Super MOM

Super MOM
Pertemuan sahabat lama


__ADS_3

Tari mulai merasa tenang setelah meluapkan rasa sakit hatinya pada El, Ia langsung teringat Putranya yang tadi belum makan apapun.


Ia berlari kecil menaiki anak tangga ke kamar Arka, di lihatnya Putranya itu sedang fokus dengan buku pelajaran nya.


" Sayang " Tari mendekat sembari tersenyum lembut.


" Iya Ma "


" Maaf Mama tadi ada urusan sebentar. Oh ya, apa kamu sudah makan Nak "


Arka mengangguk


" Sudah tadi sama Tante Maira di kasih udang Ma "


Tari bersyukur rupanya Maira langsung tanggap melaksanakan perintahnya sehingga Putranya itu tidak terlambat makan.


El yang berniat akan kembali ke rumah tiba-tiba terkejut karena tangannya di tarik keras oleh seseorang.


" Tante " Gumam El, Ia nampak bingung karena tidak biasanya Maudy menariknya seperti saat ini.


" Diam, jangan banyak protes dan ikut Tante " El pun menurut kemana wanita itu membawanya pergi.


Maudy langsung mengunci pintu ketika tiba di ruang kerjanya, ruang yang berada tepat di samping kamar tidurnya.


" Apa yang sudah kamu lakukan " Tanya Maudy


El tertawa kecil


" Tidak ada Tante, memangnya El melakukan apa "


" Jangan bohong El, Tante bukan anak kemarin sore yang bisa kamu bohongi "


El menghela nafas berat, memang susah membohongi seorang yang bernama Maudy batinnya.


" Apa salahnya Tante, aku hanya ingin mengetahui apa yang seharusnya aku ketahui " Jawab El.


Maudy memandang El, sungguh Ia tidak menyalahkan keponakannya itu tapi Ia juga tahu persis bagaimana perjuangan Tari selama ini. Semuanya bukan hal yang mudah.


" Tante tahu kamu ingin mencari kebenaran dan itu tidak salah, tapi ingat El. Jangan pernah kamu memaksakan kehendak mu, biarkan Tari bahagia dengan hidupnya. Perjuangan nya selama ini tidak mudah dan Tante adalah saksi hidup bagaimana Ia bertahan melalui itu semua "


El melangkah ke sofa dan menghempaskan bokongnya disana.


" Tapi Tante, aku juga berhak tahu~


" Dan sekarang kamu sudah tahu kan, jadi jangan paksakan dia. Kalau dia tidak ingin menceritakan semuanya itu berarti dia memang merasa itu tidak perlu dia ceritakan dan kamu harus memaklumi nya El "


El terpaksa mengalah sebelum Ia benar-benar membuat Tantenya itu marah besar dan Ia tahu bagaimana kelanjutan nya.


Maudy menghampiri Tari ketika El sudah meninggalkan kediamannya.


" Nak "


" Ma, kalau Mama kemari hanya ingin membujuk ku untuk keponakan Mama itu, mohon maaf karena Tari tidak bisa "


Maudy menggeleng pelan


" Tidak sayang, Mama tidak akan memaksamu. Lakukan apa yang menurutmu benar "


Tari memeluk Maudy erat, sejak dulu wanita itu selalu bisa di andalkan. Kasih sayangnya tidak perlu di ragukan lagi.


***

__ADS_1


Bel berbunyi di kediaman Maudy, Maira yang kebetulan mendengar langsung bergegas membukakan pintu.


" Wa'alaikum salam, maaf Anda cari siapa ya "


Maira yang terkejut karena belum pernah melihat tamu itu sebelum nya langsung bertanya.


" Apa benar ini rumahnya Tari, hm namanya Kayla Lestari "


Maira menatap tamunya itu begitu intens


" Oh Aku temannya, nama ku Imel "


" Siapa Maira " Bibik yang melihat Maira hanya berdiri di depan pintu langsung bertanya.


Maira menoleh ke asal suara, nampak Bibik melangkah ke arahnya.


" Ini Bik, ada tamu nyariin Dokter Tari, katanya temannya "


Bibik pun melakukan hal yang sama, sebenarnya mereka hanya ingin memastikan kalau tamu di hadapan mereka ini adalah orang baik baik bukan seseorang yang ingin berniat jahat pada majikan mereka.


" Iya Bi, aku temannya dari Jakarta "


Bibik tersenyum dan mempersilahkan tamu nya untuk masuk.


" Maira, kamu cepat panggil Ibu biar aku saja yang buatkan tamu kita minum ya " Ucap Bibik pelan.


Maira mengangguk dan segera berlalu pergi. Ia mengetuk pintu pelan karena bagaimana pun juga Ia tahu bahwa Tari baru saja pulang dari rumah sakit, mungkin Ia tengah istrahat.


" Bu " Panggil Maira.


" Ya " Jawab Tari.


" Ada tamu di luar, katanya temannya Ibu dari Jakarta "


Tari yang baru saja selesai membersihkan diri dan berganti pakaian segera berlalu keluar ketika mendengar kata teman.


" Teman Ra, siapa ya " Kening Tari berkerut.


