Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel

Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel
Ep. 26 Undangan Kaisar


__ADS_3

Duarr..duarr..duarr!!


Ucapan Leonard yang terakhir tidak dapat di dengar Louisse dengan jelas karena suara kembang api yang kembali dinyalakan.


"Leonard ngomong apa sih? Kemudia aku apa?" Tanyanya dalam hati.


Entahlah apa yang dikatakan Leonard tidaklah jelas karena suara letusan kembang api yang cukup keras. Namun dari ekspresi yang diperlihatkan Leonard seakan dia akan memutuskan suatu keputusan yang penting dan di dalam hati Louisse dia juga merasa harus menyiapkan diri untuk meninggalkan istana Kekaisaran itu lebih cepat dari yang ia perkirakan.


Sementara itu di ruangan lain, Kaisar Caspian sedang melakukan pertemuan pribadi bersama Duke Zacard ayah Vianty di ruang kerja pribadinya.


"Duke Zakard, bagaimana perkembangan Dewan Parlemen saat ini?" Tanya Kaisar.


"Maaf Yang Mulia, keadaannya masih sama, Keluarga dari pihak Ratu masih mendominasi hingga saat ini." Jawab Duke Zacard.


"Dari hasil penyelidikan saya mayoritas anggota Dewan Parlemen mendapat sokongan dan dukungan dari pihak Ratu." Ucap Duke Zakard.


"Para anggota Dewan itu pasti tidak akan tinggal diam jika Pangeran Leonard naik sebagai Putra Mahkota karena mereka semua ada di pihak Ratu dan banyak dari mereka adalah keluarga Ratu." Ucap Kaisar.


"Duke Zacard..."


"Iya Yang Mulia..."


"Aku mempunyai harapan yang besar terhadapmu, jika Itu berasal dari keluarga Zacard pasti akan berjalan lancar sesuai harapan." Ucap Kaisar sambil tersenyum smirk membuat sang Duke kebingungan apa maksud dari Sang Kaisar.


"Maaf, saya kurang mengerti maksud anda Yang Mulia." Ujar Duke Zacard bermaksud untuk bertanya.


"Maksudku adalah jika Pangeran Pertama Leonard mendapat dukungan langsung dari keluarga Zacard maka tidak ada halangan lagi baginya untuk naik ke tahta Pangeran Mahkota. Jadi jika dia dipasangkan dengan seorang dari keluargamu maka..."


"Maaf Yang Mulia, jadi makaud anda..."


"Ya, kamu benar. Bagaimana jika rencana penyatuan dua keluarga yang sepuluh tahun lalu gagal kita sepakati kita lakukan sekarang saja?" Tawar Sang Kaisar yang terdengar seperti sebuah perintah bagi Duke Zacard.


...****************...


Keesokan harinya di Istana Matahari kediaman Kaisar Eliador, Caspian de Eliador. Dimana tidak ada seorang pun yang bisa memasukinya kecuali mendapat undangan langsung dari Sang Kaisar dan itupun berlaku juga bagi anak-anaknya. Termasuk Leonard yang kini mendapatkan undangan masuk ke Istana Matahari untuk yang pertama kalinya. Meski itu adalah undangan dari sang ayah, namun tidak membuat hati Leonard merasa senang. Justru dia merasa muak. Dirinya yang selama ini diabaikan tiba-tiba diperhatikan setelah memenangkan peperangan membuat Leonard berpikir jika ada hal lain yang diinginkan Kaisar alih-alih bertemu karena rindu dengan anaknya.


"Yang Mulia, Pangeran Pertama sudah tiba..." Ujar seorang penjaga yang ada di depan pintu ruangan perjamuan tempat dimana diadakan pertemuan.


"Suruh dia masuk!" Sahut Kaisar dari dalam sana.

__ADS_1


"Silahkan Yang Mulia Pangeran..." Ucap Si penjaga sambil membukakan pintu dan menunduk dengan hormat.


"Hoho... Anakku yang membanggakan, kau sudah datang?" Sambut Kaisar dengan senangnya yang tetap terlihat tenang dan Leonard tetap masuk dengan langkah tenangnya tanpa ekspresi.


Namun di dalam ketengannya Leonard merasa terkejut karena di dalam sana tidak hanya ada Kaisar tapi juga ada ibunya kandungnya yaitu Permaisuri Veronica dan satu orang lagi yang duduk di sana.


"Vianty de Zacard?! Bagaimana bisa seorang lady bangsawan bisa mendapatkan undangan dari Istana Matahari yang bahkan sulit didapat meski itu keluaga Kekaisaran sekalipun?!" Dalam hati Leonard menanyakan kejanggalan yang dia lihat saat ini.


"Duduklah Pangeran... Kalian berdua pasti sudah saling kenal kan?" Ujar Kaisar dengan pertanyaan yang sudah pasti jawabannya.


"Tentu saja Yang Mulia..." Jawab Vianty dengan lembut.


