Super MOM

Super MOM
Satu-satunya wanita yang di cinta


__ADS_3

Arka yang panik langsung mencari keberadaan sang Mama. Di kamar, ruang tengah bahkan di ruangan kerja juga tidak ada.


" Ma, Mama dimana. " Panggil Arka panik.


Arka terus mencari keberadaan sang Mama namun tidak menemukan, tiba-tiba hal buruk mulai terbesit di benaknya.


" Astaghfirullah, apa Mama di bawah ke rumah sakit, tidak. " Batin Arka.


" Ma, Mama.... Ma, maafin Arka Ma. " Arka melihat Tiara yang berdiri tidak jauh darinya, Ia segera menarik tangan bocah cantik itu.


" Ra, ayo buruan. "


Tiara heran melihat reaksi Arka yang panik apalagi menarik tangannya dengan keras.


" Lepas Ar, sakit tau. " Arka melepaskan genggaman tangannya.


" Kamu apa- apaan sih Ar, sakit tau. Kenapa sih tarik- tarik. " Protes Tiara.


" Kamu juga sih jalannya lelet kaya keong, kita harus segera ke rumah sakit. "


Tiara tidak terima di katakan keong, sudah tangannya di tarik paksa, sekarang di katakan keong lagi.


" Jangan bilang aku keong, lagian ngapain pula kita ke rumah sakit. Terus kalau harus ke rumah sakit kita pakai apa, terbang begitu. "


Akhirnya keributan pun tidak terelakkan lagi, Arka yang panik dan juga Tiara yang tidak terima di perlakukan kasar oleh Arka.


" Sayang, kenapa kalian jadi bertengkar. "


Tiara dan Arka sontak menoleh, mereka melihat dua orang sedang berdiri tidak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.


" Ini Ma, Pa. Arka, dia kasar padaku. Masa dia menarik tanganku dengan kasar, belum lagi dia bilang aku keong. Padahal aku kan anak Papa yang cantik, Ia kan Pa. "


Tiara mencari pembelaan pada orang yang berdiri tidak jauh dari mereka itu.


" Benar kok Nak, kamu sangat cantik. Sudahlah Nak, sini sama Papa. "


Sementara Tiara mengadu, Arka justru terkejut melihat Tari yang berdiri tidak jauh dari dia berdiri. Ternyata Ibunya itu baik- baik saja.


" Papa. " Tiara berlari dan memeluk El


" Ma. " Arka pun melakukan hal yang sama, Ia berlari dan memeluk wanita yang sudah melahirkan nya itu.


Tari memeluk Arka begitu juga dengan El yang memeluk Tiara.


" Maafkan Arka Ma, Arka sudah buat Mama sedih, sekali lagi Arka minta maaf. "

__ADS_1


Tari menggeleng berulang kali, Ia mengusap air mata yang jatuh di pipi Putra kecilnya.


" Nggak sayang, Arka tidak salah ko Nak. Mama yang seharusnya minta maaf, Mama sudah membuat kamu kecewa. Mama yang seharusnya minta maaf padamu, maafkan Mama Nak. "


Kedua Ibu dan anak itu berpelukan sambil menangis, sedangkan Tiara dan juga El menahan haru melihat akhirnya Arka mau berbicara dengan Ibunya lagi.


" Pa. " Arka beralih memeluk El, El terharu akhirnya Putra kesayangannya memeluknya lagi.


" Maafkan Papa Nak. " Bisik El sebelum Putranya itu minta maaf.


" Arka juga minta maaf ke Papa, maafkan Arka. "


Mereka berempat akhirnya saling meminta maaf, tidak terkecuali Arka. Ia juga meminta maaf pada Tiara.


" Tidak apa- apa Ar, ini juga salahku sih. Aku yang sudah mengejutkan mu, kalau ini terjadi padaku aku pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan. Kamu hebat Ar, kamu sangat menyayangi Mama Tari, aku iri loh. "


Mereka berempat pun akhirnya bisa tertawa bersama.


" Eh memangnya kamu tidak sayang sama Mama Vani, atau jangan jangan Iya. Kamu tidak sayang padanya, kasihan sekali Mama Vani karena dapat anak durhaka seperti mu. "


Plak~~~


Arka terkejut karena mendapat tamparan secara tiba-tiba dari Tiara.


