Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel

Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel
Ep. 58 Kisah Sendu Julian


__ADS_3

Ini cerita tentang Julian De Aswan...


Count Aswan memiliki tiga orang putra dan sejak kecil Julian yang merupakan putra bungsu selalu mengikuti kakak pertamanya yang selalu unggul dalam berbagai hal. Julian kecil selalu berkeinginan menjadi seperti kakak pertamanya, Zack De Aswan.


"Lian, itu bukan buku gambar... Itu buku aritmatika ayah, jangan dicoret-coret nanti dimarahi ayah lho..." Kata Zack memperingatkan Julian yang sedang asyik mengutak atik buku milik ayahnya.


"Kak, aku bisa menjawab soal ini!" Ujar Julian yang riang mengabaikan kata-kata Zack.


"Ayolah... Jangan bercanda, itu kan buku yang cukup sulit bahkan untuk ayah sekalipun." Sahut Zack tak percaya.


"Sungguh, aku serius kak!" Seru Julian membenarkan ucapannya.


"Lihat ini! Jika kita menarik kurva di titik koordinator ini maka akan seperti ini.... " Julian menunjukkan kepada kakaknya jika apa yang ia katakan tidaklah bohong dan itu sukses membuat Zack terperanga tak percaya, anak sekecil itu mampu menjawab soal-soal sulit di buku orang dewasa.


Lalu seiring berjalannya waktu, semakin hari semakin Julian tumbuh remaja, ia semakin terlihat menonjol di segala bidang ketimbang Zack kakaknya. Julian pun selalu mendapat pujian dari ayahnya dan itu tidak luput dari perhatian Zack yang merasakan kekhawatiran di dalam hatinya.


"Hanya akan ada satu orang yang menjadi kepala keluarga dan mewarisi gelar Count. Jika terus seperti ini, maka gelar Count akan direbut oleh Julian." Batin Zack yang terus merasa gelisah, sedangkan Julian masih merasa jika kakaknya adalah orang yang keren yang sangat ia sukai. Hingga terjadilah insiden di hari itu...


Awalnya hari itu Zack dan Julian sedang bersantai duduk-duduk di atas atap genteng kamar mereka sambil merebahkan tubuh melihat indahnya langit sore itu. Lalu Julian yang melihat seekor kucing duduk di genteng seberang mereka langsung beranjak dari duduknya berusaha memegang kucing itu.

__ADS_1


"Lihat, di sana ada kucing!" Seru Julian dengan wajah girang.


Namun naasnya, kaki Julian malah terperosok oleh salah satu genteng yang licin.


"Julian, awas!!" Teriak Zack yang melihat Julian akan jatuh dari atap genteng. Beruntung Julian yang akan jatuh ke bawah, salah satu tangannya berhasil ditangkap oleh Zack.


"Syukurlah ada kakak... Terimakasih kak." Ucap Julian yang merasa lega karena kakaknya berhasil menangkap tangannya dan berpikir kakaknya akan menolongnya kembali naik ke atas. Namun entah setan apa yang merasuki pikiran Zack pada saat itu. Tiba-tiba Zack melepaskan genggaman tangannya dari tangan Julian sebelum dia sempat menariknya ke atas. Lalu jatuhlah Julian dari atas sana.


Karena insiden itu Julian mengalami luka di beberapa bagian tubuh dan tangan kirinya mengalami cidera yang cukup serius dan harus melakukan pemulihan yang cukup lama.


Julian yang memulihkan diri di atas tempat tidur masih mengingat-ingat kejadian saat itu. Dalam hatinya dia masih bertanya-tanya mengapa kakaknya tiba-tiba melepaskan genggaman tangannya dengan sengaja? Julian merenung sambil berpikir berkali-kali hanya ada satu jawaban kenapa kakaknya tega mencelakakkannya. Padahal mereka berdua adalah adik kakak yang sangat dekat.


"Semua ini gara-gara diriku, eksistensiku mengancam kakak..." Gumam Julian pada dirinya sendiri. Dan sejak saat itu kedekatan mereka tidak terlihat lagi. Hubungan baik itu kini merenggang. Hingga tujuh tahun kemudian...


Pada saat itu Julian tidak sengaja mendengarkan perbincangan ayahnya dengan salah seorang kerabatnya.


"Benarkah Kaisar akan memberikan penghargaan bagi keluarga bangsawan yang berpartisipasi menambahkan kekuatan militernya dalam perang saat ini?" Tanya seorang lelaki yang merupakan kerabat dari keluarga Aswan.


"Ini merupakan sebuah kesempatan untuk membangkitkan kembali kejayaan keluarga kita!" Kata Count Aswan.

__ADS_1


"Tapi anda harus berhati-hati dalam memilih karena di dalam peperangan nyawalah taruhannya." Kerabat tersebut mewanti-wanti Count Aswan.


"Anak pertamaku harus meneruskan keluarga, anak keduaku memiliki fisik yang lemah dan dalam tahap pemulihan. Maka hanya tersisa anak bungsuku. Dia pasti akan mengerti karena ini demi keluarga." Ucap Count Aswan.


Julian yang medengarnya dari balik tembok rumahnya terlihat sangat sedih bisa mendengar kata-kata yang cukup menyakitkan keluar dari mulut ayahnya sendiri. Hingga hari keberangkatan Julian ke medan perang pun tiba. Hari itu hanya ayah dan ibunya yang menangis melepaskan kepergian anaknya ke medan perang, sementara Zack tidak terlihat sama sekali untuk mengantar kepergian Julian.


"Sudah aku duga kakak tidak akan datang untuk mengantarku pergi..." Batin Julian yang terlihat sedih.


Kemudian keluarga Count Aswan yang berpartisipasi mengirim anak ketiganya ke medan perang mendapatkan penghargaan dan wilayah kekuasaan yang cukup luas. Hal itu mampu membangkitkan kembali keluarga Aswan yang sempat runtuh. Lalu kemudian mereka bersekutu dengan keluarga Willhem yang merupakan keluarga Ratu dan menguasai wilayah kekuasaan yang cukup luas.


Dan seperti itulah Julian yang dipakai sebagai bidak yang dibuang oleh keluarganya.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2