Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel

Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel
Ep. 64 Ngambek Lagi


__ADS_3

Di istana Louisse kini sangat ramai karena Pemungutan Suara Kepopuleran yang diselenggarakan oleh Louisse di istananya bersama dengan para pelayan perempuan istana Putri. Sebenarnya itu hanyalah rasa penasaran yang tidak berguna tapi karena Louisse sangat penasaran siapa pria yang paling populer di istana akhirnya mengadakan pemungutan suara.


Setelah itu di istana Louisse para pelayan wanita sudah ramai membicarakan hal tersebut. Mereka yang penasaran siapakah pria yang populer di isatana atau apakah idola mereka termasuk di dalamnya, berbondong-bondong untuk menyuarakan suaranya lewat pemungutan suara.


"Katanya di istana Yang Mulia Putri Louisse sedang ada pemungutan suara kepopuleran." Ujar seorang pelayan istana wanita memberitahu pada rekannya sesama pelayan.


"Kalau begitu aku harus memberi tahu para pelayan yang ada di istana Pangeran." Sahut pelayan satunya dan bergegas pergi memberikan informasi ke pelayan lain.


Akhirnya dari kabar mulut ke mulut itulah kini istana Louisse penuh dengan para pelayan wanita yang ikut berpartisipasi dalam pemungutan suara tersebut. Louisse tidak menyangka akan seramai ini padahal awalnya dia cuma iseng saja dan sedikit penasaran juga.


"Aku harus pilih siapa ya?" Tanya Louisse dalam hati. Kini Louisse sedang bingung nama siapa yang akan dia tulis si kertas pemungutan suara.


"Haruskah aku menulis nama Leonard? Karena kalau dari segi selera, wajah Leonard adalah seleraku." Pikir Louisse dalam rasa bingungnya dan sesaat kemudian dia sempat berfikir apa nama Redian saja yang dia tulis?


"Kalau teringat dari cerita Chlara dan Anne sepertinya sir Redian tidak akan mendapatkan satu suara pun. Aku jadi merasa sangat kasihan sekali pad air Redian, padahal dia sudah banyak membantu." Pikir Louisse. "Leonard itu adalah tokoh utama, pasti banyak sekali yang akan memilihnya, jadi tidak apa-apa kan jika hanya aku yang tidak memilihnya...?" Pikir Louisse lagi dan menuliskan nama Redian di kertas suaranya.


Sementara itu diwaktu yang sama Leonard sedang berjalan menuju ke istana Louisse dengan pikiran yang berkecamuk. Bukan karena pemungutan suara yang diadakan Louisse melainkan tentang kejadian tadi pagi.

__ADS_1


"Tadi pagi aku langsung kabur begitu saja, tapi akan sangat keterlaluan jika aku pergi begitu saja tanpa pamit. Aku harus menemui Louisse sekaramg juga!" Itu yang ada di pikiran Leonard saat ini. Namun tanpa sengaja Leonard mendengar perbincangan para pelayan wanita yang sedikit menarik perhatiannya.


"Katanya hasil dari pemungutan suara kepopuleran sudah keluar, kita lihat juga yuk!" Itulah yang Leonard dengar dari percakapan pelayan istana Louisse.


"Pemungutan suara kepopuleran??" Gumam Leonard sambil mengerutkan dahinya.


...****************...


Di waktu yang sama di ruang santai istana Loisse kini ausah ramai oleh para pelayan iatana yang hendak melihat langsung hasil pemungutan tersebut.


Di sana Anne sudah berdiri di depan para rekan kerjanya. Di sampingnya sudah ada papan pengumuman hasil dari pemungutan suara yang masih tertutup oleh kain hitam. Mereka yang ada di sana sangat ramai dan saling berbisik-bisik siapakah kiranya yang menjadi pemenang?


"Peringkat pertama sir Edmund dan peringkat ke dua adalah Oscar. Tak kusangka Oscar yang begitu populer maaih kalah dengan sir Edmund." Louisse membaca hasilnya dalam hati.


"Ah.. Lalu Leonard ada diperingkat berapa ya?" Gumam Louisse mencari nama Leonard sambil membaca nama kandidat yang ada di papan tulis. Tapi apa yang dia temukan membuatnya terkejut.


"Haah??! Leonard nol suara?! Bagaimana mungkin? Padahal Leonard adalah Pangeran yang cukup populer di istana, tapi bagaimana bisa kepopuleran Leonard di dalam novel juga ikut berubah?" Batin Louisse yang shock melihat kenyataan di depannya itu.

__ADS_1


"Nol suara?"


Tiba-tiba tubuh Louisse menegang ketika mendengar suara di belakangnya. Ia pun berbalik perlahan dan...


"Leo... nard..??" Suara Louisse sampai tercekat di tenggorokan.


"Kenapa kamu ada di sini..?!!" Teriak batin Louisse yang kini sangat sangat terkejut, apalagi melihat ekspresi wajah Leonard yang sangat kurang baik.


"Tunggu Leonard, ini semua... Ahh..!! Kai mau kemana...??!!" Belum sempat Louisse menjelaskan semuanya, Leonard keburu ngambek dan langsung pergi meninggalkan ruang pemungutan suara itu. Hal itu membuat Louisse jadi semakin frustasi. Anjing besarnya ngambek lagi karena salah paham lagi.


"Kalian semua! Mengapa tidak ada yang memilih Pangeran Leonard?!!" Seru Louisse pada para pelayannya.


Mungkin kali ini Louisse harus lebih bekerja keras untuk membujuk Leonard.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2