Super MOM

Super MOM
PERTEMUAN VANIA DAN TARI


__ADS_3

Dua hari di kota S akhirnya Imel pamit pulang ke kota asal, meskipun berat hatinya meninggalkan sahabatnya itu namun terpaksa Ia harus melakukannya karena kemarin Ia pergi mendadak jadi beberapa orang mulai mencarinya. Belum lagi pekerjaan nya sekarang juga sedang banyak banyak nya,


" Hai tampan, Tante pamit pulang dulu ya, kalau ada waktu senggang mampirlah ke rumah Tante di Jakarta. Tante pasti akan sangat senang, kita akan jalan jalan kemana saja yang Arka mau "


Arka mengangguk mengiyakan, kemudian Imel pun berpamitan pada sahabatnya.


" Maafkan aku Ri, sebenarnya aku masih merindukan mu dan juga keponakan tampan ku ini, tapi aku juga harus kembali karena pekerjaan ku disana juga sudah menunggu "


Tari tersenyum dan memberi pelukan hangat untuk Imel.


" Kerjaan atau si Dia yang nungguin " Goda Tari.


Imel tersenyum malu karena memang tebakan sahabatnya itu benar, sudah ratusan chat dan juga panggilan masuk dari kekasih hatinya itu.


" Kamu ih Ri, aku malu tahu nggak sih"


Tari menahan tawanya, Ia tidak tega membuat sahabatnya itu semakin malu karena ulahnya.


" Ngapain malu Mel, ya sudah nggak apa apa. Next time kita kumpul kumpul lagi.


Keduanya saling berpelukan dan tertawa bahagia. Tari ingin mengantarkan sahabatnya itu ke bandara namun Imel menolaknya, Ia tahu Tari pasti sangat sibuk dan tidak ingin merepotkan nya.


" Salam untuk kekasih mu itu ya Mel "


" Iya Ri, nanti aku sampaikan " Imel mengangguk.


" Hati hati ya Pak di jalannya jangan ngebut, masih banyak waktu " Pesan Tari pada supir yang mengantarkan sahabatnya itu ke bandara.


Imel melambaikan tangannya dan Tari juga membalasnya.


\*\*\*


Tari yang baru berencana pulang tiba tiba di cegat oleh El, hal itu membuatnya hanya bisa menghela nafas berat.


" Tunggu Ri, butu buru amat sih " Seru El ngos ngosan.


Tari berdiri tanpa memalingkan wajahnya sama sekali.


" Apa sih El, kamu tuh aneh seperti orang kurang kerjaan. Bisa tidak untuk sehari saja kamu itu jangan gangguin aku "


" Tidak bisa " Jawab El cepat.


Tari mendengus kesal, sampai kini Ia masih bingung kenapa Pria itu jadi cerewet kalau bersamanya.

__ADS_1


" Seharusnya kamu senang karena aku baik dan peduli padamu "


" Tapi aku tidak senang El, mengertilah "


Giliran Tari yang menjawab cepat ucapan El. Tari yang kesal segera berlalu pergi dan El yang tidak mau menyerah kembali mengejarnya.


" Ri, aku bukan mengganggumu tapi aku hanya ingin bertemu anak ku apa salah "


Tari menghentikan langkahnya dan menatap El dalam.


" Cukup El, ini jelas jelas salah. Apa kamu ingin mempermalukan kami, membahayakan kami berdua. El, coba fikir kamu itu siapa dan mereka di luaran sana tidak ada yang tahu hubungan kalian berdua apa. "


El mematung mendengar ucapan Tari hal itu membuat Tari menggunakan kesempatan dan pergi meninggalkan El.


" Tunggu Ri "


El mengetuk ngetuk kaca mobil Tari memintanya turun atau paling tidak membuka pintu, Tari terpaksa turun karena tidak ingin menjadi pusat perhatian yang akan berimbas kurang baik pada mereka.