"Awal mulanya Lady Zacard adalah pasangan Pangeran Leonard. Setelah sekarang bertemu lagi ternyata kalian masih saja terlihat serasi. Bagaimana menurutmu Permaisuri?" Ujar Kaisar dengan maksud tersembunyi.


"Saya setuju Yang Mulia." Jawab Permaisuri.


Mendengar ucapan ayah dan jawaban ibunya itu membuat Leonard terkejut dan mulai mengerti akan dibawa kemana arah pembicaraan ini nantinya. Tapi Leonard tidak ingin menyimpulkan dulu lebih jauh dan memilih untuk diam sementara.


"Lalu... Bagaimana menurut kalian berdua?" Kaisar menjeda kalimatnya dan melirik ke arah Leonard dan kembali berkata...


"Jika hubungan yang gagal terjalin sepuluh tahun yang lalu dijalin kembali sekarang?" Lanjut Kaisar.


"Maaf, tapi Yang Mulia Pangeran Leonard kan sudah beristri, mana mungkin saya..."


"Bukankah ada satu cara yang bagus yaitu perceraian? Lagian Putri dari keluarga Roman itu kurang cocok sebagai istri Pangeran, terlebih dia itu mendapat dukungan dari Ratu. Tentu saja itu pasti tidak akan nyaman bagimu kan Pangeran?" Ujar Kaisar Caspian dengan ucapan profokasinya.


"Itu sama sekali bukan salah Louisse!! Bagaimana pandangan orang-orang jika dia diusir begitu saja dari istana?!" Seru Leonard tidak terima.


"Kenapa begitu saja kau tidak tahu Pangeran? Itu mudah, berikan saja alasan palsu seperti... Dia melakukan perselingkuhan ketika suaminya tidak berada di istana." Ucap Kaisar dengan entengnya.


Brakk!!


Leonard langsung menggebrak meja sambil berseru, "Yang Mulia!!" Dan dia terdiam sesaat sambil mengontrol emosinya agar tidak meledak.


"Padahal saya baru saja kembali ke istana tapi anda justru berkata demikian. Bukankan seharusnya ini tidak dibicarakan sekarang?" Ucap Leonard aambil menahan emosinya.


"Ah, setelah dipikirkan kurasa tidak baik jika terkesan buru-buru seperti ini. Kalau begitu hari ini kita makan siang saja dulu untuk menyambut kepulanganmu." Ucap Kaisar. Untuk sementara Leonard bisa tenang tapi tidak tahu sampai kapan.


Akhirnya acara undangan yang menguras emosi itu selesai dan Leonard bergegas mengundurkan diri bersama Vianty.

__ADS_1


Saat berjalan keluar dari Istana Matahari Leonard dan Vianty terlibat obrolan kecil.


"Menurut anda bagaimana Pangeran?" Tanya Vianty.


"Soal apa?" Tanya Leonard datar.


"Pernikahan." Jawab Vianty


"Saya rasa Yang Mulia Kaisar serius tentang hal itu." Tambah Vianty.


"Apa aku boleh berkata jujur?" Tanya Leonard pada Vianty.


"Tentu saja Yang Mulia." Jawab Vianty.


"Menurutku itu adalah omong kosong!" Jawab Leonard jujur.


"Pfftt... Haha... Saya sudah menduganya kalua kita sependapat." Ucapan Vianty yang tak teduga itu membuat Leonard terkejut.


"Saya juga berpendapat seperti itu. Menurut Yang Mulia mengapa sejaih ini saya masih belum mempunyai tunangan ataupun suami?" Tanya Vianty.


"Kalau dipikir-pikir itu sedikit aneh." Jawab Leonard.


"Itu karena salah anda Yang Mulia.." Jawab Vianty ambigu.


"Kenapa jadi salahku?" Leonard jadi bingung.


"Setelah mendengar kabar kemenangan pertama anda di pertempuran pertama, ayah saya sudah menyusun rencana untuk menjasikan anda Kaisar yang berikutnya. Lebih tepatnya lagi menjadikan Yang Mulia Pangeran yang menjadi suami saya menjadi Kaisar selanjitnya." Ungkap Vianty.


"Jangan bicara asal!! Kita masih di wilayah Istana Matahari." Leonard mengingatkan.


"Memangnya kenapa? Bisa saja setelah ini ayah saya akan jatuh sakit setelah saya mengatakan tidak ingin menikan dengan anda Yang Mulia." Ucap Vianty seakan itu hanyalah lelucon belaka.


"Jangan bercanda!" Seru Leonard.


"Ah maaf, apakan tidak lucu? Tapi saya tidak bercanda Yang Mulia, saya akan bicara pada ayah saya untuk membatalkan rencana pernikahan ini karena saya memang tidak tertarik untuk menikah dengan Pangeran." Ucap Vianty dengan kesungguhannya.


"Wanita ini, aku selalu merasa jika sifat aslinya selalu ditutup-tutupi. Vianty de Zacard, apa sekarang kamu mulai menunjukkan topeng aslimu?" Batin Leonar.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2