
Tiba di rumah Imel terus memikirkan apa yang sebenarnya berlaku pada kekasihnya itu sikap nya belakangan ini sangat berubah. Terlebih siang ini ketika Ia mengatakan bahwa dirinya baik baik saja dan mencoba meyakinkan nya dengan rayuan manisnya serta di akhiri dengan makan siang romantis, tapi hal itu justru membuat Imel makin mencurigai sesuatu sedang terjadi pada kekasih nya itu.
Bahkan saat makan siang beberapa kali ponsel Pria itu menyala namun hanya di cek sebentar lalu di simpan kembali, ketika di tanya Ia selalu mengatakan baik baik saja padahal dari raut wajahnya bisa di pastikan kalau kondisinya sekarang sedang tidak baik.
" Ah mungkin dia memang sekarang sedang banyak masalah di kantor, sebaiknya aku tidak perlu menanyakan banyak hal takutnya Ia malah terganggu dengan pertanyaan ku " Gumam Imel
Hari ini jagat maya kembali di gegerkan dengan berita yang tidak sedap mengenai penerus atmajaya corporation, hal itu membuat Maudy meradang karena lagi lagi dirinyalah yang mengetahui kabar buruk itu lebih dulu, berulang kali Ia menghubungi nomor ponsel El namun tidak ada jawaban.
" Ada apa Han, kenapa wajahmu serius seperti itu " Tanya El ketika pagi pagi sekertaris pribadinya sudah menyambangi kediamannya.
Han memberikan koran yang Ia dapat pagi ini, El meraihnya dan mulai memeriksa nya. Ia membaca isi yang tercantum dalam surat kabar itu.
" Sial, rupanya mereka tidak jera juga dan masih ingin bermain main dengan ku "
Tidak lama terdengar deru mobil memasuki parkiran. Maudy bergegas memasuki lobi apartemen dan menggunakan tangga lift untuk bisa segera tiba di lantai atas.
" Siapa " Tanya El ketika mendengar bel berbunyi.
Han mulai memeriksa melalui ponselnya yang terhubung di pintu masuk.
" Ibu Maudy " Jawab Han.
__ADS_1
" Cepat buka pintunya " Pinta El.
Han melangkah dengan cepat membukakan pintu dan menyingkir memberi jalan untuk Maudy masuk.
" Dimana El " Tanya Maudy sembari melangkah masuk.
" Ada Bu, di ruang kerjanya " Jawab Han
Maudy langsung menemui El di ruang kerjanya.
" Tante "
" Dari mana saja sih kamu, apa baru bangun. Dunia sudah mau kiamat di luar, kamu tidak juga ada kabar. Nomor telpon ada juga tidak bisa di hubungi "
Ia melihat banyak panggilan masuk dari sang Tante dan membuat nya harus meminta maaf.
" Sudahlah tidak usah di permasalahkan soal itu lagi, sekarang apa kamu sudah tahu bagaimana kabar di luar "
" Sudah Tan "
" Lalu bagaimana tanggapan mu, apa kamu tidak berusaha mencari tahu siapa yang berani melakukan ini semua "
__ADS_1
El tertawa kecil
" Sudahlah Tante, mereka hanyalah tikus kecil yang ingin cari makan. Tidak perlu di pikirkan sampai seserius ini "
Maudy terkejut mendengar tanggapan keponakan nya itu. Ia begitu menyepelekan masalah besar seperti saat ini.
" Katamu tikus kecil El, ini masalah serius. Ada orang lain yang tidak menyukai mu dan mereka ingin menjatuhkan nama baik mu, agar kamu terlihat buruk di mata masyarakat. Kamu tahu El, sebentar lagi kamu akan menggantikan Ayah mu untuk memegang mandat tertinggi di rumah sakit atmajaya. Apa kamu pikir masyarakat akan percaya padamu, mereka hanya mempercayai apa yang mereka lihat dan juga mereka dengar, kalau kamu diam saja maka nama mu akan buruk di mata mereka untuk selamanya "
Nafas Maudy naik turun menahan amarah di dadanya.
" Tante, tenanglah dulu kita bicarakan ini baik baik. Lagi pula percuma saja kita meladeni ucapan mereka, buah yang sudah busuk di pohonnya meskipun di petik dengan baik tetap hasilnya akan busuk, begitu juga hati manusia. Kalau hatinya sudah selalu berprasangka buruk meskipun coba kita jelaskan mereka tetap tidak akan percaya."
Maudy menghela nafas berulang kali
" Tapi kalau kamu diam saja maka mereka akan semakin berbuat semena mena padamu, Tante dengar ini bukan untuk yang pertama kali saja tapi sudah sering terjadi "
" Sudahlah Tante, aku juga tidak akan membiarkan mereka berbuat semena mena. Bukankah Tante bilang ini adalah masalah serius, dalam menangani tikus tikus ini kita harus persiapkan perangkap yang jitu. Kami sudah punya rencana untuk menjebak dalang utama masalah yang terjadi selama ini "
Maudy mengangguk setuju setelah mendengar penjelasan keponakannya, Ia mendukung penuh apa yang di rencanakan El.
" Baiklah lakukan dengan baik, tapi ingat kalian harus tetap berhati hati. Melihat semua sepak terjangnya selama ini, Tante yakin kalau dalang utama di balik semua ini bukan mereka yang terlihat melainkan ada orang lain. Orang yang kemungkinan selama ini dekat denganmu atau paling tidak orang yang begitu sangat mengenal mu namun pernah sakit hati padamu dan menyimpan dendam untuk itu "
__ADS_1
El manggut manggut mendengar penjelasan Maudy, Ia masih meragukan dugaan Tantenya tapi bukan berarti Ia tidak ingin mempertimbangkannya. Ia hanya bingung siapa orang terdekat nya atau orang yang begitu sangat mengenalnya dan menyimpan dendam padanya, yang Ia tahu bahwa dirinya tidak pernah memiliki musuh selama ini.