Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel

Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel
Ep. 23 Aku Pulang...


__ADS_3

POV Louisse...


Orang-orang di Kekaisaran sedang sibuk menyiapkan parade penyambutan dan syukurlah semuanya berjalan lancar tanpa hambatan, semua rakyatpun antusias menantikannya, yang lebih penting lagi Ratu Media tidak bisa melakukan apa-apa untuk sementara waktu dan hanya bisa menahan kekesalannya. Hingga hari yang dinanti rakyat ibu kotapun tiba. Hari parade penyambutan Pangeran Pertama Leonard bersama para kesatria prajuritnya. Tapi di hari yang penting ini aku justru mengacaukannya... Aku...


"Uhuk..uhuk!!"


"Tuan Putri, apa anda baik-baik saja?" Tanya Anne yang begitu khawatir padaku.


"A apa...aku terlihat ba, baik-baik saja?" Sahutku dengan sisa tenaga yang ada. Di hari yang penting ini sayangnya aku malah menghancurkan harapan Leonard, aku malah jatuh sakit.


"Ti tidak, anda terlihat mengkhawatirkan Yang Mulia." Jawab Anne sambil mengkompres keningku.


"Tapi... Beberapa jam lagi paradenya ak..kan...dimulai. Ayo bantu aku bersi...ap." Namun seketika mataku berkunang-kunang, sebelumnya semuanya gelap hanya suara Anne yang terakhir kudengar berteriak memanggilku.


"Yang Mulia!!"


Lalu aku terbangun lagi saat parade penyambutan berlangsung. Ini mengingatkanku di hari pernikahanku dengan Leonard. Kalau dipikir-pikir aku selalu jatuh sakit di hari-hari penting. Pasti akan timbul gosip yang sudah pasti isinya adalah kata-kata yang mengutukku karena tidak hadir di acara penting suami sendiri.


"Yang Mulia apa anda merasa lebih baik?" Tanya Anne dan aku hanya mampu menjawabnya dengan batuk.


"Uhuk..uhuk!!"


"Astaga!! Sepertinya flu anda sangat parah Yang Mulia dan demam anda masih saja tinggi." Ucap Anne sambil memeriksa suhu tubuhku dengan tangannya.


Sangat menyebalkan!! Kenapa tubuh ini sangat lemah?! Aku merasa sangat lemas tak bertenaga sama sekali dan mataku mulai terasa begitu berat lalu akupun tertidur.


Di tengah malam samar-samar aku merasakan ada sebuah tangan yang menyentuh dahiku. Mungkin itu Anne atau Chlara, aku tidak tahu karena gelap dan mataku terlalu berat untuk terbuka lebar. Aku tidak terlalu menghiraukannya karena tubuhku masih terasa sangat lemas dan akupun memilih untuk tidur lagi.


Tiga hari kemudian akhirnya aku sudah bisa bangun dari tempat tidurku meski wajahku masih terlihat agak pucat. Dan hari ini tepat hari diadakannya pesta kemenangan. Anne membantuku bersiap untuk hadir ke pesta.


"Yang Mulia Putri, semuanya sudah siap." Ucap Anne.


Aku mematut diriku ke cermin sebelum berangkat.


"Ah, wajahku masih terlihat pucat meski sudah di make up." Gumamku ketika melihat wajahku pada cermin.


"Itu wajar karena Yang Mulia Putri habis sakit." Sahut Anne.

__ADS_1


"Yahh... Mau bagaimana la..."


Tiba-tiba terdengar suara yang tidak aku ingin dengar yang memotong pembicaraanku dengan Anne.


"Louisse!! Apa hanya ini yang bisa kamu lakukan?!" Seru lelaki yang wajahnya tidak ingin ku lihat saat ini. Baron Eric de Roman, yang sialnya adalah kakakku di cerita novel ini.


"Wajah bodohmu itulah yang selalu jadi masalah sehingga kau terlihat bodoh di mata orang-orang!"


Dasar gila!! Berani-beraninya dia bilang aku bodoh padahal dialah yang kurang cakap sehingga bisanya cuma memanfaatkanku untuk menopang nama keluarga. Dasar tidak berguna!


"Ini adalah istana saya, jika ada orang yang datang tanpa pemberitahuan itu namanya tidak sopan meski orang itu adalah keluarga sendiri." Kataku untuk mengingatkannya.


"Apa kau sekarang mementingkan hal itu?! Padahal sebentar lagi kamu akan diusir dari sini!" Ujarnya dengan sangat kasar.


Kenapa dari tadi dia bicara tidak sopan kepadaku yang seorang Putri ini? Padahal dia hanyalah seorang Baron!


"Sepertinya kamu belum mendengar rumor yang beredar karena tidak datang di parade penyambutan ya? Hei!! Kaisar menyuruh Pangeran Pertama untuk menceraikanmu dan menikahi putri Duke Zacard!" Serunya sambil mencengkeram erat pundakku dan itu sangat menyakitkan.


