Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel

Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel
Ep. 12 Aku Merindukanmu


__ADS_3

"Apa??!! Pangeran??!!" Teriak Rediand, Edmund dan Julian


"Bisakah kalian tidak harus berteriak?" Pangeran Leonard sampai menutup telinganya gara-gara suara mereka bertiga yang memekakkan telinga.


"Hei Rodre, Mark! Kalian berdua sengaja mengerjai kami bertiga kan?" Ujar Rediand yang tidak percaya jika Leonard yang mereka kenal sebagai Mark selama inu adalah Pangeran Pertama yang kabarnya akan datang sebagai Komandan mereka dan justru menganggapnya hanya lelucon saja.


"Apa kalian pikir lambang Kekaisaran yang terpasang di dadaku sebelah kiri ini juga lelucon semata?" Ucap Leonard yang menunjukkan bros berbentuk lambang Kekaisaran yang ia pakai.


"Tidak ada yang bisa memiliki dan memakai lambang tersebut kecuali keluarga Kekaisaran." Ujar Julian ketika melihat lambang Kekaisaran di dada Leonard.


"Yang benar saja? Apa kau yakin?" Tanya Edmund yang juga ikut memperhatikan bros tersebut.


"Mark tolong jelaskan semua ini!" Seru Rediand yang masih ragu dengan kenyataan yang baru dia dengar.


"Maaf, aku terpaksa melakukannya karena alasan tertentu dan akan aku jelaskan nanti. Sekarang ijinkan aku memperkenalkan diriku sekali lagi. Aku adalah Pangeran Pertama Kekaisaran Eliador, Leonard Francis de Eliador." Mendengar ucapan Leonard yang menurut mereka bukanlah suatu lelucon akhirnya Rediand, Julian dan juga Edmund ikut menunduk memberikan hormat kepada Leonard sama dengan yang dilakukan Rodrego tadi.


"Kami memberi hormat kepada Pangeran Pertama." Ucap mereka bersamaan sambil menunduk hormat kepada Leonard.


Kemudian Leonard dan keempat bawahannya tersebut berbincang-bincang membicaran apa yang harus dibicarakan dan dijelaskan oleh Leonard. Beruntung Leonard memiliki mereka berempat di sisinya yang sudah dipastikan akan membantu Leonard dengan setia sampai akhir. Begitulah awal Leonard membentuk kesatria pribadinya sekaligus orang-orang kepercayaannya sebagai Pangeran Pertama Kekaisaran Eliador.


...****************...


Tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu dan ini sudah memasuki satu tahun setelah Pangeran Leonard pergi ke medan perang. Selama satu tahun ini berturut-turut Kekaisaran mendapat kabar membahagiakan dari medan perang tentang Pangeran Pertama Leonard yang selalu memenangkan setiap pertempuran. Kaisar yang sebelumnya acuh terhadap keberadaan Pangeran Pertama belakangan ini sering membangga-banggakan putranya tersebut lantaran kabar kemenangan Sang Pangeran tersebut.


Sementara itu di ruang kerja istana putri, Putri Louisse tengah duduk sambil menulis sebuah surat untuk suaminya yang ada di medan perang. Selama satu tahun terakhir ini baik Pangeran Leonard maupun Putri Louisse rutin memberikan kabar masing-masing melalui surat. Saat itu Louisse yang kembali mendengar berita atas kemenangan Pangeran Leonard langsug mengambil secarik kertas dan sebuah pena untuk menulis surat pada sang suami.


"Apa yang harus tuliskan untuk mengawali suratnya ya?" Gumam Putri Louisse sambil menerka-nerka apa kiranya yang akan pertama kali ia tulis di kertas tersebut.

__ADS_1


"Ahh, apakah begini saja?" Ujar Putri Louisse kemudian mulai menulis.


Dear Leonard....


Suamiku tersayang... Bagaimana kabarmu di sana? Kau tidak terluka kan? Kami di Kekaisaran kembali mendengar bahwa kamu lagi-lagi memenangkan pertempuran sampai-sampai orang-orang di sini banyak yang membicarakanmu hingga Yang Mulia Kaisar pun membangga-banggakan dirimu. Aku harap kamu segera kembali, hari-hariku di sini sangat membosankan tanpa dirimu. Aku sudah mulai mempersiapkan jubah kemenanganmu yang aku sulam sendiri. Walau mungkin sedikit kurang rapi tapi aku berusaha keras untuk membuatnya. Semoga ini akan selesai sebelum kamu kembali. Jadi Leonard... Kembalilah dengan selamat dan memakai jubah kemenangan ini. Aku merindukanmu. Louisse.


"Aku jadi penasaran bagaimana reaksi kak Leon ketika membaca surat-surat dari kak Isse."


Ternyata di ruangan tersebut juga ada Pangeran Kedua Oscar yang sedari tadi mengamati Putri Louisse.


"Memangnya ada apa dengan surat-suratku?" Tanya Putri dengan memicingkan matanya ke arah Pangeran Oscar.


