
Pak Bagus, Aini juga Aluna bingung melihat El yang nampak frustasi setelah mendapat telpon dari seseorang.
" Ada apa Nak, kenapa wajahmu secemas itu. " Tanya Aini.
" Kevin Ma, Orang-orang yang aku suruh awasi Kevin mengatakan Kevin di bawa oleh beberapa orang menggunakan mobil dan mereka kehilangan jejak. "
Aini dan Aluna nampak bingung, mereka belum mengetahui apa yang sedang terjadi sebenarnya.
" Sebenarnya apa yang terjadi Nak, kenapa kalian nampak sangat tertekan seperti ini. "
Mata Pak Bagus melotot sempurna setelah melihat salah satu rekaman yang sangat jelas menampilkan orang yang Ia kenali.
" Hermawan.....! Apa dia ada di kota ini, sejak kapan dia keluar dari persembunyiannya dan ada hubungan apa dia dengan Kevin. " Gumam Pak Bagus namun masih di dengar oleh Aini Istrinya.
" Ada apa Mas, siapa yang baru keluar dari persembunyiannya dan kenapa Mas menyebut nama orang itu lagi. "
Kini giliran El dan Aluna yang bingung, mereka tidak pernah mendengar nama itu di sebut oleh kedua orang tuanya.
" Orang siapa sih Ma, Pa. Kenapa Mama dan Papa seperti tegang begitu. " Tanya Aluna dan juga El.
" Bukan siapa-siapa Nak, tapi kalau memang Dia benar ada di balik semua ini, berarti kita harus segera memperketat penjagaan di rumah sakit dan juga di rumah ini. " Jawab Bagus.
Jawaban Bagus membuat El dan Aluna bingung, sampai semenakutkan itu masalah yang mereka hadapi saat ini.
__ADS_1
" Sebenarnya ada apa sih Pa. " El langsung bertanya karena dirinya merasa punya tanggung jawab besar untuk menjaga keselamatan keluarganya.
Bagus akhirnya menceritakan semua kisah kelam persahabatan mereka yang akhirnya renggang karena terjadi karena salah fahaman. Bagus sudah berulang kali menjelaskan pada Hermawan bahwa bukan dirinya yang menghilangkan nyawa Adik semata wayangnya namun Hermawan yang sudah di butakan oleh dendam tidak peduli dan tidak ingin mendengar penjelasan Bagus.
" Hutang nyawa di bayar nyawa Bagus, suatu saat aku akan kembali dan akan merebut semua yang kau punya begitu juga dengan orang yang sangat kau sayangi. Agar kau bisa merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang-orang yang penting dalam hidupmu. " Kata itu yang masih di ingat dengan jelas di benak Bagus.
Di tempat lain.
" Lepaskan aku, kenapa kalian menyeret ku seperti ini. Aku masih bisa jalan. " Protes Kevin ketika tubuhnya di perlakukan secara tidak manusiawi oleh orang-orang yang tidak Ia kenal.
Meskipun sudah berulang kali memohon tapi tidak sekalipun para pria itu berbaik hati melepasnya.
Brukh......!
Tubuh Kevin di dorong secara kasar oleh salah satu Pria bertubuh tambun, hingga Ia tersungkur tepat di kaki seorang Pria.
Para Pria tadi nampak berbaris dengan wajah tidak bersahabat.
" Anak bodoh, tidak bisa di andalkan. Seharusnya kau kubunuh saja dari dulu dari pada hidup tapi hanya bisa menyusahkan ku pada akhirnya. " Ucap sang Pria seraya membuka topeng yang Ia pakai.
Kevin mendongak melihat siapa si pemilik suara
" Om Hermawan, kenapa Om menangkap ku dan menyeret ku seperti seekor hewan. " Kevin tidak habis pikir melihat siapa Bos dari para Pria kurang ajar tadi.
__ADS_1
Tawa menggema seisi ruangan
" Aku sudah bilang untuk jalankan rencanamu dengan baik tapi kamu sia siakan semua waktu yang sudah aku berikan padamu. Sekarang lihatlah, Bagus brengsek itu malah merasa bahagia karena semua keinginannya bisa terwujud dan lagi lagi aku kalah karena tidak bisa membalaskan dendam Adikku yang di bunuh olehnya. "
Kevin masih mencoba mencerna ucapan Hermawan, ada satu hal yang tidak Ia mengerti.
" Kurung Dia di gudang, dan lanjutkan rencana berikutnya. " Titah Hermawan.
Beberapa Pria tadi dengan sigap menyeret tubuh Kevin dan membawanya di sebuah ruangan yang gelap. Kevin nampak ketakutan, jujur dirinya sangat fobia dengan kegelapan.
Ia berteriak-teriak minta di keluarkan namun Para Pria tak berperasaan itu meninggalkan nya begitu saja.
" Papa, Ma...... Kevin takut, tolong Pa bawa pergi Kevin dari sini. " Teriak Kevin dengan tubuh bergetar.
Ruangan itu di buat khusus tanpa ada cahaya yang bisa masuk sama sekali, sudah ada beberapa orang yang kehilangan nyawanya disana karena kehabisan oksigen.
" Sekarang kami harus apa Bos. " Tanya para bodyguard Hermawan.
" Sementara biarkan saja anak tak berguna itu, perketat penjagaan di luar. Aku yakin keluarga Atmajaya itu tidak akan tinggal diam, apalagi setelah menyadari kehadiran ku. Tangkap anak dan wanita itu kemari, buat mengancam anak tak berguna itu agar kembali menjalankan rencana kita yang sudah kita atur sebelumnya. "
Kevin masih mendengar samar - samar pembicaraan beberapa Pria itu dari dalam ruangan gelap itu, hingga kini hening tak terdengar apapun lagi.
__ADS_1
" Anak, wanita. Siapa yang mereka maksud, apa itu.... tidak, aku tidak akan biarkan siapapun menyakitinya. "
Kevin menggedor gedor pintu dengan sisa tenaga yang Ia punya, berharap ada seseorang di luar yang mendengar dan melepaskannya namun sampai setengah jam tetap tidak ada yang membukakan pintu di ruang pengap itu.