
Arka sudah kembali bersekolah seperti biasa, sejak kejadian beberapa hari yang lalu tidak ada seseorang pun yang berani membuat masalah untuknya.
" Assalamu'alaikum anak anak, selamat pagi semua "
" Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi Bu " Jawab anak anak serempak.
Bu Ayu melangkah di ikuti oleh seseorang di belakang nya.
" Anak anak, hari ini kita kedatangan teman baru dari negara A. Sayang coba perkenalkan namanya siapa, biar teman teman yang lain tahu "
Tiara mengangguk pelan dan tersenyum, pandangan nya di arahkan nya ke segala penjuru. Memindai semua siswa yang hadir disana hingga akhirnya matanya tertuju pada Arka yang duduk di kursi paling pojok.
" Namaku Tiara maharani a~~ "
Semua murid menatap nya menunggu kelanjutan perkenalan nya.
" Tiara mahari a~ apa sayang " Tanya Bu Ayu pelan.
Tiara tersenyum dan menatap guru cantik di sampingnya dan beralih kepada semua teman teman barunya di ruangan itu.
" A~~~ Bu Ayu cantik " Ucap Tiara.
Bu Ayu yang mendengar pujian yang terlontar dari murid barunya tentu saja merasa senang, jarang jarang ada yang mengakui kecantikan nya.
" Terima kasih sayang, baiklah sekarang kamu cari tempat yang kosong ya. "
Tiara mengangguk pelan dan melangkah mencari kursi yang kosong, Ia melihat kursi kosong di samping Arka dan mulai mendekat.
" Arka, bolehkah aku duduk disini " Tanya Tiara dengan suara pelan.
Seorang murid perempuan langsung menghalangi keinginan nya.
" Hei Tiara, kamu itu cewek kenapa duduk disana. Lihatlah, disini saja banyak kursi yang kosong "
__ADS_1
Beberapa murid lain mentertawakan nya hingga membuat gadis kecil itu malu.
" Ada apa ini, semua coba diam sebentar "
Semua diam untuk sesaat
" Tiara Bu, dia ingin duduk di samping Arka sedangkan disini juga banyak kursi yang kosong"
Ayu menjadi serba salah, Ia tersenyum penuh kelembutan.
" Tiara sayang, duduknya di samping Bella saja ya "
Ayu tidak ingin semakin terjadi kegaduhan di jam pelajaran nya, Tiara mengangguk dan permisi duduk di tempat yang di maksud. Jam pelajaran berlangsung seperti biasa.
" Arka, tunggu " Panggil Tiara ketika jam istrahat tiba.
Arka menghentikan langkahnya dan menatap Tiara yang melangkah ke arahnya.
Tanpa menjawab Arka melangkah ke taman sekolah dan berdiri disana, Ia melipat tangan di depan dada. Tiara yang melihat itu menjadi bingung.
" Kenapa diam, bukannya kamu ingin bicara. sebentar lagi jam istrahat selesai, apa kamu tidak kepikiran untuk jajan "
Tiara menggaruk garuk kepala nya yang tidak gatal, Ia bingung melihat sikap Arka.
" Ada hubungan apa kamu sama Papa " Akhirnya Tiara menanyakan apa yang selama ini Ia pendam.
" Apa itu penting " Jawab Arka dengan ekspesi datar.
Merasa Tiara diam akhirnya Arka memilih pergi, namun suara Tiara menghentikan langkah kakinya.
" Tentu saja itu penting Ar, karena Papa belakangan ini selalu menghabiskan waktu bersama kalian. Papa bahkan melupakan kami, kamu merasa tidak kalau kamu sudah merebut kasih sayang Papa dariku " Ucap Tiara pelan namun penuh penekanan.
Sangat terasa dari nada bicaranya kalau gadis kecil itu memendam rasa kecewa namun tidak bisa berbuat apa apa.
__ADS_1
" Aku tidak pernah merasa merebut siapa pun Tiara, tanyakan saja pada Papa mu apa alasannya "
Arka mengatakan itu sebelum akhirnya meninggalkan Tiara yang masih berdiri mematung di tempatnya semula.
***
Tiara pulang dari sekolah dengan berjalan kaki, wajahnya tidak seceria biasanya. Ia menendang nendang kerikil yang Ia lewati. Ingatan nya tertuju pada apa yang di ucapkan Arka padanya beberapa jam yang lalu.
Di tempat lain di Ibukota
" Vin, tunggu ! "
Pri yang di panggil kevin sontak menghentikan langkahnya mendengar seseorang memanggil namanya.
" Ternyata benar kamu Vin, kamu kemana saja sih. Beberapa hari ini kamu sangat sulit untuk di temui, contohnya kemarin aku ke rumah mu dan kata Bibi kamu tidak ada, padahal nyata nyata aku melihat dengan mata kepala ku sendiri kalau kamu berada di lantai atas "
Kevin sanjaya, pria dengan tampang di atas rata rata dan selalu membuat wanita histeris melihatnya itu nampak tersenyum dan hal itu membuat Imel bertanya tanya.
" Apa kamu ada masalah sayang, atau ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku " Tanya Imel lagi.
Dia bisa merasakan perbedaan yang begitu jelas pada sikap kekasih nya itu, apalagi semenjak Ia kembali dari kota S, Imel bisa merasakan perubahan yang signifikan.
" Nggak ada masalah sayang, itu perasaan mu saja. Mengenai yang kemarin aku memang ada di rumah, mungkin hanya salah faham. Maksud ku Bibi mungkin belum tahu kalau aku memang ada di rumah, karena sebelumnya Bibi tahu kalau aku sedang keluar " Kevin memberi alasan.
Imel manggut manggut mencoba tersenyum meskipun hatinya masih ragu dengan apa yang di katakan Kevin padanya.
" Sudahlah sayang, tidak ada apa apa, percayalah padaku. Emm mumpung ketemu nya disini gimana kalau kita makan siang saja, kebetulan sekarang ini aku sangat lapar, pasti akan sangat enak kalau makan di temani orang tercinta "
Ya, siapa bisa tahan mendengar gombalan maut seperti yang di dengar Imel saat ini, Ia tersipu malu serasa ada kupu kupu terbang di perut nya.
" Kamu ini sayang, ada ada saja " Imel menepuk lengan Kevin pelan.
Mereka tertawa dan melangkah masuk kedalam restauran dengan berpegangan tangan.
__ADS_1