Arka yang masih melongo sambil mengusap pipinya akhirnya hanya bisa minta maaf, apalagi melihat mata Tari yang melotot padanya.


" Ra, aku minta maaf. "


Tiara menghempaskan bokongnya di sofa, Arka duduk di sampingnya sambil terus minta maaf. Tiara yang belum bisa terima berusaha menjauh berharap Arka tidak mengganggunya. Tapi itu tidak terjadi, Arka terus merapatkan tubuhnya di samping tubuh Tiara sambil terus membujuknya.


" Ra, ayolah. Jangan ngambek, aku hanya bercanda kok, aku nggak serius. "


Tiara melipat kedua tangannya di dada dengan wajah cemberut.


" Ayolah Ra, nanti aku belikan coklat deh. Mau ya. "


Tari dan El hanya bisa senyum- senyum sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan kedua bocah kecil mereka.


****


Setelah berusaha membujuk akhirnya Tiara luluh juga, Ia akhirnya mau memaafkan saudaranya itu.


" Nak, ada yang mau Mama katakan sama kalian berdua terutama kamu Nak. "


Arka kembali fokus pada Tari, Tari melirik El seolah meminta ijin pada Pria itu.

__ADS_1


" Biar aku saja sayang. " Ucap El, hal itu berhasil membuat Tari tersipu malu.


Pipinya merona ketika El memanggilnya sayang, Tiara dan Arka sama-sama duduk dengan tenang. Mereka berdua ingin mendengar apa yang akan di katakan oleh kedua orang tuanya kali ini.


" Arka, Tiara. Maafkan Papa karena sudah membuat kalian merasakan hal yang seharusnya tidak di rasakan oleh anak seumuran kalian, hari-hari kalian jadi rumit dan semua ini karena Papa. "


" Karena Mama juga. " Sambung Tari.


El menatap Tari dan kedua buah hatinya, Ia kembali melanjutkan ucapannya.


" Untuk itulah, kali ini Papa dan Mama memutuskan...... "


El dan juga Tari saling pandang, begitu juga Arka dan Tiara. Keduanya sedang menunggu apa yang akan di katakan oleh El dan Tari.


" Memutuskan apa Ma, Pa. " Tanya Arka.


El dan Tari tersenyum, mereka akhirnya mengatakan maksud mereka di hadapan jedua bocah kecil itu.


" Papa memutuskan akan bersama Mama. " Ucap El " Bersama kamu juga Nak, kita akan bersama selamanya. " Sambung Tari.


Tiara langsung tersenyum sumringah, Ia bersorak kegirangan mendengar pengumuman sang Ayah.


" Benarkah itu Pa, Tiara nggak salah dengar kan. "


El menggeleng, sedangkan Tari langsung memeluk Tiara.


" Tidak Ma. "


Tari, Tiara dan juga El beralih menatap Arka dengan kening berkerut.


" Ma, maafkan Arka karena sudah egois. Maafkan Arka karena sudah memaksa Mama dan Papa harus bersama. Pa, Arka tidak akan memaksa lagi kok. Papa bisa menikah dengan siapapun orang yang Papa cintai, Arka tidak mau menjadi penghalang kebahagiaan Papa. "


El menggeleng pelan, Ia menghampiri anak sulungnya itu.


" Sayang, Arka tidak egois kok Nak. Papa memang akan menikah dengan satu- satunya wanita yang Papa cintai selama ini, Papa bahagia dengan pernikahan ini Nak. "


Arka menatap Mamanya yang mengangguk kecil dengan senyum yang terukir di bibirnya.


" Apa maksudnya Pa, apa maksud Papa kalau orang yang selama ini Papa cintai adalah Mama. " Tanya Arka pelan.


Ia langsung menghambur kedalam pelukan Tari dan juga El ketika melihat ketulusan di wajah kedua orang tuanya.


" Ma, Pa. Makasih, Arka sayang Mama dan Papa. "


Ketiganya saling berpelukan dan menangis haru, Tiara juga tidak mau ketinggalan. Ia juga ikut memeluk El, akhirnya mereka berempat saling berpelukan dengan perasaan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2