Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel

Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel
Ep. 54 Ide Brilliant Redian


__ADS_3

Brakk!


"Louisse!"


Pintu kamar Louisse tiba-tiba terbuka lebar menampakkan Leonard yang berteriak memanggil nama istrinya dengan wajah yang begitu panik.


"Yang Mulia Pangeran, anda sudah datang..." Ucap Anne yang berada di sana.


"Kudengar Louisse pingsan?!" Tanya Leonard dengan wajah paniknya.


"Dokter baru saja memeriksa Yang Mulia Putri. Dokter bilang Yang Mulia Putri pingsan karena kelelahan dan stress yang berlebih. Akhirnya sekarang beliau tidur setelah meminum obat." Ungkap Edmund yang juga berada di sana menjaga Louisse.


"Akhir-akhir ini Yang Mulia Putri terlalu banyak jadwal, dan pada akhirnya jadi seperti ini.. hiks..." Sambung Anne sambil terisak sedih melihat tuannya terbaring sakit.


"Anne, bawakan jadwal Louisse bulan ini! Aku akan memeriksanya." Perintah Leonard dan Anne pun langsung melakukan apa yang diperintahkan Leonard untuknya.


Tidak butuh lama Anne kembali dengan membawa catatan jadwal Louisse bulan itu dan menyerahkannya pada Leonard. Leonard pun memeriksa jadwal kegiatan Louisse selama satu bulan itu dan ia sangat terkejut dengan penuhnya jadwal kegiatan yang diikuti oleh Louisse.


"Padahal dia begitu tidak sukanya dengan pergaulan kelas atas. Namun dia malah ikut semua jadwal pertemuan. Edmund juga berkata jika Louisse sering sekali mengurung diri di ruang bacanya sampai larut malam." Dalam hati Leonard sangat heran dengan sikap istrinya akhir-akhir ini. Lalu seketika dia teringat perkataan Louisse yang akan mengurus urusan pergaulan kelas atas untuk menekan rumor tidak enak bila terjadi sesuatu kedepannya dan demi mencari informasi penting yang mungkin berguna untuk kebaikan Leonard.


"Louisse..." Leonard menggumamkan nama Louisse dalam hatinya dengan wajah sendu.


"Batalkan semua jadwal Louisse sampai dia sembuh total dan sertakan juga surat permohonan pengertian atas namaku." Perintah Leonard kemudian.


"Baik Yang Mulia." Jawab Anne patuh lalu pergi menjalankan tugasnya.

__ADS_1


"Jika kelelahan bisa disembuhkan dengan cara beristirahat, lalu bagaimana dengan stressnya?" Leonard bergumam sendiri namun masih dapat didengar oleh Edmund dan juga Redian yang kebetulan ikut menjaga Louisse.


"Maaf Yang Mulia, saya punya ide bagus untuk itu, apakah saya boleh mengatakannya?" Tiba-tiba Redian bersuara dan mengatakan jika dia punya ide untuk kesembuhan Louisse namun Leonard menatapnya dengan wajah tajam tak percayanya. Tapi tetap saja Leonard ingin mendengar apa ide Redian itu meski dia ragu akan isi otak kesatrianya itu.


"Coba katakan!" Perintah Leonard dan membuat mata Redian langsung berbinar.


"Bagaimana kalau kita mengadakan pesta untuk Yang Mulia Putri?" Redian mengutarakan idenya dengan penuh semangat dan percaya diri.


"Kalau pesta kan beliau sudah sering menghadiri, kau pikir Yang Mulia Putri akan suka akan hal itu?" Ungkap Edmund tak percaya dengan ide konyol Redian.


"Ini bukan pesta biasa!" Sahut Redian untuk meyakinkan idenya, lalu menjelaskan secara detail rencana idenya itu pada Leonard dan juga Edmund.


...****************...


"Anne, apakah ini masih jauh?" Tanya Louisse yang berjalan hati-hati karena matanya yang tertutup rapat.


"Ini sudah sampai Yang Mulia..." Jawab Anne sembari melepas pita hitam yang menutupi mata Louisse. Ketika Louisse membuka matanya terdengar suara-suara ramai di sana.


"Selamat datang Yang Mulia Putri...!" Seru mereka semua menyambut kedatangan Louisse.


"Kalian... ?! Apa-apaan penampilan kalian itu?!" Seru Louisse yang terkejut dengan penampilan para kesatrianya, bahkan Oscar pun ikut berpenampilan aneh.


"Bukankah kostum ini sangat cocok denganku kak?" Ujar Oscar sambil mengerlingkan sebelah matanya dengan senyum yang jumawa.


"Wahh.. Kamu berpenampilan seperti malaikat, kalau ada malaikat tentu ada iblis bukan?" Tebak Louisse.

__ADS_1


"Itu saya Yang Mulia..." Jawab Edmund dengan wajah malunya. Dia memakai kostum iblis yang justru terlihat cocok untuknya.


"Ya ampun... Itu sangat cocok denganmu sir Edmund." Puji Louisse yang semakin membuat wajah Edmund merona.


"Ehm... Sebagai partner bisnis tentu saja aku tidak akan melewatkan acara ini." Bahkan Vianty juga datang dengan pakaian bajak lautnya yang menawan.


"Ya ampun Lady Zacard... Anda terlihat sangat keren! Terimakasih sudah datang." Ucap Louisse tersenyum senang dan kagum akan penampilan cantik Vianty.


"Apakah kita benar-benar harus berpenampilan seperti ini?" Tanya Rodrego yang sudah berdandan bak manusia serigala pada Redian dan Jullian yang entah dari mana datangnya tiba-tiba mereka sudah berkumpul disana dengan kostum mereka masing-masing.


"Tentu saja! Bukankah ini sangat seru?" Jawab Redian yang terlihat bersemangat dengan kostum hantu. Di sana hanya Julian yang masih terlihat normal dengan kostum pendeta, kontras dengan wajah flat miliknya yang dingin tanpa ekspresi.


"Astaga... Kalian semua lucu-lucu sekali, hahaha..." Ujar Louisse sembari tertawa bahagia.


"Kalau dilihat-lihat kebun istana yang dihias dengan dekorasi hantu-hantuan dan kostum para hantu serta tokoh jahat sangat mirip dengan pesta Halloween. Apakah di Kekaisaran ini ada pesta semacam itu?" Louisse bertanya-tanya dalam hati.


"Yang Mulia, coba anda melihat ke arah belakang." Seru Redian tiba-tiba. Dan alangkah terkejutnya Louisse saat berbalik ke arah belakangnya.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2