Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel

Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel
Ep. 21 Pelayan Pribadi Media


__ADS_3

Louisse sangat terkejut mendengar kabar bahwa Leonard sebentar lagi akan memenangkan dan mengakhiri peperangan. Karena menurut yang dia tahu dari cerita novelnya, Leonard yang pergi berperang di usia delapan belas tahun akan kembali dengan kemenangan di usianya yang ke dua puluh tiga tahun sedangkan sekarang Leonard masih berumur dua puluh satu tahun dan Pangeran tersebut sudah akan mengakhiri peperangan.


"Ini aneh, kenapa Leonard begitu cepat mengalahkan Lecho? Padahan masih tersisa dua tahun lagi untuknya kembali dengan kemenangan. Apa semua ceritanya berubah karena aku masuk dan merubah sebagian isi novelnya?" Louisse bertanya-tanya dalam hatinya sampai-sampai dia tidak mendengar panggilan Oscar yang ada di sebelahnya.


"Kak, kak Isse?!" Seru Oscar memanggil namanya dan seketika Louisse terhenyak ketika Oscar menyentuh bahunya.


"Ah, iya?" Sahut Louisse setengah terkejut.


"Kakak kenapa? Apa kakak sakit? Wajah kak Isse terlihat pucat setelah mendengar kabar dari kak Leon." Ucap Oscar yang terlihat khawatir.


"Aku tidak apa-apa, aku senang Leonard akan segera kembali." Jawab Louisse seraya tersenyum. Namun dalam hatinya masih bertanya-tanya dengan keanehan saat ini.


"Aku tidak ingat secara detail alur cerita di novel aslinya, mungkin saja aku yang salah mengingatnya. Tapi sejak aku merubah sedikit ceritanya dan mengetahui beberapa fakta yang ada, aku berpikir jika timline di dunia ini menjadi kacau.


Dan akhirnya apa yang dipikirkan Louisse menjadi kenyataan, Leonard meminta permohonan parade penyambutan atas kemenangannya setahun lebih cepat dari cerita novel aslinya. Dan itu membuat Ratu Media marah.


"Apa kau bilang?!!" Seru Ratu Media dengan geram pada pelayan pribadinya.


"Pangeran Pertama meminta permohonan parade penyambutan melalui surat pada Yang Mulia Kaisar atas kemenangannya." Jawab pelayan pribadi Ratu.


"Anak tidak tahu diri itu...!" Ratu Media mengeratkan giginya dan mengepalkan tangannya mendengar apa yang disampaikan oleh pelayan pribadinya.


"Sampaikan jika aku menentang permohonan tersebut!" Kata Ratu Media dengan sangat marah.


"Tapi Yang Mulia, anda tidak dapat menolaknya tanpa alasan." Ucap pelayan pribadinya mengingatkan.


"Ah.. Alasan ya? Kalau begitu kau harus menemui dan mengatakannya secara langsung, jika saat ini khas negara sedang krisis karena pengaruh perang, jika dia memang perduli pada negara ini pasti dia tidak akan egois hanya demi memperlihatkan reputasinya semata." Ucap Ratu Media sambil tersenyum smirk.


"Kalau itu keputusan Yang Mulia Ratu, saya akan melaksanakan." Jawab pelayan pribadinya sambil membungkuk hormat pada Ratu.

__ADS_1


Setelah apa yang diperintahkan Media kepadanya, kepala pelayan tersebut langsung berangkat ke markas pasukan Pangeran Pertama di perbatasan wilayah bagian Timur. Dia akan menemui Pangeran Leonard untuk menyampaikan pesan dari Ratu.


Sesampainya di sana...


"Tolong tunggu di sini sebentar karena Yang Mulia sedang ada rapat." Ujar Julian sambil menuangkan minuman untuk palayan pribadi Ratu.


"Ah i iya, baik." Jawab si pelayan pribadi sengan sedikit gugup. Namun sampai satu jam, dua jam, bahkan sudah cukup lama dia menunggu tidak ada tanda-tanda kehadiran Pangeran Pertama di sana. Hingga si pelayan melihat Rodrego berlalu lalang di hadapannya dan memutuskan untuk menanyainya.


"Permisi... Apakah Yang Mulia Pangeran masih lama datangnya?" Tanya si pelayan pribadi Ratu.


"Sepertinya tadi sudah dikatakan jika Yang Mulia sedang ada rapat penting." Jawab Rodrego dengan nada dan tatapan dingin mengintimidasi membuat si pelayan pribadi Ratu bergidik ngeri.


"Ugh ya ampun...Seramnya!" Batin si pelayan dengan tubuh gemetar tak dapat barkata-kata lagi.