"Surat-surat kakak menggelikan." Jawab Pangeran Oscar tanpa basa basi.


"Heii..!! Kau membacanya?!" Tanya Putri Louisse kesal.


"Aku saja yang membacanya merinding, bagaimana kalau itu kak Leon?" Ujarnya Sang Pangeran lagi, dan itu membuat Putri Louisse semakin jengkel, kesal dan juga malu.


"Kau ini benar-benar ya.... Kau bicara seperti itu karena kau tidak pernah menulis surat untuk seorang wanita. Jadi kau diam saja." Ujar Putri Louisse dengan kesal sampai membuat bibirnya mengerucut lucu.


"Itu karena aku adalah pria lajang yang bahagia." Sahut Pangeran Oscar dengan pongahnya.


"Dari pada berisik dan menggangguku lebih baik kau keluar saja sana Pangeran Oscar." Ucap Putri Louisse dengan tatapan tajamnya ke arah Pangeran Oscar.


"Hahaha... Ya ampun... Aku hanya bercanda kak. Aku juga merasa bosan karena tidak ada kak Leon di sini tapi tidak mungkin kan aku menulis surat pada kak Leon dan bilang jika aku merindukannya..." Ujar Pangeran Oscar yang sengaja menggoda kakak iparnya itu.


"Oscaaarr!! Keluar kau dari sini!" Seru Putri Louisse sambil melempar penanya ke arah Pangeran Oscar yang justru tertawa terbahak-bahak setelah melihat reaksi Putri Louisse.

__ADS_1


"Hahaa... Aku akan keluar dan tidak akan mengganngu kakak yang sedang bermanja-manja lewat surat." Sahut Pangeran Oscar seraya beranjak keluar dari ruang kerja Putri Louisse.


Setelah kepergian Pangeran Oscar dari ruangannya, Putri Louisse kembali melanjutkan tulisannya dan menyemprotkan parfum yang biasa ia pakai di permukaan surat yang dia tulis untuk Pangeran Pertama sebagai sentuhan akhirnya. Setelah menyegel suratnya, Putri menyuruh Anne pelayan pribadinya untuk mengirim surat tersebut ke Pangeran Pertama yang berada di Unit Perbatasan bagian Timur.


Sementara itu di sisi lain di dalam istana, Kaisar yang sedang menerima laporan kemenangan dari perbatasan Timur begitu puas dan senang. Namun lain halnya dengan Ratu Media yang juga berada di sana terkesan tidak suka mendengar kabar bahagia itu.


"Yang Mulia Kaisar... Beberapa waktu yang lalu kami mendapat laporan yang mengatakan jika pasukan suku Barbar terpaksa memukul mundur pasukannya yang berusaha menerobos perbatasan Timur setelah dikalahkan langsung oleh Pangeran Pertama." Ucap Menteri Dalam Negeri yang datang membawa laporannya.


"Hohohoo... Ini adalah berita yang membahagiakan." Sahut Sang Kaisar Eliador, Caspian de Eliador dengan tawa kepuasan.


"Bukan hanya itu Yang Mulia, Pangeran Pertama juga berhasil membuat para pasukan Barbar melemah karena kehilangan hampir setengah dari pasukannya. Hal ini akan membantu Pangeran Pertama untuk memenangkan peperangan jauh lebih cepat dari perkiraan Yang Mulia." Ucap sang Menteri lagi.


"Hohohoo... Anak itu ternyata sudah melebihi ekspektasiku, ternyata dia lebih kuat dari yang aku bayangkan." Kaisar Caspian kembali tertawa bangga mendengar keberhasilan Pangeran Leonard. Sedangkan Ratu Media langsung mengeratkan gigi-giginya mendengar kabar yang tidak sesuai harapannya. Dia benar-benar kesal karena salah mentafsirkan jika Pangeran Leonard bakalan kalah dan terbunuh di medan perang.


Ratu Media langsung memberikan kode ke pelayan pribadinya dan mengatakan sesuatu.


"Apa yang aku perintahkan sudah kamu lakukan?" Tanya Ratu pada pelayan pribadinya.


"Sesuai yang anda perntahkan Yang Mulia." Jawab pelayan pribadinya.


"Segera cari tahu kelemahan bocah itu dan laporkan secepatnya!" Perintah Ratu Media.


"Baik Yang Mulia." Jawab pelayan pribadinya yang langsung pergi melaksanakan perintag Ratu.


Lain hal di dalam istana Kekaisaran yang heboh dengan berita kemenangan Unit Perbatasan Wilayah Timur yang dipimpin Pangeran Pertama. Sang Pangeran sendiri kini tengah tersenyum-senyum sendiri dan memperlihatkan wajahnya yang berseri-seri di balik meja kerjanya. Ternyata dia tengah membaca surat dari Putri Louisse yang baru saja sampai siang tadi.


"Aku juga merindukanmu Louisse." Gumam Pangeran Leonard dengan wajah tersenyum berseri.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2