Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel

Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel
Ep. 68 Marquess Willhem


__ADS_3

Keesokan harinya setelah tak sengaja bertemu dengan wanita rubah dari keluarga Varam, Louisse menemui Vianty di Vanilla Butik, salah satu butik yang dikelola Vianty sesuai janji temu mereka dua hari yang lalu.


"Lady bilang ini semua untuk saya?" Tanya Louisse ketika melihat tumpukan kado dengam berbagai ukuran ruang tamu butik tersebut.


"Tolong jangan menolak rasa terimakasih saya... Saya sudah meyiapkan gaun dan aksesoris yang sesuai dengan anda Yang Mulia. Berkat Yang Mulia Putri saya mempunyai kesempatan mewarisii gelar bangsawan." Ucap Vianty dengan rasa terimakasihnya yang tulus pada Louisse.


"Tapi itu kan hasil kerja keras kita semua." Sahut Louisse merasa tak enak dan sedikit malu menerima banyak hadiah dan perasaan tulus dari Vianty.


"Apa anda masih ingat dengan perkataan anda di lokasi acara berburu? Anda menyuruh saya untuk merubah hukum yang ada dan mewarisi gelar bangsawan saya sendiri. Hmm, bagaimana ya..? Waktu itu saya sangat terkejut anda bisa mengatakan semua itu, tapi saya terkejut dalam artian yang baik. Setelah apa yang anda katakan, pandangan hidup saya jadi berubah. Karena hukum pewarisan gelar bangsawan untuk wanita sudah disahkan, maka saya sekarang bisa bersaing merebutkan gelar Duke dengan kak Arnold secara adil." Ungkap Vianty sembari tersenyum tulus pada Louisse.


"Yang Mulia Putri akan selalu membantu saya bukan?" Tanya Vianty.


"Tentu saja..." Jawab Louisse tanpa berpikir lagi sembari tersenyum cerah. Dan senyum itu memular ke Vianty.


...****************...


Sementara itu di tempat lain di sebuah mansion yang indah terlihat beberapa mayat bergelimpangan dengan bersimbah darah. Sepertinya baru saja ada pembantaian di mension mewah itu.

__ADS_1


"Sebenarnya anda tidak perlu membunuh semuanya."


Sebuah suara laki-laki terdengar diantara mayat-mayat yang bergelimpangan itu. Dan lelaki itu adalah Doha, pelayan pribadi Ratu Media atau lebih tepatnya asisten pribadi Oscar saat ini. Lalu mengapa Doha ada di tempat mengerikan seperti itu? Apakah semua pembunuhan tersebut adalah ulah Doha? Namun dari apa yang diucapkan Doha sepertinya bukan dia pelakunya. Bukankah ada satu orang lagi sebagai lawan bicara Doha di sana?


"Apakah kamu baru saja merasa kasihan?" Tanya sesorang yang ada di sana, orang lain selain Doha yang kini tengah duduk santai di sofa dengan sebilah pedang berlumur darah di tangannya.


"Saya bukannya kasihan tapi akan sangat merepotkan bagi saya untuk membereskannya." Sahut Doha sambil menghela napas.


"Tapi ngomong-ngomong.... Anda masih tidak berubah, anda masih tidak punya belas kasihan ya... Marquess Willhem.


Sedikit cerita... Inose adalah tanah yang subur dengan cuaca hangat sepanjang tahun. Kekaisaran Eliador yang berlokasi di tempat itu tetap menjaga sejarah lama mereka meski kerap kali berseteru dengan negara tetangga yang mengincar tanah mereka. Di dalam Kekaisaran Eliador yang begitu kuat itu terdapat dua keluarga yang memiliki sejarah panjang dan pengaruh yang cukup besar di Kekaisaran. Yaitu, Keluarga Duke Zacard yang menguasai daerah bagian Selatan ibu kota sebagai daerah kekuasaannya. Sebagai keluarga Cendikiawan yang banyak melahirkan Sarjana dan Ilmuwan, mereka menghasilkan kekayaan mereka dari bisnis dan perdagangan. Dan yang kedua adalah keluarga Marquess Willhem yang menguasai wilayah Utara dari ibu kota Kekaisaran sebagai wilayah kekuasaanya. Kekayaan mereka berasal dari bisnis manufaktur karena mereka berasal dari keluarga militer yang banyak melahirkan Jendral dan Komandan Militer.


Leluarga Kekaisaran menyeimbangkan kekuasaan melalui pernikahan politik dengan kedua keluarga tersebut. Dalam sejarahnya keluarga Zacard dan keluarga Willhem merupakan rival sejak lama. Ratu sekarang yang merupakan nyonya dari keluarga Kekaisaran berasal dari keluarga Willhem. Oleh sebab itu Kaisar Caspian menginginkan Leonard yang merupakan Pangeran Pertama untuk menikahi putri dari keluarga Zacard, kemudian naik tahta sebagai Kaisar selanjutnya untuk menyeimbangkan dua keluarga itu sekaligus.


Namun ada keretakan dikeseimbangan antara dua keluarga tersebut yang telah dijaga sejak lama...


Kembali ke saat ini...

__ADS_1


"Viscount Voila yang tamak... Dia terlalu banyak tahu tentang keluargaku. Seandainya dia tidak terlalu ingin tahu mungkin keluarganya tidak akan dimusnahkan seperti ini. Menyedihkan..." Ujar Ian dengan nada dan tatapan dinginnya.


"Bisa saja dia berkhianat karena audah tahu tentang rahasia keluargaku. Orang seperti dia memang lebih baik dimusnahkan, bagaimana menurutmu Doha? Apakah kau memiliki pikiran yang sama denganku?" Tanya Ian pada Doha, namun Doha hanya diam tak menjawab pertanyaan dingin Ian.


"Aku mendengar dari kakakku jika beberapa hari ini kamu terus melakukan kesalahan dalam menjalankan tugasmu. Kamu... Tidak sedang memikirkan hal lain kan?" Tuduh Ian pada Doha sembari meliriknya tajam.


"Aku tidak akan menunggu sampai sesorang berkhianat. Tidak ada pengecualian termasuk kamu, karena kamu adalah yang paling tahu tentang keluargaku!" Ucap Ian sambil menghunuskan pedangnya ke leher Doha dengan kasar hingga membuat leher Doha tergores pedangnya. Namun Doha tidak bergeming atau takut dan tetap tenang di tempatnya berdiri.


"Ancaman bagi keluargaku pasti akan aku singkirkan semua, karena itu adalah misiku sebagai pimpinan keluarga Willhem." Lanjut Ian sambil menatap tajam mata Doha.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2