Super MOM

Super MOM
Perdebatan sekolah baru


__ADS_3

El langsung berbalik arah setelah mengantarkan Arka dan juga Tari dengan selamat sampai di kediamannya. Ia mampir ke sebuah tempat terlebih dahulu membelikan sesuatu untuk sang Putri, setelah merasa cukup akhirnya Ia melajukan kembali mobil nya ke arah yang di tuju.


Ia tersenyum bahagia setelah tiba disana, gegas Ia keluar dengan membawa beberapa kantong plastik di tangannya.


" Assalamu'alaikum sayang, ini Papa Nak "


El mengetuk pintu dan memanggil na Putrinya, tidak lama kemudian pintu rumah terbuka nampak seorang wanita berdiri disana.


" Kamu, tumben kamu menepati janji biasanya juga nggak peduli "


El langsung menyelonong masuk mencari Tiara.


" Bi Yuni, tolong siapkan ini ya " Pinta El pada wanita yang Ia pekerjakan disana.


Yuni mengangguk hormat, Ia segera melaksanakan tugasnya.


" Oh ya, Tiara mana Bi " Tanya El yang sudah melangkah beberapa langkah namun terhenti.


Yuni menengok ke belakang dan melihat sesuatu yang Ia cari tidak ada disana.


" Oh seperti nya Non ada di belakang Pak, soalnya sendalnya tidak ada disana " Tunjuk Bi Yuni


El mengangguk dan melangkah ke tempat yang di maksud Bi Yuni. Dari jauh El melihat sang Putri yang sedang duduk di taman belakang, Ia mengendsp perlahan agar sang Putri tidak menyadari kehadiran nya.


" Papa ! " Ucap Tiara tanpa menoleh.


El malah terkejut, padahal Ia sudah berusaha tidak mengeluarkan suara sama sekali namun Tiara masih menyadari kehadiran nya.


" Kok tahu sih kalau Papa datang padahal kan Tiara tidak melihat, ya! "


Tari menoleh ke Ayahnya dan tersenyum manis, El merasa sangat bahagia melihat itu.


Senyum yang selalu menghias di bibir gadis kecilnya itu yang membuatnya tidak tega menyakiti anak perempuan nya itu.


" Tiara kan sayang sama Papa, Tiara pasti bisa merasakan kalau Papa ada di dekat Tiara, lagi pula kan tadi Papa juga sudah janji akan menemui Tiara setelah mereka Papa antar pulang "


El mangut manggut, benar juga spa yang di katakan Putrinya itu.

__ADS_1


" Apa Papa sudah mengantarkan mereka pulang " Tanya Tiara.


El mengangguk, Ia jongkok mensejajarkan tingginya dengan sang Putri.


" Sayang ! Sayangnya Papa yang cantik. Namanya adalah Arka dan juga Tante Tari, Tiara bisa panggil mereka dengan sebutan itu, bukankah itu lebih baik dari pada Tiara sebut Mereka. Apa Tiara mau "


El tidak mengalahkan Putri kecilnya, Ia tahu alasan di balik semua itu.


" Baik Pa, kalau itu mau Papa. Apapun yang Papa katakan Tiara akan menurut, bukankah Tiara adalah anak yang baik. "


El tertawa kecil dan kemudian memeluk tubuh Putrinya, Ia sudah terlanjur menyayangi gadis kecilnya itu.


" Ya sudah sayang, ayo masuk. Coba tebak Papa bawakan apa untuk Tiara "


Mereka melangkah dengan berpegangan tangan masuk kedalam rumah.


" Ice cream dong Pa " Tebak Tiara.


El lagi lagi tercengang karena sang Putri bisa menebak salah satu barang bawaannya.


" Ya sayang, kok kamu tahu sih Nak "


" Ya karena Tiara saat ini memang ingin makan Ice cream makanya Tiara asal nebak itu dan ternyata Papa memang membawakannya untuk Tiara. Makasih Papa, Papa memang yang terbaik "


Keduanya tersenyum bahagia


" Sama sama sayang "


***


Setelah selesai menikmati hidangan yang di bawa El dari luar, El meminta Vania dan juga Tiara untuk berbicara bertiga.


