
Rapat dewan sebentar lagi akan segera di mulai, atmosfer didalam ruangan itu terasa sudah berbeda. Semua para pemegang saham sudah berkumpul, tinggal menunggu salah satu kandidat yang belum menampakkan batang hidungnya.
" Apa begini seorang calon direktur utama, tidak bisa menghargai waktu. Janjinya jam berapa dan sampai sekarang pun belum juga datang, ini sama sekali tidak mencerminkan seorang pemimpin yang baik. "
Kevin tersenyum sinis, Ia bahagia melihat Para petinggi lainnya sudah mulai termakan hasutan nya. Semakin bahagia pula melihat Pria yang menurutnya sudah membuat hidupnya sengsara dan menyedihkan seperti yang Ia rasakan saat ini.
" Iya benar, apa jadinya kalau Pak Axel di angkat sebagai direktur utama, bisa bisa semuanya jadi terbengkalai dan tidak pada tempatnya. " Yang lain ikut menimpali.
" Rasakan lu El, kita lihat siapa yang akan menang. " Batin Kevin bermonolog.
Semakin lama situasi di dalam ruangan semakin tidak terkendali, Bagus yang sedari tadi tenang kini mulai gelisah karena sang Putra belum juga tiba di ruangan rapat.
Ting ! Notif pesan masuk di ponsel milik orang kepercayaan Bagus.
Pria itu nampak terkejut melihat apa yang ada di layar ponselnya, Ia menyerahkan ponsel itu ketangan Bagus.
Bagus geram melihat pesan di ponsel asisten pribadinya itu namun Ia berusaha menahan diri, menekan kemarahan nya agar tidak meledak.
" Mohon maaf Pak, tapi kita sudah menunggu Pak El selama hampir satu jam lamanya. Kami juga punya janji di tempat lain, kalau melihat begini kenyataan nya sepertinya yang pantas menjadi direktur utama adalah Pak Kevin. Beliau lebih disiplin dan menghargai waktu, bagaimana menurut pendapat yang lain. "
Ruangan rapat yang awalnya mencekam, kini mulai gaduh. Masing-masing mulai mengeluarkan pendapat mereka, asisten Pak Bagus juga mulai mengeluarkan keringat dingin, sementara Bagus mengepalkan tangannya di bawah meja.
__ADS_1
" Bagaimana ini Pak, seperti nya keputusan akan segera di umumkan dan kita tidak bisa berbuat apa apa. " Bisik sang asisten.
Sementara di luar El harus mengeluarkan tenaganya ekstra agar bisa sampai ke tujuan dengan waktu yang tersisa.
...----------------...
Di perjalanan mobil El di hadang oleh beberapa orang yang mengendarai motor besar, mereka mengancam akan menghancurkan mobil El dengan kayu yang mereka bawa kalau sanggup empunya mobil tidak turun juga.
El berhasil pergi dengan bantuan Han yang rela mengorbankan dirinya menjadi bulan bulanan beberapa Pria bertubuh kekar itu.
" Pergilah El, jangan pikirkan aku. Aku pasti baik baik saja, sebentar lagi pasti ada pengendara lain yang melintas dan memberikan pertolongan kepadaku. Kehadiran mu dalam rapat itu lebih penting. "
" Baiklah, karena batas waktu yang sudah di tentukan sudah habis makan kami sebagai salah satu pemegang saham memutuskan memilih Pak....
" Tunggu........ ! " Semua mata menoleh ke asal suara, suara yang sebagian dari mereka pasti sudah mengenalnya.
Berbagai macam reaksi yang di tunjukkan oleh para Pria yang berada di ruang rapat itu, ada yang langsung sumringah namun banyak juga yang terkejut. Salah satunya adalah Kevin, Ia mengepalkan tangannya dengan gigi gemeretuk menahan kekesalan nya.
" Sial, kenapa dia masih bisa sampai kemari. Apa yang di kerjakan para Pria bodoh itu, hanya untuk mengulur waktu saja tidak bisa mereka lakukan. " Batin Kevin geram.
