Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel

Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel
Ep. 62 Kamar Louisse


__ADS_3

Kembali ke ruang rapat sidang Dewan Legislatif....


"Dan yang terakhir... Kita akan melakukan pemungutan suara untuk Rancangan Undang-Undang Pewarisan Gelar Bangsawan Untuk Wanita." Ucap moderator rapat.


"Pada akhirnya Count Aswan tidak hadir... Seandai saja ada surat suara dari Count Aswan..." Pikir Vianty yang kini sudah pasrah dengan keadaan saat ini, begitu pula dengan Leonard yang tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Hingga pintu ruang rapat tiba-tiba terbuka lebar dan mengejutkan semua orang yang ada di dalam ruangan. Di sana menampakkan seorang laki-laki berdiri di depan pintu....


Seperti sebuah keajaiban di akhir badai, laki-laki itu adalah Count Aswan yang telah ditunggu-tunggu Vianty dan Leonard sedari tadi.


"Count Aswan!" Seru Vianty dalam hati, lalu sedetik kemudian bibirnya tersenyum.


"Tolong masukkan surat suara saya juga!" Ucap Zack dengan lantang di dalam rapat tersebut.


...****************...


Waktu berlalu begitu saja dan entah apa yang terjadi di rapat sidang Dewan Legislatif setelah kedatangan Zack di rapat tersebut. Sekarang waktu sudah senja dan Louisse yang menunggu hasil rapat di ruang tunggu istananya tertidur di sofa karena kelelahan. Ia lelah karena beberapa hari ini kurang tidur bahkan begadang untuk mencari surat pengajuan Zack di gudang penyimpanan dokumen.


Mata Louisse terbuka perlahan, dia terbangun karena mendengar suara pintu terbuka. Matanya mengerjap-ngerjab menyesuaikan cahaya yang ada...


"Leonard...?" Ucap Louisse ketika tahu siapa yang ada di dekatnya saat itu.

__ADS_1


"Kamu sudah bangun? Tadinya aku mau memindahkanmu ke dalam kamar karena aku lihat tidur di sini terlihat tidak nyaman bagimu." Ujar Leonard pada Louisse.


"Ah iya!! Bagaimana hasil rapatnya?!" Tanya Louisse setelah kesadarannya kembali.


"Kita berhasil!! Di detik-detik terakhir Count Aswan datang memberikan surat suaranya." Jawab Leonard sembari tersenyum pada Louisse.


"Benarkah?!" Seru Louisse dengan mata berbinar.


"Selama ini kamu sudah bekerja keras Leonard..." Ucap Louisse sembari meraih leher Leonard untuk dipeluknya. Akan tetapi Leonard yang belum siap dengan serangan Louisse justru terjatuh ke belakang sehingga tubuh Louisse menindih tubuhnya membuat Leonard terkejut. Dan Leonard semakin terkejut lagi ketika bibirnya dan bibir Louisse bersentuhan. Leonard mengira jika Louisse memang melakukan itu kalau tidak ada kejadian Louisse yang tiba-tiba kembali tertidur setelah mengecup bibirnya.


"Huufft...." Leonard akhirnya bisa menghela napas lega meski kejadian barusan sangat tidak baik untuk kesehatan jantungnya.


Kemudian Leonard menggendong Louisse dan membawanya ke dalam kamar untuk ditidurkan di sana.


"Nampaknya dia sangat kelelahan, selama ini dia hanya mengurung diri di gudang penyimpanan dokumen dan data. Kamu sudah bekerja begitu keras demi aku. Bagaimana bisa aku tidak mencintaimu seperti ini Louisse..." Gumam Leonard dalam hatinya seraya memandang wajah cantik Louisse yang tengah tertidur pulas.


Leonard naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping Louisse.


"Aku akan pergi setelah istirahat sebentar saja." Katanya dalam hati sambil memandang wajah Louisse yang terpejam. Namun karena begitu kelelahan tanpa sadar dirinya pun ikut terpejam dan tertidur di samping Louisse. Hingga waktupun semakin larut dan di tengah malam Louisse terjaga dari tidurnya...

__ADS_1


Tidak sengaja tangannya menyentuh sesuatu yang ada di sampingnya dan sangat terkejut menemukan Leonard tengah tertidur pulas di ranjang yang sama dengannya.


"Leonard?!" Seru Louisse dalam hati.


Louisse terdiam sambil memandang wajah polos Leonard yang sedang tertidur.


"Tidak mungkin pangeran yang polos ini sengaja tidur di sampingku. Pasti dy tidak sengaja ketiduran karena kelelahan setelah memindahkan aku ke tempat tidur. Padahal jika bercerai denganku kamu akan mendapatkan hak waris tahta dengan mudah. Tetapi mengapa kamu memilih jalan yang sulit?"


itulah yang dipikirkan oleh Louisse sampai dia mengingat ucapan Leonard di kencan malam mereka beberapa hari yang lalu yang membuat pipi Louisse tiba-tiba memerah..."Aku mencintaimu Louisse... Aku tidak ingin berpisah denganmu." Itulah yang dikatakan Leonard pada saat itu.


"Dasar! Kenapa dia seperti itu sih?! Karena Rancangan Undang-Undangnya sudah lolos, Kaisar pasti akan menepati janjinya kan? Dengan begini ancaman Kaisar soal perceraianku dengan Leonard akan hilang, akan tetapi Media pasti tidak akan tinggal diam disaat Leonard dinobatkan sebagai Putra Mahkota. Di belakang wanita itu ada keluarga Willhem yang sangat kuat, selain itu ini berbeda dari novel aslinya... Ada orang lain yang mencurigaiku. Setelah ini ada banyak hal yang harus aku selesaikan." Pikiran-pikiran itu kini sedang bersarang di benak Louisse. Banyak hal yang dia cemaskan dan juga banyak hal yang harus dia kerjakan untuk melindungi Leonard dari orang-orang jahat di istana itu.


Pagi harinya... Leonard sangat terkejut karena dia terbangun di ranjang yang sama dengan Louisse dengan kancing baju yang sudah terlepas semua.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2