Super MOM

Super MOM
Demi sang Putra


__ADS_3

Beberapa Pria sudah memantau sebuah tempat, sebuah Ruko yang cukup besar, dua orang yang berpakaian biasa bertugas masuk untuk mengulik info.


" Permisi. "


" Iya, ada yang bisa kami bantu Pak. " Tanya seorang Pria yang umurnya sudah tidak muda lagi.


" Kami kesini ingin bertemu Rymon, tadi kita sudah ada janji. "


Pria tua itu memindai penampilan kedua Pria itu diam diam, dan salah seorang dari Pria itu mengangguk tersenyum ketika melihat tingkah Pria tua tersebut.


" Mungkin sebentar lagi Pak, Bos Rymon biasa masuk jam 9 pagi. "


Rico melirik jam di tangannya, waktu hampir menunjukkan pukul 9 jadi mereka memutuskan menunggu saja. Tidak lama kemudian orang yang mereka tunggu akhirnya datang, keduanya tercengang karena memang wajah Pria itu sangat mirip dengan Bos mereka. Meskipun kalau soal badan, ya tentu lebih bagus milik Bos mereka.


" Nak, ada dua orang yang mencarimu tadi. "


Melihat target mereka sudah datang, Roy dan Rico segera mendekat. Rico menyebutkan sebuah nama dan langsung membuat kening Pria itu berkerut.


Rico merogoh ponselnya dan menunjukkan sesuatu pada Ramon secara sekilas, raut wajah Pria itu langsung berubah.


" Kita bicara di tempat lain yang lebih santai giman Mon. " Roy berbicara santai seolah olah mereka memang sudah saling mengenal sebelum nya.


Pria tua yang melihat interaksi Rymon dan dua orang di depanya merasa curiga.


" Nak, apa ada masalah. "


Ramon yang sudah khawatir segera menggeleng, Ia tidak ingin Pria di depannya khawatir apalagi kalau sampai mencurigai kedua orang di depannya.


" Baiklah kita pergi sekarang. "


Rymon berpamitan pada Pria yang tak lain adalah ayah angkatnya sendiri.


" Hati-hati Nak, kalau ada apa apa jangan lupa hubungi Papa. "


Rymon mengikuti langkah dua Pria di depannya dengan pikiran yang berkecamuk.


" Cepat masuk. " Roy mempersilahkan Ramon untuk masuk segera.

__ADS_1


Rymon menatap kedua Pria itu bergantian


" Kalian siapa dan kenapa kalian menyandera anakku. "


Roy dan Rico kompak diam, Rico melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke sebuah tempat.


Tidak perlu waktu lama mereka tiba di salah satu hunian milik El yang tidak ada siapa pun yang tau bahkan kedua orang tuanya.


" Cepat masuk. " Perintah Rico dengan suara sedikit keras.


Ramon masih diam ketika menatap sebuah rumah di depannya, serta beberapa penjaga dengan tubuh tambun.


" Anda akan jalan sekarang atau Putra kesayangan Anda hanya akan tinggal nama. " Lagi lagi suara Rico terdengar semakin keras.


Rymon akhirnya melangkah masuk, mereka melewati jalan samping menuju sebuah rumah kecil yang berada di belakang rumah besar itu.


" Duduk. " Rymon pun memilih duduk.


" Sebenarnya ada apa, dan siapa kalian. Aku tidak pernah mengenal kalian sebelumnya, kenapa kalian menangkap ku bahkan menyandera anak ku. "


Tidak lama kemudian pintu kembali di buka dan muncullah El yang juga memperhatikan penampilan Pria di depannya.


El langsung bertanya pada titik permasalahan nya, sebelumnya mereka sudah menyelidiki siapa Pria itu sebenarnya begitu juga alasan Pria itu melakukannya.


" Apa maksud kalian, aku tidak tahu apa apa. Kenapa kalian menangkap ku dan juga menyandera anak ku. "


Rymon masih berusaha menyembunyikan apa yang Ia lakukan, sampai ketiga Pria itu hampir kehilangan kesabaran.


" Bos, sepertinya Dia tetap akan tutup mulut. Bagaimana kalau kita gantung saja anaknya yang penyakitan itu. " Kali ini Roy yang bersuara.