Wajahnya sudah memerah menahan amarah, padahal sebentar lagi semua keinginan nya akan berhasil tapi lagi lagi orang suruhannya tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik.
__ADS_1
" Maaf semunya, tadi ada sedikit kendala di jalan jadi saya terlambat tiba di sini. "
El membungkukkan sedikit tubuhnya untuk meminta maaf atas kelalaian nya. Tidak terbayang bagaimana susahnya Ia agar bisa mencapai titik ini, bisa menginjakkan kaki di ruangan itu. Ruangan kembali gaduh, karena banyak yang berbisik mengenai pilihan mereka.
Kevin mulai khawatir melihat situasi yang mungkin kurang menguntungkan untuknya, Ia mulai berpikir keras, bagaimana caranya merebut kembali simpati para peserta rapat.
" Apa dengan kata maaf saja bisa mengembalikan semua waktu yang terbuang, bisa menyelesaikan semua masalah. Pak Axell Leonel Atmajaya, para peserta rapat yang hadir disini sudah mengorbankan waktu mereka bahkan mungkin ada yang terpaksa membatalkan kerja sama di tempat lain. Apa Anda pikir rapat ini hanya main main, sehingga Anda berani mengulur waktu. "
El tersenyum sinis dan menatap tajam manik mata Kevin, Pria yang sudah di anggap nya sebagai saudaranya sendiri selama ini. Tidak banyak yang tahu siapa Kevin sebenarnya, karena keluarga Atmajaya sangat menutup rapat rapat mengenai asal usul Pria itu.
" Aku akan merebut semuanya darimu El, selama ini kamu sudah merebut kasih sayang Mama dan Papa sehingga mereka melupakan ku. Kamu bukan hanya merebut kasih sayang Mama dan Papa, tapi juga merebut wanita yang aku cintai. Karena kamu Mama dan Papa tidak pernah melihat ku, atau menghargai kerja keras ku selama ini. Hanya ada kamu dan kamu yang selalu mereka eluk elukan, sementara aku. Aku hanya seperti butiran debu yang tidak terlihat, apapun yang aku lakukan selalu kurang dimata mereka. " Batin Kevin balas menatap El dengan tatapan penuh dendam membara.
Pemikiran nya selama ini sudah membuatnya membenci sesuatu yang tidak seharusnya, merasa tidak di hargai keberadaan nya membuatnya menaruh dendam yang sudah mendarah daging.
El kemudian tersenyum, Ia mulai bisa menguasai dirinya, nampak Pak Bagus tersenyum ke arahnya memberinya semangat. El menghela nafas berat dan menghembuskannya berkali kali.
" Baiklah, terimakasih buat semuanya yang sudah hadir di dalam ruang rapat kali ini. Kehadiran kita disini sesuai dengan apa yang sudah sama sama kita sepakati yaitu memilih siapa yang berhak menduduki jabatan direktur utama di cabang rumah sakit yang berada di kota Surabaya ini. Tidak perlu di perpanjang lagi karena kita akan mulai pemungutan suara, siapa yang mendapatkan suara terbanyak maka dialah yang akan menjadi direktur utama menggantikan saya sendiri dan otomatis menjadi pemilik saham terbesar di rumah sakit cabang Atmajaya. " Tutur Bagus sebagai salah satu pemilik sah dan juga Bayu di samping kanannya yang ikut tersenyum dan mangut manggut.
Sebenarnya bagi Bagus siapa pun Dia yang akan menggantikan dirinya tidak jadi masalah, karena Ia pun sudah menganggap Kevin sebagai Putra kandung nya sendiri. Namun belakangan ini Bagus merasa sangat kecewa setelah mengetahui apa yang di lakukan Putra nya itu.
Dan hal yang benar-benar membuatnya kecewa adalah hal yang baru saja terjadi, Bagus mengetahui bahwa Putra sambungnya itu rela melakukan segala cara untuk mencapai keinginannya, termasuk ingin menghabisi nyawa saudaranya sendiri.
__ADS_1