Super MOM

Super MOM
Kepindahan tiba-tiba


__ADS_3

Sore hari di kediaman Maudy nampak ramai karena mereka kedatangan tamu yang lama tidak pernah berkunjung.


" Sudah lama ya kita tidak pernah kumpul kumpul seperti ini lagi " Imel begitu nampak antusias dengan pertemuan itu sementara yang lain nampak biasa biasa saja.


Dua orang pelayan rumah datang membawa minuman serta cemilan untuk mereka.


" Silahkan di minum Mas, Mbak, Pa El dan Bu " Bibi mempersilahkan


" Iya Bi, makasih ya " Jawab Imel


Sejak tadi Tari ingin berbicara pada sahabat nya itu, namun sayang dirinya tidak punya kesempatan. Entah mengapa ada yang aneh yang Tari tangkap dari sikap sahabatnya itu.


" Vin, bukannya kemarin kamu bilang akan secepatnya melangsungkan pernikahan kalian, jadi kapan ini pastinya kalian akan melangsungkan pernikahan, dan rencananya mau di adain dimana " Tanya El pada sahabat nya Kevin.


Sedangkan Tari memperhatikan gelagat Imel sahabatnya.


" Menikah. " Tanya Imel, Ia nampak terkejut.


" Ah, pastinya secepatnya dong El, iyakan sayang. Hmm untuk saat ini kita masih belum membicarakan tempatnya El " Potong Kevin cepat.


El tersenyum, mereka kembali melanjutkan obrolan seru mereka.


" Mel, bisa ikut dengan ku sebentar nggak "


Akhirnya Tari punya waktu untuk membawa sahabatnya itu pergi dengannya. Imel mengangguk dan tersenyum, Ia mengendarkan pandangannya ke arah belakang mencari keberadaan Kevin namun tidak ada.


" Baiklah Ri "


Imel mengikuti langkah kaki Tari memasuki ruang pribadi milik Tari.


" Dimana Imel " Tanya Kevin yang baru saja tiba, sebelum nya Ia pamit ke toilet karena merasa tiba-tiba sakit perut.


Wajahnya menjadi gelisah ketika tiba-tiba mendapati sang kekasih tidak ada di tempat Ia tinggalkan semula.

__ADS_1


" Sudahlah Vin, duduklah. Santai saja, lagi pula dia tidak akan kenapa kenapa, orang tadi perginya sama Tari. Paling sebentar lagi juga datang "


Kevin nampak semakin gelisah, duduknya pun menjadi tidak tenang. Bahkan Ia menjadi tidak fokus ketika menjawab pertanyaan El dan yang lainnya.


" Sepertinya aku harus pulang sekarang El, maaf aku lupa kalau ada janji dengan seseorang "


Kevin melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


" Kok cepat banget Vin, baru juga sampai. Minumnya pun belum dihabiskan "


Kevin tersenyum pada semua yang ada disana.


" Ah maaf, tapi benar sekarang aku tidak bisa berlama lama. Aku janji akan mampir lain waktu kemari. Oh ya, tolong sampaikan salam ku buat Tante Maudy, bilang padanya maaf kalau aku nggak bisa nungguin sampai Tante pulang "


El akhirnya tidak bisa berbuat apa apa, dia berdiri dan mengantar sahabatnya itu keluar.


Pintu ruangan Tari di ketuk dari luar, Tari bergegas membukanya. Keningnya berkerut melihat siapa yang sudah berdiri di depan pintu, dan menatap dirinya dengan tatapan tajam.


" Siapa Ri " Tanya Imel dari dalam ruangan.


" Sayang, ayo kita pulang "


Imel yang melihat kekasih nya langsung tersenyum, meskipun bingung namun Ia tetap mengangguk setuju.


" Maaf sayang, Mas lupa kalau sebenarnya Mas ada janji dengan seseorang "


Imel tersenyum dan pamit pada sahabatnya, meskipun Ia sebenarnya masih ingin disana tapi Ia tidak bisa menolak ajakan Kevin.


" Iya Mas, Ri aku balik dulu ya. Lain kali kita ngobrol lagi, hubungi aku saja kalau ingin bertemu. Aku sudah pindah disini, kita bisa bertemu kapan saja kamu punya waktu "


Tari mengangguk dan tersenyum, Ia mengantarkan sahabatnya itu sampai ke mobil.


" Hati hati di jalan ya Mel, kalau ada apa apa jangan sungkan untuk hubungi aku " Pesan Tari.

__ADS_1


Imel mengangguk dan kemudian masuk ke dalam mobil, mobil melesat dengan cepat meninggalkan kediaman Maudy.


Ting ~~


Sebuah notif pesan masuk ke ponsel Tari dan Tari langsung memeriksa nya, bibirnya tersenyum kecut membaca isi pesan itu.


" Sayang, kok kamu tadi tiba tiba ngilang sih, tahu nggak kalau aku khawatir nyariin "


Imel menatap kevin yang sedang mengemudi, sebenarnya Ia ingin marah pada kekasih nya karena pulang mendadak. Ia bahkan belum puas berbincang dengan sahabat nya, pertemuan mereka yang sangat jarang membuat nya masih merindukan sahabatnya itu.


" Tidak apa apa Mas, tadi aku hanya bosan saja nunggu Mas disana bersama para cowok. Mas bisa bayangin gimana jadi aku, seorang wanita duduk di antara para Pria. Lagi pula aku hanya ngobrol bersama Tari, memangnya Mas pikir aku akan pergi kemana "


Kevin menyunggingkan senyum walau nampak terpaksa.


" Oh gitu, nggak mikir kemana mana sih. Terus enak ngobrol nya sama Tari, ngobrolin apa saja kamu sama dia "


Imel menatap lurus kedepan, saat ini Ia sedang tidak ingin berbicara apa pun.


" Ya sudah baiklah, sekarang kamu mau kemana. Mau ketempat ku atau ~~


" Ketempat ku saja Mas, aku ingin Istrahat " Sahut Imel cepat.


Saat ini dirinya memang benar benar lelah, andai saja bukan karena mendengar Ia akan bertemu dengan sahabatnya, Imel tidak akan menyetujui keluar rumah. Perjalanan yang tiba-tiba membuatnya tidak punya persiapan yang cukup, kemarin Ia sudah tidak tidur karena harus menyelesaikan tugas yang Ia sendiri tidak mengerti mengapa di serahkan kepadanya. Ia baru saja tertidur ketika di kabarkan akan bepergian keluar kota oleh kekasihnya.


Banyak pertanyaan yang berkecamuk di pikiran nya tentang mengapa tiba-tiba mereka pindah ke luar kota, ingin sekali Ia menanyakan alasannya namun saat ini Ia sedang malas berbicara dengan kekasih nya itu.


Kevin mengangguk dan Melanjutkan perjalanannya kembali.


" Makasih Mas, maaf aku masuk dulu. " Imel langsung keluar meninggalkan Kevin yang hanya bengong melihat kepergian nya.


Kevin memukul setir mobilnya menyalahkan Tari atas perubahan sang kekasihnya yang menurut nya tiba-tiba.


" Sial, pasti wanita itu sudah mengatakan sesuatu padanya sehingga Imel bersikap acuh padaku. Awas saja kalau sampai kamu berani main api dengan ku, kamu akan menyesal karena sudah melakukan itu " Gumam Kevin geram.

__ADS_1


Ia kembali melanjutkan perjalanan nya karena baru saja Ia mendapat sebuah pesan dari orang orang kepercayaan nya.


__ADS_2