Rymon mulai gemeteran, Ia mulai ketakutan dengan peluh yang bercucuran membasahi baju yang Ia kenakan.


" Rymon ! Sebaiknya kamu tidak perlu berpura-pura dan bekerja sama dengan kami, karena itu lebih baik untuk mu. Katakan, siapa yang sudah memerintahkan kamu untuk melakukan kekacauan ini. Kami tahu, semua kamu lakukan untuk pengobatan Anak kesayangan mu itu iyakan. Bos kami akan melindungi kalian dan juga memastikan kesembuhan Putra tercinta mu itu. "


Negosiasi yang alot karena Rymon nampak tidak ingin membuka suara, hingga tiba tiba ponsel Rico berdering. Ia merogoh ponselnya dan menatap serius pada El.


" Siapa Rico. " Tanya El.

__ADS_1


" Dari Pria yang di perintahkan menjaga anak itu. " Jawab Rico.


" Angkat saja dan pakai pengeras suaranya. "


Rico mengangguk dan melaksanakan titah Bosnya.


" Rico, anaknya pingsan. " Terdengar suara seorang wanita.


El menatap wajah Pria yang masih setia duduk di kursi namun dengan wajah khawatir.


" Rico, katakan saja pada mereka. Biarkan saja, kurung saja di kamar itu dan pergi dari sana. "


Rymon semakin ketakutan, Ia mengingat hari ini adalah jadwal operasi pencangkokan jantung pada Putranya tapi uang yang di minta pun belum Ia dapatkan. Pria itu menjadi dilema, semua yang Ia lakukan sama sama membawa masalah untuknya.


Kalau Ia jujur, nyawanya dan juga anak semata wayangnya juga akan melayang. Namun saat ini bayangan Putranya menderita lebih menguasai dirinya.


" Apa ini keputusan mu, baiklah tidak masalah. Ayo kita pergi. "


Rymon yang sudah ketakutan akhirnya bersimpuh di kaki El yang sudah melangkah menjauh, Ia memegang kaki El dengan tubuh gemetar.


" Aku setuju, aku akan mengatakan semuanya bahkan aku akan membantu kalian untuk melawan nya tapi aku mohon tolong selamatkan anakku. Hari ini jadwalnya melakukan operasi tapi aku tidak punya uang untuk itu, aku akan melakukan apapun asalkan Putraku bisa selamat. " Akhirnya Ramon setuju, karena selama ini semua yang Ia lakukan semata-mata hanya demi sangat Putra


El menyunggingkan senyum tipis dan meminta kepada Rico dan Roy untuk mengurus semuanya. Dengan sigap Rico menarik pelan tubuh Ramon agar menjauh dari tubuh Bos nya.


" Katakan semua yang kamu tahu dan jangan khawatir mengenai keselamatan kamu dan anak mu. Semakin kamu mengikuti apa yang kami minta makan akan semakin baik juga pelayanan kesehatan untuk Putramu itu. " Ucap El lagi.


Dengan tubuh gemetar Rymon ingin memastikan apa yang di katakan El dan memastikan bahwa Putranya kini sudah menjalani operasi seperti jadwal seharusnya.


" Kamu tidak perlu khawatir Rymon, bukankah kamu tahu kalau Bos kami ini seorang Dokter. "


Ramon akhirnya bisa bernafas lega, Ia menatap Pria yang hampir mirip dengannya itu. Nampak dari wajahnya tidak ada kebohongan, begitu juga dua Pria yang masih mengintimidasi dirinya.


Sementara Rico dan Roy mengorek keterangan dari Rymon, El memilih keluar. Ia merogoh ponselnya dan menghubungi seseorang.


" Hallo Om, bagaimana operasi anak itu. " Tanya El pada sambungan telpon.


El menarik nafas lega setelah mendengar apa yang di katakan Dokter Bayu, saudara dari sang Ayah yang di tugaskan El untuk mengambil tindakan segera pada Putra dari Rymon.

__ADS_1


Sebenarnya Putra dari Ramon sudah menjalani operasi semenjak Rico dan juga Roy menjemput Ramon di rumahnya. Dokter Bayu dan juga Tari yang mendapat tugas menemui anak tampan itu di rumahnya terkejut melihat kondisi nya yang cukup serius. Akhirnya Ia langsung di larikan ke rumah sakit dan segera mendapat penanganan.


__ADS_2