah merasa cukup Ia mencari tempat duduk yang nyaman untuknya.


" Hai, bolehkah aku duduk disini. " Lagi-lagi Risma di kejutkan dengan suara seseorang yang tak lain adalah Kevin.

__ADS_1


" Silahkan. "


Alvin beberapa kali terciduk curi- curi pandang dan Ia hanya tersenyum untuk menghilangkan kegugupan nya.


" Dunia ini sempit ya. " Ucap Alvin tiba-tiba setelah mereka usai menikmati hidangan yang mereka ambil.


Risma mendongakkan wajahnya dan menatap Alvin, Ia masih belum faham maksud dari ucapan Pria tampan itu.


" Maksudnya. " Tanya Risma, Alvin senyam- senyum tidak jelas, apalagi mengingat apa yang di katakan El.


" Maksudku dunia ini sempit, aku tidak menyangka kalau akan bertemu kamu disini. " Risma manggut- manggut.


Dari arah luar nampak seorang Pria yang tak kalah tampan berjalan kearah pelaminan, Ia juga nampak ikut mengucapkan selamat kepada pengantin yang sedang berbagai hari ini.


Ekor matanya tiba-tiba melihat orang yang selama ini Ia cari, bergegas Ilmi menghampiri meja dimana Risma dan juga Alvin duduk.


" Risma. " Sapanya.


Risma menoleh dan sedikit terkejut, meskipun Ia sudah menduga sebelumnya mengenai hal ini namun tetap saja Ia terkejut.


" Dokter Ilmi. " Gumam Risma.


" Risma, bagaimana kabarmu. Lama tak jumpa, bolehkah setelah acara selesai kita berbincang sebentar. "


Risma merasa tidak nyaman, Ia sudah susah payah ingin melupakan cinta pertamanya itu namun kenapa di saat Ia sedang berjuang malah mereka bertemu lagi.


" Ah maaf Dokter, tapi saya tidak bisa berlama-lama disini. Setelah acara selesai saya harus cepat kembali karena masih banyak hal penting yang harus saya selesaikan. "


Ilmi nampak kecewa, Ia memandang kedua orang di depannya secara bergantian.


" Oh ya Dok, perkenalkan ini.... Alvin, teman dekat saya. " Risma yang bingung akhirnya memperkenalkan Alvin sebagai teman dekatnya saat ini.


Tentu saja Alvin sedikit terkejut namun Ia akhirnya tersenyum dan berdiri, Alvin mengulurkan tangannya dan memperkenalkan diri.


" Alvin, saya kekasihnya. Maaf kalau boleh tau anda siapanya. "


Ilmi terkejut, ternyata dugaannya benar kalau Pria yang duduk bersama Risma adalah kekasih barunya. Berbeda dengan Ilmi, Risma justru terkejut karena Alvin memperkenalkan dirinya sebagai kekasih Dokter cantik itu.


Alvin tersenyum kearah Risma, Ia tau kalau Dokter cantik itu pasti shock mendengar ucapannya. " Tidak apa- apalah. " Batin Alvin, toh tidak ada ruginya.

__ADS_1


" Ris. "


Dokter Ilmi ingin berbicara berdua namun Risma enggan mengabulkan nya, Ia sudah menutup rapat- rapat perasaannya untuk Pria tampan itu.


" Maaf Pak, tapi sepertinya kekasihku tidak nyaman dengan anda Pak. Bisakah anda tinggalkan kami berdua. " Pinta Alvin.


Ilmi menantap Risma yang tidak ingin menatapnya, seolah-olah memang Ia tidak ingin dirinya terlalu berlama-lama disana.


" Baiklah, aku pergi tapi sebelumnya aku ingin minta maaf padamu. Maafkan aku Risma, sekiranya boleh kedepannya biarlah kita tetap seperti dulu, semoga kamu selalu bahagia. "


Ilmi akhirnya meninggalkan Risma dan juga Alvin dengan perasaan kecewa, Ia melangkah dengan tergesa-gesa meninggalkan tempat acara itu di langsungkan. Namun lagi-lagi Ia malah menabrak seseorang.


" Aduh. " Ringis seorang gadis yang Ia tabrak.


Gadis cantik itu sampai terpental ke lantai karena kerasnya tubuh Pria itu menghantam nya.


" Maaf. " Ucap Ilmi sambil membantu gadis cantik itu berdiri.


" Kamu. " Imelda ingin protes namun Ilmi sudah menariknya dan membawanya pergi dari sana.


Imel berontak ingin melepaskan diri namun cengkraman Ilmi begitu kuat, di dalam mobil Imel terus protes karena Ilmi yang tiba-tiba saja menculik dirinya.


" Kamu siapa sih, aneh banget. Suka sekali menculik orang, apa ini adalah hobimu. "


" Oke, kemarin aku yang menabrak mu meskipun tidak sengaja dan sekarang kamu yang menabrak ku, jadi kita impas. Sebaiknya kamu turunkan aku sekarang, aku ingin pulang. " Sambungnya lagi.


Ilmi tidak peduli dengan ocehan Imel, Ia terus memaju mobilnya hingga tiba di suatu tempat, Ilmi buru- buru turun dan melangkah ke sebuah tempat. Ia berdiri memandangi danau yang begitu indah di depannya.


Imel yang masih di dalam mobil menatap heran pada Pria yang menurutnya sangat aneh itu. Karena penasaran akhirnya Imel memberanikan diri menyusul Ilmi dan berdiri di samping Pria itu, Ia memandangi pemandangan danau yang sangat indah.


" Kenapa kamu masih disini, pergilah. "


Imel langsung menatap Ilmi ketika mendengar suara Pria itu bergetar seperti menahan tangis, hal itu membuat Imel bingung.


" Ada apa dengannya, apa dia menangis. " Batin Imel.


Imel terkejut dan melongo karena tiba-tiba Ilmi memeluknya, Pria tampan itu menangis sambil memeluk Imel.


Imel semakin di buat bingung, ingin marah namun tidak tega. Akhirnya Imel pun memilih diam dan mengijinkan Ilmi memeluknya.

__ADS_1


__ADS_2