Hingga tidak terasa hari mulai senja barulah Leonard keluar untuk menemuinya dengan penampilan yang segar.


"Jadi, apa yang ingin kau sampaikan?" Tanya Leonard dengan dingin pada pelayan tersebut.


"Ini adalah surat dari Yang Mulia Ratu yang pelayan itu bawa." Ujar Julian seraya memberikan surat dari Ratu Media kepada Leonard.


"Hmm... Jadi dia menyuruhku untuk menarik kembali permintaan parade penyambutan?" Tanya Leonard setelah membaca isi dari surat Ratu tersebut.


"Itu karena kas negara mengalami krisis setelah menyokong biaya perang yang begitu lama." Jawab pelayan pribadi Media.


"Kondisi keungan negara akan memburuk jika Pangeran bersikeras melaksanakan parade penyambutan." Lanjut pelayan tersebut.


"Ah... Ternyata karena hal itu istana selalu terlambat mengirim bahan logistik dan perbekalan selama ini." Sindir Leonard.


"Kep, keputusan para petinggi istana sama dengan keputusan Yang Mulia Ratu, jadi kami mohon atas pengertian Yang Mulia Pangeran." Kata pelayan tersebut dengan tubuh yang bergetar.

__ADS_1


"Sayangnya aku tetap ingin mengadakan parade penyambutan." Kata Leonard dengan santainya.


"A apa maksudnya an anda akan... Akan menutup mata dengan keadaan Kekaisaran saat ini hanya demi menunjukkan reputasi pribadi anda?" Tanya si pelayan dengan terbata dan tubuh yang masih bergetar.


"Lancang sekali kau bicara begitu pada Yang Mulia!" Seru Julian dengan geram atas kata-kata yang baru saja diucapkan oleh pelayan pribadi Media itu.


"Tenanglah Julian..." Ucap Leonard untuk mencegah Julian yang hendak menghajar pelayan tersebut.


"Reputasi pemenang akan dibagi sama rata pada semua prajurit yang ikut berperang, bukan hanya untuk yang masih hidup tapi untuk mereka yang telah gugur pula." Ujar Leonard dengan tenang.


"Ta, tapi Pangeran..."


"Apa wanita itu bilang akan memotong lidahmu jika kau tidak bisa membujukku dengan benar?" Ucap Leonard sarkas membuat si pelayan tidak mampu menjawabnya.


"Aku akan tetap melaksanakan parade penyambutan bersama para prajuritku dan bersama nisan para prajurit yang telah gugur. Sampaikan ini pada Ratu dan suruh dia berpikir baik-baik apakah melakukan acara untuk menghormati para prajurit yang telah gugur karena alasan politik akan menjatuhkan martabat Kekaisaran? Atau malah berdampak baik pada reputasi anaknya?" Ujar Leonard dengan tenang namun menusuk pada intinya.


"Ma maaf, tolong Pangeran jangan salah paham dengan makaud Yang Mulia Ratu. Ti, tidak mungkin Baginda Ratu menolak ini karena alasan politik." Sahut pelayan pribadi Media dengan terbata-bata. Dia berusaha untuk tidak terpancing dengan ucapan Leonard, tapi sayangnya kekeras kepalaan Leonard tidak bisa dilawan siapapun termasuk permintaan Media, ratu licik musuh dari Leonard.


"Tentu saja secara pribadi aku percaya dengan belas kasih yang diberikan oleh Ratu, tapi apakah orang tua di luar sana yang telah mengirim anak kebanggaan mereka untuk berperang akan beranggapan yang sama denganku?" Ujar Leonard dengan kata-kata yang sulit untuk disangkal lagi.


"Jika tidak ada yang kamu sampaikan lagi, kembalilah dan sampaikan jawabanku pada Ratu!" Perintah Leonard pada pelayan pribadi Ratu Media.


Dengan keputusan tersebut si pelayan pribadi Ratu akhirnya meninggalkan markas pasukan Pangeran Pertama dengan kereta kudanya. Di dalam kereta kudanya, terlihat si pelayan tersebut menyibak poni panjangnya yang hampir menutupi matanya dan menyunggarnya dengan jari-jarinya ke belakang. Hal itu membuat wajahnya terlihat jelas. Dia ternyata lelaki yang tampan dengan bola mata merah persis dengan yang dimiliki oleh Leonard dan Baginda Kaisar Caspian, ayah Leonard. Selama ini wajahnya tidak terlihat terlalu jelas karena rambut depan yang menutupinya.


"Setelah empat tahun meninggalkan istana, ternyata Pangeran Leonard tumbuh cukup dewasa." Gumamnya seraya tersenyum smirk.


Sebenarnya siapakah pelayan pribadi Ratu Media tersebut?


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2