"Hei bodoh!! Dengar baik-baik! Pangeran Pertama saat ini bukan lagi seorang Pangeran yang dianggap rendah dan diremehkan seperti saat dia pertama kali menikahimu. Dia sekarang anak emas yang selalu dibangga-banggakan Kaisar!" Omelnya lagi.


Dari tadi dia berteriak bodoh di depanku, padahal dia jauh lebih bodoh dariku! Auw...bahuku...


Dasar gila! Apa mulutnya tidak berbusa dari tadi mengoceh terus?! Bagaimana bisa aku terlahir di keluarga Roman yang semua anggota keluarganya tidak punya akhlak sama sekali?!


"Haahh... Sabar Louisse... Jika tidak kau sendiri yang jadi gila." Gumamku dalam hati yang berusaha menekan emosiku.


"Jika memang Kaisar menghendaki Pangeran Pertama menikahi putri Duke Zacard, maka saya tidak bisa berpuat apa-apa lagi." Kataku pada Eric.


"Meski demikian kau harus berusaha membujuknya sebelum dia menceraikanmu! Ah, ada satu cara!" Tiba-tiba dia tersenyum licik dan itu sangat menjijikkan! Entah apa yang dia pikirkan saat ini.


"Hamil." Katanya dengan tersenyum licik.


"Apa?!!" Dan akupun terkejut.


"Hamilah Louisse, jika kamu hamil baik Pangeran Pertama maupun Kaisar tidak akan mengusirmu dari istana." Ujarnya dengan senyum yang memuakkan.


Hamil?!! Apa dia sudah tidak waras lagi?! Dia sungguh membuatku naik darah!

__ADS_1


"Aku mengatakan ini semata-mata demi kebaikanmu, kamu adikku satu-satunya Louisse."


Kata-kata Eric barusan membuatku ingin muntah. Apa?! Kebaikanku? Selain kurang waras dia jika sangat kurang ajar.


"Jangan melewati batas! Anda terlalu serakah Baron!" Seruku dengan kesal.


"Kau..."


"Bukankah kalian yang takut sendiri? Jika saya bercerai maka keluarga Roman tidak lagi menjadi besan keluarga Kekaisaran." Eric langsung tercengang saat aku berkata demikian.


"Dan saat ini kamu bukan khawatir padaku tapi yang kamu inginkan hanyalah kekuasaan jika menjadi kakak seorang Ratu. Aku tidak tertarik menjadi Ratu, bila Pangeran menginginkan perceraian maka aku menyetujuinya." Ucapku untuk menegaskan pada Eric agar dia tidak bermimpi terlalu tinggi lagi.


"Dengar Louisse, jika kamu bercerai maka hidupmu akan berakhir. Dan kalau kamu tidak ingin diusir dari istana ini maka hamillah bagaimanapun caranya!!" Serunya yang berani-beraninya memerintahkanku.


Di cerita novel aslinya aku ini adalah tokoh antagonis dan Leonard yang merupakan tokoh utama pria memang seharusnya menikahi Vianty de Zacard di akhir episodenya. Aku hanya tidak ingin cerita ini menyimpang terlalu jauh dari cerita aslinya. Dan aku tidak ingin menjadi penghalang untuk jalan sukses Leonard. Jika aku menghilang setelah ini maka Leonard akan mendapat kekuasaannya dengan dukungan keluarga Duke Zacard.


"Kamu jangan-jangan... Kamu tidak mandul kan?!"


Errrgg!! Menyebalkan dari tadi dia menggonggong terus! Si sialan ini terus menghinaku, aku ingin membalasnya tapi kenapa tiba-tiba aku sedih ya?? Dan...


Leonard?? Dia sedang berdiri di depan pintu!


Apa...sedari tadi dia berdiri di depan pintu dan mendengar semua ucapan guguk ini? Dan dia kini berjalan mendekat.


"Hei, kau melihat kemana?! Aku ini sedang bicara denganmu! Dasar tidak sopan!"


Eric berteriak padaku dan tangannya akan menampar wajahku jika Leonard tidak menahannya tepat pada waktunya.


"Kaulah yang tidak sopan Baron!" Seru Leonard sambil memelintir tangan Eric yang hendak memukulku.


"Pa, Pangeran?!" Wajah Eric mendadak pucat ketika melihat Leonard tiba-tiba ada di hadapannya.


"Urusan rumah tangga kami itu bukan urusan kamu! Dan lagi, jika menghina bahkan menyakiti anggota Kekaisaran maka hukumannya adalah mati. Aku hanya mengingatkan jika kamu lupa Baron Roman. Pergi dari sini sebelum aku berubah pikiran!"


Eric seketika lari keluar dari ruanganku dengan wajah ketakutan. Dan kini yang tersisa hanya kami berdua, aku dan Leonard. Ya, di hadapanki ini benar-benar Leonard. Akhirnya aku bisa melihat wajahnya lagi setelah sekian lamanya, bahkan dia kini lebih besar dan tinggi dari terakhir kita berpisah. Ah, tak terasa air mataku mengalir begitu saja. Aku langsung berbalik karena malu karena sudah menangis, namun dia justru memelukku dari belakang. Dan berkata...


"Aku pulang Louisse... Aku sangat merindukanmu."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2