Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel

Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel
Ep. 67 Hussh.. Hussh!! Usir Pelakor


__ADS_3

"Ya ampun... Yang Mulia Pangeran dan Yang Mulia Putri, ternyata kita bertemu di sini." Sapa wanita muda itu dengan sok akrabnya.


"Siapa dia? Kamu kenal?" Tanya Louisse berbisik.


"Tidak." Jawab Leonard dengan berbisik pula.


Tiba-tiba wanita itu melirik tajam ke arah Louisse dan hal itu disadari oleh Louisse.


"Hah?! barusan itu...?" Batin Louisse merasa tak nyaman.


"Nama saya Laura Varam, saya putri dari Viscount Varam. Saya hari ini datang ke istana karena diundang minum teh oleh Yang Mulia Permaisuri." Ujarnya memberi tahu.


"Lalu kenapa orang yang diundang oleh ibu minum teh ada di sini?" Tanya Leonard dingin.


"Yang Mulia Permaisuri mengatakan bahwa ada surat yang harus dikirim ke istana Pangeran Pertama. Jadi saya menawarkan diri untuk mengantarnya, karena kebetulan saya mau pulang." Jawab wanita muda yang bernama Laura itu dengan senyum yang dibuat-buat. Namun jawaban itu justru membuat Louisse curiga pada wanita itu.


"Mana ada wanita bangsawan yang sombong mengajukan diri sebagai pesuruh? Pasti niatnya itu tidak tulus!" Batin Louisse.

__ADS_1


"Walaupun begitu tidak perlu harus datang ke ruang kerja juga, karena ada pelayan yang akan datang menyampaikannya." Ujar Leonard yang sadar dengan ekspresi diamnya Louisse dan berusaha untuk mengusir Laura secepatnya dari sana.


"Tapi saya ingin bertemu dengan Yang Mulia Pangeran secara langsung. Bukankah bertemu seperti ini adalah takdir?" Ujar Laura sambil tersenyum licik.


"Apa??!! TAKDIR?!!!" Teriak batin Louisse mendengar ucapan tak waras Laura.


"Beraninya dia bicara blak-blakan seperti itu meski tahu aku yang merupakan istri Leonard ada di depannya!" Dalam hati Louisse merasa sangat kesal dengan ucapan tak sopan Laura barusan. Namun dia jadi teringat sesuatu... "Sepertinya sekarang aku jadi mengerti mengapa waktu itu Leonard sangat marah saat mendengar hubunganku dengan Oscar. Tunggu... Apa aku punya hak untuk marah? Merupakan suatu tradisi bila keluarga Kaisar memiliki selir diluar istri sah. Apalagi aku masih belum bisa menjawab dengan yakin pernyataa cinta Leonard." Ungkapnya dalam hati.


"Kalau Yang Mulia tidak keberatan, bolehkah saya tahu jam berapa anda selesai bekerja?" Tanya Laura dengan tidak tahu malunya pada Leonard padahal di sana masih ada Louisse.


"Kenapa kamu ingin tahu soal itu? Sepertinya tidak ada alasan untukmu tertarik dengan pekerjaanku." Untungnya Leonard menjawabnya dengan ketus dan dingin, tapi memang wanita itu tidak punya rasa malu sedikitpun dan terus mencoba merayu Leonard.


"Buat apa aku harus menyia-nyiakan waktuku untuk minum teh bersamamu? Waktu bersama istriku yang aku sisihkan di luar jam kerja saja masih kurang. Waktuku jadi terbuang sia-sia. Jika ada yang kau sampaikan, kirimkan saja lewat surat!" Jawab Leonard dengan tegas dan sangat kesal pada waktu yang bersamaan.


"Aku saja berusaha menghemat waktu demi bertemu Louisse!" Gerutu Leonard dalam hati. Waktu yang berharga itu lebih baik dia gunakan bertemu dengan Louisse daripada dengan orang lain apalagi wanita lain.


"Ma.. Maaf kan saya...!" setelah minta maaf, Laura langsung lari saking malunya karena ditolak Leonard.

__ADS_1


"Kenapa dia tertarik dengan jam kerjaku? Apa jangan-jangan Ratu yang menyuruhnya menyelidikiku?" Tanya Leonard seraya menerka-nerka.


"Ya ampun... Lagi-lagi kamu tidak peka?! Dia itu tertarik padamu tau...??!!" Louisse merasa gemas sendiri atas ketidak pekaan suaminya sampai-sampai dia tidak bisa menjawab pertanyaan Leonard dan memendamnya di hati saja.


"Apa kamu merasa kesulitan meluangkan waktu untuk datang ke istanaku?" Tanya Louisse.


"Ya... Tidak terlalu sulit sih." Jawab Leonard dengan wajah merona seakan pertanyaan itu adalah undangan Louisse untuk datang ke istananya.


"Kamu tidak perlu memaksakan diri, karena ke depannya aku akan sering datang ke istanamu." Kata Louisse sambil menggamit lengan Leonard, membuat suaminya itu kembali tersipu dan mereka kembali berjalan melalui lorong-lorong istana Pangeran.


Poor Louisse... "Meskipun dia adalah Pangeran yang tidak menyadari jika dirinya tampan dan sama sekali tidak peka bila ada wanita lain yang menyukainya, tapi... Aku selalu tahu jika perasaannya padaku adalah tulus. Meskipun kamu mengatakan tidak memerlukan balasan, tapi aku akan membalas semua perasaanmu Leonard... Bagaimanapun caranya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2