Kedua wanita itu melangkah keluar, Ia terkejut melihat siapa yang kini berdiri di hadapan nya itu.


" Tari.... ! ini benar-benar kamu "


Imel langsung menghambur kedalam pelukan Tari, keduanya saling berpelukan meluapkan rasa rindu yang sudah lama terpendam.


" Kamu kemana saja selama ini Ri, kamu tahu nggak kalau aku hampir saja gila mencarimu kemana-mana "


Imel tidak mampu menahan kebahagiaan ketika bisa bertemu lagi dengan sahabatnya itu. Ia bahkan menangis histeris di pelukan Tari, Tari mengelus pelan belakang sahabatnya itu.


" Maafkan aku Mel "


Imel melepas pelukannya, Ia mengusap air mata yang mengganggu penglihatannya.


" Katakan padaku kalau wanita itu yang sudah menyakitimu, benarkan begitu "


Tidak bisa di pungkiri bahwa sebelum Maudy hadir, Imel lah satu satunya orang yang mengetahui penderitaan Tari.


" Tanpa aku jelaskan pun kamu sudah tahu Mel "


Tari duduk di sofa di susul oleh Imel


" Keterlaluan Ibu mu itu Tari, kamu tahu nggak sih, kalau Ibu mu mengatakan kamu kabur dengan laki laki hidung belang karena kamu hamil. Apa itu benar Ri "

__ADS_1


Tari menghela nafas berat, apa yang di ucapkan Ibu nya itu adalah benar. Ia memang kabur dari rumah tapi bukan karena masalah Ia hamil, namun itu semua karena sang Ibu yang terus menekannya dan berusaha melenyapkan janin yang ada di rahimnya. Tari tahu kalau dulu perbuatan nya adalah salah dan Ia tidak ingin menambah dosa nya lagi dengan melenyapkan janin yang sedang tumbuh di rahimnya itu.


" Apa yang wanita itu katakan benar Mel, aku memang pergi dari rumah waktu itu karena aku hamil dan sekarang aku sudah punya anak. Maafkan aku "


Imel menatap raut wajah sahabatnya itu, Ia tahu persis sifat sahabatnya.


" Brengsek, pasti wanita itu yang menjerumuskan mu sehingga kamu mengalami masalah berat seperti itu dan kalau dugaan ku tidak salah pasti dia yang meminta mu melenyapkan janin itu kan "


Tari diam tidak menjawab dan Imel yang memang begitu menyayangi Tari sudah bisa menebak jawaban dari semua pertanyaan nya.


" Sudah Ri tidak apa apa yang penting sekarang aku sudah bertemu dengan mu dan aku sangat senang sekali. Hm sekarang masalahnya dimana keponakan ku itu, apa dia Tari junior atau ~~ ah apalah itu Tari. Cepat bilang padanya kalau bibinya yang cantik ini ingin bertemu. Ah bahagianya aku, nggak nyangka aku sudah jadi Bibi sekarang "


Imel benar-benar bahagia, Ia sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana wajah imut versi Tari sewaktu kecil.


" Boleh kok Bibi Imel, tapi jangan kaget ya " Tari membulatkan jari tangan nya membentuk huruf O.


" Siapa takut "


Keduanya melangkah menaiki tangga menuju kamar Arka, Tari mengetuk pintu lebih dulu dan baru berani membuka pintu setelah mendengar jawaban dari Putranya.


" Sayang, ini Mama. Boleh Mama masuk " Tanya Tari pelan setelah mengetuk pintu.


" Masuk saja Ma, pintunya nggak di kunci kok "


Tari menatap sahabatnya dan keduanya sama sama mengangguk.


" Lagi apa Sayang "


Tari menghampiri Putra semata wayangnya dengan senyum bahagia sementara Imel berdiri mematung di depan pintu.


..." MasyaAllah " Batin Imel....


" Mama, dia siapa " Akhirnya Arka bertanya karena melihat ada orang lain yang bersama Mamanya.


Tari memanggil manggil nama Imel namun wanita itu masih berdiri mematung seolah tidak mendengar seruan Tari.


Akhirnya Tari memutuskan menghampiri sahabatnya itu dan menepuk pundaknya pelan.


" Mel, kamu kenapa. Itu Arka nanyain lho "


Imel menatap wajah Tari dan Arka bergantian, Ia benar-benar shock ketika melihat wajah Arka untuk pertama kali.


" Tari, apa dia anak ~


" Iya, makanya dari tadi aku sudah katakan padamu agar kamu jangan kaget. Mendekatlah padanya, jangan katakan apapun mengenai Dia karena Arka belum tahu apa apa " Ucap Tari pelan.


Imel melangkah pelan setelah mampu menguasai rasa keterkejutan nya.


" Kamu berhutang penjelasan padaku ya Tari "


Tari mengangguk cepat karena Ia tidak ingin membuat Putranya semakin bingung.


🌹🌹🌹


Hai Mom Super, makasih buat yang sudah mampir dan baca komen juga ngasih tips, semoga para Mom tambah berkah.


Yang belum jangan lupa tinggalkan jejaknya ya


Like, komen, fav, rate. Yg punya vote juga boleh ya


makasih banyak πŸ™

__ADS_1


__ADS_2