Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel

Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel
Ep. 65 Pikiran Leonard


__ADS_3

"Kalian semua! Mengapa tidak ada yang memilih Pangeran Leonard?!!" Seru Louisse pada para pelayannya.


"Itu karena... Kami melihat kalau Yang Mulia Pangeran Pertama sangat mencintai Yang Mulia Putri. Jadi bagaimana bisa kami memilih Yang Mulia Pangeran Pertama?" Jawab Titi menjelaskan alasannya.


"Itu benar Yang Mulia... Kami hanya mendukung kisah cinta kalian berdua saja." Tambah Chlara.


"Itu kan beda cerira dengan pemungutan suara kepopuleran!!" Seru Louisse geram, tak habis pikir dengan apa yang dipikirkan oleh para pelayan pribadinya.


"Kami hanya berpendapat paling tidak Yang Mulia Pangeran Pertama akan mendapatkan satu surat suara dari Yang Mulia Putri." Titi kembali menjelaskan.


"Tapi kenapa malah mendapat nol suara ya? Aneh sekali..." Celoteh Chlara yang membuat Louisse merasa tersindir. Mak jleb!!


"Huhh... Ini semua adalah salahku. Sepertinya aku harus pergi ke istana Leonard sekarang juga." Gumam Louisse sambil menurunkan pundaknya pasrah.


"Ini benar-benar hari yang kacau..." Lanjutnya dalam hati.


...****************...

__ADS_1


Sementara itu di istana Pangeran Pertama, Leonard terduduk lemas di sofa ruangan pribadimya. Dia masih shock dwngan kejadian di istana Louisse.


" Bagaimana bisa nol suara? Aku yakin Louisse juga ikut... Aku sampai ada di peringkat terakhir. Apa aku tidak semenarik itu? Padahal Red mandapatkan satu suara. Padahal waktu aku masih kecil banyak orang yang mengatakan aku tampan." Pikirnya dalam hati.


"Ahh, tapi mungkin saja itu hanya basa basi saja karena aku adalah keluarga Kekaisaran. Kalau diingat-ingat dulu waktu kecil saat Red belum tahu identitasku, dia bilang jika aku sedikit menakutkan karena mataku yang besar seperti sedang melotot." Lanjutnya setelah teringat kejadian di masa lalu saat dirinya berkumpul dengan para prajurit bayaran.


"Sudah kuduga kalau aku tidak meninggalkan kesan yang baik. Setelah kuingat-ingat... Oscar selalu dikelilingi oleh putri bangswan di tempat pesta karena dia mempunyai sisi yang ramah dan selalu tersenyum." Gumam Leonard sambil mengingat kejadian di salah satu pesta dansa yang dia hadiri bersama Oscar. Waktu itu...


"Ah... Ternyata menjadi terlalu populer itu sangat melelahkan ya?" Ujar Oscar pada Leonard sambil menghela napas setelah terbebas dari gerombolan putri-putri bangsawan yang mendekatinya.


"Memangnya kakak tidak merasa terganggu dengan putri-putri bangsawan itu? Aku yakin banyak diantara mereka yang mengincar posisi selir." Ujar Oscar pada kakaknya.


"Itu bukan karena kakak tidak menyadarinya kan?? Bukankah putri-putri bangsawan itu terus mengajak kakak ngobrol tentang hal-hal sepele?!" Oscar sampai geram sendiri degan sikap cuek dan dingin kakaknya itu.


"Selain dengan Louisse, aku tidak pernah mengobrol dengan wanita di pesta lebih dari lima kata" Jawab Leonard memgungkapkan fakta itu pada Oscar yang langsung tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Jadi... Seper..ti it..tu..." Oscar langsung shock dengan fakta itu. Kakaknya hanya akan tunduk dengan satu wanita saja, yaitu Louisse De Eliador.

__ADS_1


Begitulah Leonard mengungat kejadian di masa lalu di tempat pesta dansa.


"Ah... Sekarang aku paham mengapa aku tidak populer. Itu karena wajahku yang menyeramkan, susah diajak mengobrol dan kalaupun ada yang mengajak bicara jawabanku pasti ketus. Aku tidak perduli bagaimana orang lain menilaiku tapi bagaimana kalau aku juga terlihat tidak menarik di mata Louisse?" Pikiran Leonard semakin melebar kemana mana tanpa tahu ksbenarannya.


Lalu tiba-tiba pelayan yang ada di luar pintu memberitahukan sesuatu...


"Yang Mulia Putri datang..." Ucap prlayan yang berjaga di luar pintu.


"Louisse..??!!" Seru Leonard dalam hati. Dia langsung kalang kabut dan pura-pura tertidur di sofa.


"Leonard...Aku datang, aku masuk boleh ya?" Louisse masuk begitu saja dan Leonard mulai berakting tidur.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2