Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel

Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel
Ep. 69 Kembalinya Bruss, Sang Guru


__ADS_3

Tidak terasa hari telah sore ketika Louisse menghabiskan waktu bersama Vianty di butiknya. Seperti orang yang sedang diawasi, Louisse keluar dari butik Vianty menuju ke kerata kudanya dengan jalan mengendap-endap, ia sampai memakai jubah bertudung agar tidak ada orang yang melihatnya sedang berada di luar istana. Ia pun lekas masuk ke dalam kereta kudanya yang sudah menunggu di ujung jalan begitu pintu kereta kuda tersebut terbuka dari dalam. Di dalam sana Edmund sudah menunggu dengan cemas.


"Huhh... Lelah ya begini terus karena takut Media akan curiga dan alasanku untuk keluar istana jadi berkurang, aku bingung harus pakai alasan apa lagi nanti. Andai saja ada orang yang bisa berpura-pura menjadi aku untuk menipu orang-orang agar aku lebih bebas bergerak." Keluh Louisse dalam hatinya, namun sesaat kemudian pandangannya tertuju pada Edmund yang duduk di hadapannya dan ide gila pun terbersit di otak kecilnya itu.


"Kalau dilihat-lihat jika aku mendandani sir Edmund seperti diriku... Hmm, apa aku coba sekali saja memakaikan gaun padanya ya?" Pikirnya kemudian dengan tersenyum smirk.


"Ada apa Yang Mulia?" Tanya Edmund yang merasa pasti ada sesuatu karena sedari tadi Louisse menatapnya dengan aneh.


"Ah, bukan apa-apa. Oh ya, tadi kamu bilang apa jadwalku selanjutnya?" Tanya Loisse mengalihkan pembicaraan.


"Ada acara makan malam formal dengan Yang Mulia Pangeran Leonard." Jawab Edmund.


"Oh iya ya... Tadi pagi dia tiba-tiba memberitahuku." Sahut Louisse setelah mengingat kabar dari Leonard tadi pagi.


"Tapi kenapa kamu jadi terlihat gugup seperti itu?" Tanya Louisse yang melihat Edmund berubah seperti orang yang sedang panik.


"Sebenarnya... Guru kami sudah kembali. Dan kemungkinan besar di acara makan malam nanti Yang Mulia Pangeran akan memperkenalkannya pada Yang Mulia Putri." Jawab Edmund menjelaskan kegundahannya.


"Kalau guru... Pasti yang dibicarakan adalah Bruss, orang yang mengajarkan ilmu pedang pada Leonard dan para kesatria sejak mereka kecil. Ah, tunggu!! Kalau itu Bruss, dia kan bisa menggunakan sihir! Bila menggunakan kekuatan sihir milik Bruss, mungkin aku bisa bergerak bebas tanpa dicurigai oleh Media!" Louisse terlihat senang setelah memikirkan ide yang baru saja dia dapatkan.

__ADS_1


"Ah... Guru Bruss itu orang yang seperti apa ya? Aku jadi tidak sabar untuk bertemu dengannya." Gumam Louisse yang terlihat begitu bersemangat sementara Edmund terlihat seperti orang yang akan bertemu hantu.


...****************...


Malam harinya di istana Pangeran Pertama, Louisse dan Leonard sedang duduk berbincang bersama Bruss, guru pedang Leonard setelah perjamuan makan malam selesai.


Bruss yang merupakan guru Leonard merupakan seorang penyihir yang sangat sulit dijumpai di Kekaisaran ini. Kemampuan istimewanya ialah sihir perubah suara dan sihir penyamaran.


"Apa karena dia adalah seorang penyihir, dia jadi terlihat lebih muda dari umurnya ya? Jika dia menyamar menjadi aku dan menempati posisiku untuk sementara, aku pasti dapat bergerak lebih bebas!" Itulah yang dipikirkan Louisse saat melihat Bruss yang duduk di hadapannya.


"Apakah beliau mau membantuku jika aku menjelaskan situasinya ya?" Tanya Louisse dalam hati.


"Sama sekali tidak merepotkan, saya justru mendapat banyak bantuan dari mereka." Sahut Louisse sambil tersenyum ramah.


"Yang Mulia Putri sungguh baik hati. Meski demikian saya perlu menambah pendidikan moral kepada mereka secara keras." Kata Bruss.


"Ah iya, di dalam novel pun dijelaskan jika beliau sangat keras pada murid-muridnya." Kata hati Louisse mengingat isi cerita di novelnya.


"Apalagi anda pasti sangat menderita saat menghadapi sifat Yang Mulia Pangeran yang suka ngambekan." Ucap Bruss yang langsung direspon oleh Louisse.

__ADS_1


"Ah, bagaimana anda bisa tahu?" Tanya Louisse tak menyangka jika ada satu orang lagi yang mengetahui sifat kekanakan Leonard.


"Tentu saja saya tahu, Pangeran Leonard dari kecil kan memang sudah hebat. Bahkan dia sangat pandai menggali kuburannya sendiri." Ujar Bruss yang menyindir Leonard yang suka melakukan hal berbahaya meski sudah dilarang.


"Guru...!! Seru Leonard yang malu dan sekaligus kesal karena gurunya sudah mempermalukannya di depan Louisse.


"Iya benar! Beberapa waktu yang lalupun dia pernah salah paham yang sangat serius..." Ujar Louisse menanggapi.


"Hei... Kamu kan sudah janji untuk tidak membahas hal itu lagi.." Bisik Leonard pada Louisse, dia pasti akan sangat malu jika mengingat hal itu di hadapan gurunya.


Bruss diam-diam mengamati Leonard dan Louisse yang saat ini sedang berdebat kecil. Dan dia pun tersenyum kecil saat teringat sesuatu...


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2