" Apalagi sih El "


" Kamu memberiku ide brilliant, kenapa tidak aku umumkan saja siapa kalian pada semua orang, dengan begitu aku tidak perlu harus sembunyi sembunyi kalau ingin bertemu anakku atau juga kamu "


Tari terkejut karena mendengar ide El yang menurutnya gila.


Setelah mengatakan itu Tari langsung masuk ke dalam mobil dan kemudian menutupnya, tanpa menunggu lama Ia segera menjauh meninggalkan halaman rumah sakit itu.


El berdiri mematung mengingat ingat ucapan Tari, kenapa setiap semua yang di ucapkan Tari terasa bagai panah yang menusuk relung hatinya.


Memang benar, Ia tidak punya hubungan dengan wanita itu. Ia berlari ke mobilnya dan menyusul Tari.


Tari memarkirkan mobilnya dan bergegas ke kamarnya, tubuhnya terasa lengket dan Ia memutuskan berendam di air hangat untuk meminimalisir lelah yang melanda tubuhnya itu.


Pukul empat sore seperti biasa El masih asyik bermain dengan Arka, ada ada saja yang di lakukan keduanya kalau sudah bertemu.


Di saat sedang asyik bermain terdengar bunyi bel dan suara seseorang memberi salam, El ingin membukakan pintu namun Maira menahannya.


" Biar saya saja yang buka pintu Pak, Bapak temani Arka saja "


El mengangguk dan kembali asyik dalam permainan nya berdua.


" Papa.......... ! "


Sebuah suara menggema memenuhi seisi ruangan, membuat El dan Arka menoleh ke asal suara.

__ADS_1


El terkejut melihat siapa yang datang, di lihatnya seorang gadis kecil merentangkan tangannya meminta di peluk.


El bingung antara gadis kecil itu atau Arka.


" Papa, kok Tiara tidak di peluk "


Gadis itu memanyunkan bibirnya karena kesal sangat Ayah tidak seperti biasanya memeluk dirinya.


" Pa, dia siapa " Tanya Tiara menunjuk ke arah Arka.


El bingung harus menjawab apa.


" Ah sudahlah Pa, pasti Papa terkejut kan dengan kedatangan Tiara. Memang sengaja Tiara ingin bikin suprise ke Papa biar Papa nya terkejut, gimana berhasil kan "


El tidak konsen, Ia bahkan tidak terlalu menangkap apa yang di bicarakan Tiara, matanya semakin melotot ketika melihat kehadiran seorang wanita.


" Kamu "


Vania tersenyum lebar dan melangkah cepat memeluk El tidak lupa Ia mencium wajah Pria itu, meskipun El menghindar namun wanita yang gigih itu tetap berhasil memberikan ciuman bahkan bukan hanya di pipi saja melainkan di bibir El membuat El merasa jengah.


" Cukup Vani, kamu datang tidak ada kabar dan sekarang main sosor saja di depan anak anak " Protes El.


Vania yang tertawa mendengar ucapan El.


Arka menatap dua orang itu dengan tatapan bingung, tidak tahu apa yang terjadi.


" Kami merindukan mu El, kamu tidak pernah memberi kabar lagi semenjak kamu pulang kemari terpaksa aku dan Tiara uang menyusul mu kemari "


Vania yang begitu bahagia bisa bertemu El kembali tiba-tiba wajahnya mendadak pucat, senyum yang tadi mengembang kini langsung pudar.


" Siapa Dia El " Tanya Vania.


..." Kenapa wajahnya sangat mirip dengan El, apa Tante Maudy punya anak yang mirip dengan El " Batin Vania. ...


" Dia ~ ~


" Nak, kamu dimana sayang "


Tari menuruni anak tangga mencari keberadaan Arka, matanya di arahkan kesana kemari.


" El, Arka ada di ~ ~


Tari terkejut melihat ada orang lain di rumah itu, hal yang sama juga di rasakan Vania. Ia terkejut melihat ada wanita di masa lalu mereka di rumah keluarga sang kekasih.

__ADS_1


__ADS_2