Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel

Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel
Ep. 70 Strategi Louisse


__ADS_3

Saat melihat perdebatan kecil antara Louisse dan Leonard... Bruss jadi teringat kejadian beberapa tahun lalu sebelum Leonard dikirim di garis depan sebagai Komandan Pasukan Militer saat perang yang lalu. Waktu itu...


"Saya pasti akan membunuh mereka semua!" Seru Rodrego yang terlihat kesal seraya meninju pohon yang ada di sampingnya hingga buku-buku jarinya memar.


"Situasi di medan perang wilayah itu saat ini sangangatlah merugikan pasukan militer Kekaisaran kita! Mengirim seorang Pangeran di garis depan?! Apa mereka sudah tidak waras?!!" Lanjutnya sambil menggebu-gebu dengan raut wajah yang begitu kesal.


"Bagaimana jika untuk sementara ini kamu mundur dulu dari militer dan mengawasi keadaan dulu? Kamu akan diperalat secara politik jika kamu pergi sekarang." Saran Bruss pada Leonard.


"Semakin merugikan keadaan akan semakin bagus. Kedudukan saya di keluarga Kaisar akan menjadi semakin kuat jika saya bisa memenangkan perang ini." Sahut Leonard yang tetap kekeh untuk pergi ke medan perang.


"Itu namanya nekat! Tidak ada gunanya semua itu bila kamu mati di medang perang!" Seru Bruss yang sudah tak bisa lagi membujuk Leonard agar mengurungkan niatnya.


"Saya sudah berjanji pada wanita itu. Saya tidak akan mati, karena saya harus pulang dengan keadaan selamat." Balas Leonard dengan nada yang tetap santai meski Rodrego dan Bruss sudah ketar-ketir memikirkan keselamatannya.


Kembali ke saat ini...


"Aku penasaran siapa wanita yang berhasil meluluhkan hati bocah keras kepala yang hanya tahu bermain pedang ini. Sepertinya Leonard sangat menyukainya." Batin Bruss sambil tersenyum senang melihat interaksi pasangan Putri dan Pangeran di depannya.


Lalu sesaat kemudian Louisse menyadari sesuatu ketika melihat Bruss...


"Lho... aku baru sadar jika guru masih memakai seragam militer." Batin Louisse.


"Guru... Apakah anda sekarang bekerja di istana Pangeran?" Tanya Louisse kemudian.


"Tidak, guru berencana pensiun. Guru hanya membantu sampai wilayah bagian Timur selesai dibereska." Ujar Leonard menjawab pertanyaan Louisse.


"Benar. Saya datang hanya untuk berpamitan karena wilayah bagian Timur sudah selesai dibereskan." Sahut Bruss membenarkan ucapan Leonard dan hal itu membuat Louisse membelalak terkejut.

__ADS_1


"Apa?! Pensiun?!" Teriaknya dalam hati.


"Tidak Boleh!" Seru Louisse dengan tegas sampai ia berdiri dari tempat duduknya, sampai membuat Leonard dan juga Bruss terkejut.


"Oh.. Maafkan saya." Ucap Louisse setelah sadar dengan sikapnya yang terlihat aneh.


"Ah itu... Saya berpikir jika guru bisa tetap terus tinggal di sini untuk membantu Pangeran Leonard sampai dia bisa menerima hak warisnya." Kata Louisse memberikan alasannya.


"Bagaimana ini jika Bruss tidak mau? Aku sungguh membutuhkan Bruss di sini. Haruskah aku berlutut memohon?" Batin Louisse yang merasa cemas dengan apa keputusan Bruss atas permintaannya.


"Louisse... Guru tidak pernah merubah pikirannya jika sudah memutuskan sesuatu. Jadi kamu..."


"Ya, baiklah." Jawab Bruss yang tiba-tiba memotong ucapan Leonard, dan jawaban itu membuat Leonard membelalakkan matanya dan membuat Louisse tersenyum senang.


"Apa?!" Seru Leonard tak percaya dengan jawaban gurunya.


"Iya, saya akan bekerja lebih lama lagi sesuai permintaan Yang Mulia Putri." Jawab Bruss sekali lagi.


"Waahh... Bukankah itu kabar yang bagus Leonard?!" Seru Louisse kegirangan.


"Kamu kan baru pertama kali bertemu guru, kenapa kamu bisa sesenang ini?" Tanya Leonard heran dengan reaksi istrinya.


"Entah kenapa aku merasa senang melihat mereka berdua, lagipula aku juga mengkhawatirkan murid-muridku. Jadi lebih baik aku tunda sebentar pensiunku." Pikir Bruss sambil tersenyum melihat dua sejoli di hadapannya yang terlihat bahagia.


...****************...


POV Louisse...

__ADS_1


Setelah aku terbebas dari ancaman Kaisar setelah kemenangan di rapat sidang Dewan Legislatif kemain, aku memutuskan untuk menyelidiki satu persatu kejadian yang terjadi selama ini. Dan yang pertama kuselidiki adalah Doha. Aku menduga orang itu sangat mencurigakan. Berawal dari surat yang salah kirim dan yang membuat perasaanku tidak enak saat ini adalah aku tidak ingit jika ada tokoh seperti dia di dalam novel. Aku berpikir akan menemukan sesuatu jika mengamati tindakannya sehari-hari. Tetapi hasil yang aku dapat selama aku memata-matainya beberapa hari ini adalah... Dia hanya mengekor pada Oscar dan mengomelinya ketika Oscar melalaikan tugasnya dan memaksanya untuk mengikuti jadwal. Apakah dia hanya orang yang ditugaskan Media untuk mengontrol kegiatannya Oscar? Kalau memang seperti itu, dia benar-benar orang yang kompeten. Sebagai info... Saat ini aku sedang memata-matai Doha yang sedang merapikan tanaman di sekitar istana Pangeran Kedua. Tumben saat ini dia sedang tak bersama Oscar? Ah, dia mulai meletakkan gunting tanaman dan menengok ke kanan kiri. Apakah akhirmya dia akan melakukan sesuatu yang mencurigakan?


"Ah, dia lari..!!" Seruku tanpa sadar.


Aku harus segera mengikutinya!


POV Louisse and...


...****************...


Tanpa sepengetahuan Louisse, Edmund tetap mengawalnya dengan tetap menjaga jarak. Dia berdiri di balik tembok dekat jendela yang mengarah keluar di ruang istana Pangeran Kedua. Namun ketika Edmund mengawasi Louisse, pintu jendela di sebelahnya itu tiba-tiba terbuka dari dalam dan kobaran api keluar dari sana. Hal itu membuat Edmund sangat terkejut. Bayangan kebakaran di rumahnya dulu kembali terlihat, hal itulah yang menjadi traumanya sampai saat ini. Hingga suara air mengguyur terdengar dan percikannya mengenai dirinya. Edmun mulai sadar.


"Hampir saja terjadi masalah besar!" Terdengar seruan suara pelayan di dalam istana Pangeran Kedua.


"Maafkan saya... Saya tidak sengaja menyenggol lilin yang masih menyala." Balas seorang perempuan yang suaranya terdengar bergetar, sepertinya dialah penyebab kebakaran kecil barusan.


Edmund yang sudah kembali waras langsung teringat pada Louisse, namun Tuan Putrinya itu tidak terlihat di manapun bahkan di tempat Louisse tadi berdiri.


"Yang Mulia Putri Menghilang!!" Serunya dalam hati dan Edmund mulai panik.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2