" Ada apa sih Mas, tumben ngajakin bicara baik baik "


Vania menghempaskan bokongnya di kursi sofa, sementara Tiara duduk dengan sopan di samping sang Ibu.


" Ada apa Pa " Tanya Tiara.

__ADS_1


Ia melihat keseriusan di wajah sang Ayah tidak seperti sebelumnya. El tersenyum memecah suasana


" Aku ingin mendaftarkan Tiara di MCA, disana lebih terjamin "


El menyampaikan keinginan nya pada Vania. Jauh dari ekspektasi nya bahwa wanita itu akan menerima usulnya, ternyata usahanya di tolak oleh Vania.


" MCA, maksud kamu yayasan keluarga mu itu. Tidak El, aku tidak setuju " Tolak Vania.


Tiara yang tidak tahu apa apa hanya diam melihat reaksi Ibunya, lagi pula Dia sudah terbiasa dengan hal seperti itu.


" Kenapa Vania, bukankah disana terjamin dan juga tempatnya yang tidak jauh dari sini. Pikirkan Tiara Vania, dia juga butuh pendidikan "


Vania mencibir, Ia tidak menyukai usul El.


" Justru itu El, Tiara butuh pendidikan yang jelas, Aku tidak setuju Ia bersekolah disana, bukankah masih banyak tempat lain yang berkelas dari pada di MCA itu. Aku tidak mau anakku bersekolah disana, apalagi satu kelas dengan anak dari wanita benalu itu "


El terkejut mendengar ucapan Vania.


" Cukup Vania, jaga ucapan mu. Lihat kamu sedang berada dimana, jangan mengajarkan sesuatu yang tidak baik padanya "


Vania mentertawakan ucapan El.


" Yang mengajarkan tidak baik itu siapa, bukankah ini semua kamu yang mulai. Aku tidak mau tahu, Tiara harus bersekolah di tempat yang elite dari kalangan orang orang terpandang juga. Aku tidak mau anak kita berteman dengan kalangan bawahan seperti anak dari wanita itu " Ucap Vania dengan suara keras.


El ingin membalas ucapan Vania namun Tiara mencegahnya.


" Sudah Ma Pa, jangan bertengkar, kenapa jadi pada ribut sih. Mama, apa bedanya sekolah di tempat yang elite atau tempat biasa, bukankah yang terpenting itu belajarnya. Papa, Tiara mau kok. Tempatnya bagus dan dekat dari sini, Tiara bisa pergi dan pulang sendiri tanpa harus di antar jemput "


Vania menatap Putrinya nyalang, bisa bisanya anak itu menyetujui usulan Ayahnya kali ini bahkan di hadapan matanya sendiri


" Nah kan Vania, anakmu saja tidak keberatan. Kamunya saja yang selalu membuat masalah kecil jadi besar, ribet amat "


Setelah perdebatan panjang akhirnya El pamit pulang, sebelum nya Ia sudah menidurkan Tiara lebih dulu. Pelan El turun dari ranjang kemudian meninggalkan kamar Tiara, Ia menutup pintu dengan pelan agar Putrinya itu tidak terbangun.


" Sudah malam begini kamu masih ingin pulang juga, kenapa nggak tidur disini saja "


Ternyata kedatangan nya sudah di tunggu oleh Vania di ruang tengah, El menghela nafas karena terkejut dengan kehadiran Vania.

__ADS_1


" Tolong jaga Tiara baik baik, dan jangan lagi membahas masalah ini padanya apalagi sampai kamu mengintimidasi nya. Dia masih kecil Vani, Aku tidak akan terima alasan apapun kalau sampai itu terjadi "


El meninggalkan Vania yang mungkin ingin protes dengan ucapan nya yang Ia lontarkan barusan.


__ADS_2