
Bu Winda begitu antusias mempersiapkan semua keperluan untuk pernikahan putra satu- satunya yang beliau miliki, belum lagi yang menjadi menantunya juga adalah menantu pilihannya sendiri yang mungkin menjadi menantu idaman semua orang tua. Hal itu membuat Bu Winda begitu memperhatikan setiap detail dengan sungguh-sungguh, tidak ingin ada yang kurang.
" Mas Alvin, bukankah ini terlalu berlebihan. "
Risma begitu terkejut ketika melihat semua barang- barang yang di berikan calon suami nya dan juga mertuanya. Alvin menggeleng pelan, Ia justru merasa kalau itu semua masih kurang, namun Ia tidak tau apa yang di butuhkan wanitanya.
" Tidak apa- apa Ris, ini semua tidak ada artinya bagiku. Kebahagiaan Bunda dan juga kamu itu yang lebih utama bagiku. Kalau masih ada yang kurang kamu bisa beritahukan aku, aku pasti akan memberikan nya untuk mu. "
Risma menggeleng, Ia tidak bisa berbuat apa- apa dan akhirnya hanya bisa memaklumi suaminya itu. Mungkin kalau dari orang berada, tentu apapun yang Ia minta akan di kabulkan, namun Risma tidak menginginkan itu semua. Seorang yatim piatu, Risma hanya ingin mendapatkan keluarga yang mau menerima kekurangan nya dan mencintainya dengan tulus.
Setelah mempersiapkan semuanya, ki yang di tunggu pun tiba. Dengan gaun indah dan mewah yang melekat di tubuhnya, Risma semakin nampak cantik. Bahkan Alvin hampir tak berkedip ketika Risma datang ke aula pernikahan dan di apit oleh sahabatnya bersama para perias yang di minta menyulap putri cantik itu.
Alvin selalu curi- curi pandang dan nampak menelan salivanya berkali-kali, mungkin harini ini rasa itu akhirnya hadir. Berawal dari mencoba membahagiakan Bundanya, kini dirinyalah yang merasa bahagia tengah bersanding dengan bidadari cantik dalam versi dunia nyata.
Acara demi acara di lalui dengan lancar, Alvin bahkan dengan lantang mengucapkan ijab qobul yang membuat Risma sah menjadi miliknya. Risma tersenyum bahagia begitu juga dengan Bu Winda yang sejak tadi selalu menebarkan senyum kebahagiaan, wanita yang sebelumnya sakit- sakitan kini nampak begitu segar bugar karena keinginannya terpenuhi. Beliau bangga akhirnya bisa menjadikan seorang Dokter sebagai menantunya.
Semua keluarga besar nampak hadir memberikan ucapan selamat kepada kedua pengantin baru yang akan menjalani bahtera setelah ini. Tanpa terkecuali Ilmi, Ia juga datang bersama Imel, mereka juga sudah merencanakan pernikahan secepatnya setelah pernikahan Risma dan Alvin.
Ilmi datang memberikan selamat, Ia sudah mengikhlaskan semuanya. Dua wanita yang Ia cintai telah lebih dulu menjadi milik orang lain.
__ADS_1
" Selamat ya Ris, semoga kalian berdua selalu bahagia, langgeng terus sampai maut memisahkan. "
Risma mengangguk dan juga mengucapkan terima kasih kepada Ilmi, Alvin juga sama. Ia sudah tau semua cerita di balik pertemuan nya dengan sang Istri. Andai bukan karena Pria itu menolaknya, mungkin Risma tidak akan pindah ke Jakarta dan menjadi Istrinya seperti saat ini.
Tari juga menggandeng Putra tampannya dan juga suami bucinnya yang masih saja bucin setengah mati.
" Ris, selamat ya. Aku turut berbahagia untuk mu, do'aku yang terbaik untuk kalian, semoga cepat nyusul. " Bisik Tari tepat di telinga Risma namun masih bisa di dengar oleh Alvin.
Risma bingung dengan apa yang di katakan Tari, Ia ingin bertanya lebih jauh namun di depannya sudah ada beberapa orang yang antri mengucapkan selamat pada mereka.
Tari susah payah menahan tawa, Ia tau kalau sahabatnya itu akan bingung mengenai apa yang Ia katakan. Nampak kalau Risma tidak fokus menyalami para tamu undangan.
Pipi Risma merona bak kepiting rebus, bukannya mendapatkan jawaban kini malah Ia tersipu malu karena suaminya memanggilnya dengan panggilan romantis yang baru pertama kali Ia dengar.
" Kenapa dengan wajahmu, apa kamu lelah. Kamu sakit, kalau kamu merasa tidak nyaman, kita akan istrahat di kamar saja. " Alvin mulai khawatir.
Bukannya berkurang, mendengar kata kamar jantung nya kembali berdetak lebih kencang dari biasanya.
" Astagfirullah suami, kenapa dia mengatakan itu. Apa dia sudah memikirkan itu, ya Allah aku bahkan belum siap. " Batin Risma.
__ADS_1
Ia mencoba tersenyum untuk meminimalisir kegugupan nya.
" Tidak apa- apa Mas, aku masih kuat. Lagipula tidak enak meninggalkan tamu undangan yang masih banyak begini, ini juga sangat baik untuk kita. Mereka datang untuk mendoakan kita, bukankah itu lebih bagus. "
Alvin mengangguk, Ia setuju apa yang di ucapkan Istrinya. Namun agar membuat istrinya tidak terlalu lelah, Alvin meminta Risma untuk duduk saja dan Risma pun setuju.
Semua akhirnya hidup bahagia dan mendapatkan pasangannya masing- masing. Hanya satu pasangan yang tidak hadir pada saat itu, dia adalah Aluna yang tidak bisa hadir langsung karena sedang dalam masa pemulihan setelah melahirkan kedua bayi kembar laki-lakinya.
Di sakiti memang sangat sakit, namun ketika kita mau memaafkan dan membuka hati maka semua rasa sakit itu akan berubah menjadi kebahagiaan.
Rasa sakit, kegagalan, kecewa, patah hati. Semua itu sesungguhnya adalah kebahagiaan yang tertunda, semoga kita semua selalu mendapatkan kebahagiaan. Mendapatkan seseorang yang mampu menghargai keberadaan kita, merindukan kita disaat kita tidak ada. Mencintai kita dan menjadikan kita sebagai seorang ratu di dalam rumah tangga, semangat para mom super di dunia nyata. Semoga kita selalu di beri kesabaran, kekuatan dalam menjalani setiap momen kita dengan baik. Ingatlah bahwa yang terjadi hari ini mungkin tidak akan bisa di ulang di esok hari, jadi pastikan setiap hari selalu hadirkan kebahagiaan, yang selalu bisa kita kenang dimasa akan datang.
" Love you all, makasih sudah menemani perjalanan super mom dari awal sampai saat ini. Makasih buat jempolnya yang sudah memberikan like dan juga komentar positif, author nggak bisa menyebutkan nya satu- satu. Semoga kalian semua selalu bahagia dimana pun berada, selalu di beri kesehatan dan juga rezeki yang melimpah. Sekali lagi, makasih buat semuanya. "
ππππ πππ
πΉπΉβ€β€
ππππππ πππππ
__ADS_1