
"Apakah Tuan Putri tahu tentang sejarah keluarga Kekaisaran ini?" Tanya Doha tiba-tiba.
"Eh, kenapa tiba-tiba membahas soal sejarah keluarga Kekaisaran?" Pikir Louisse yang merasa aneh.
"Iya, setelah masuk ke istana aku langsung menerima pelajaran keluarga Kekaisaran." Jawab Louisse.
"Kalau begitu Yang Mulia Putri pasti tahu jika sejak dulu pembantaian besar-besaran akan terjadi disetiap pergantian tahta." Kata Doha menebaknya.
"Karena bagi para anggota keluarga Kaisar sudara hanya dianggap sebagai pesaing dengan sebutan 'Darah Daging'. Apakah Yang Mulia Putri berpikir jika kedua Pangeran yang sekarang ini akan melakukan hal yang sama?" Lanjut Doha dengan pertanyaan yang Louisse tahu jika itu hanyalah pertanyaan jebakan untuknya saja.
"Sebelumnya tolong jangan salah paham dulu, karena yang aku katakan bukan berarti aku memihak pada Pangeran Pertama. Hmm.. Aku yakin mereka berdua tidak akan melakukan hal itu. Bukankah kamu sudah melihatnya sendiri? Oscar sengaja membolos kelas pewarisan tahta, sudah jelas alasannya jika dia tidak ingin berebut tahta dengan kakaknya. Sedangkan Leonard ingin naik tahta karena dia ingin melindungi orang-orang yang berharga baginya dan Oscar adalah salah satunya. Bila mereka berdua memiliki hati seperti itu, tidak peduli siapa yang akan menjadi Kaisar, sejarah seperti itu tidak akan terulang lagi." Jawab Louisse panjang lebar.
"Apa maksudnya... Beliau memiliki harapan kepada dua pangeran tersebut?" Doha bertanaya-tanya dalam hati.
"Kalau begitu apa Yang Mulia Putri..."
Belum sempat Doha menyelesaikan ucapannya tiba-tiba dia dan Louisse dikejutkan oleh seseorang yang jatuh begitu saja dari atas lubang tersebut. Ah... Bukan jatuh, lebih tepatnya sengaja melompat dari atas sana. Dan sedetik kemudian Louisse menyadari siapa orang itu...
"Leonard..?!" Seru Louisse setelah melihat wajah tampan suaminya ada di depan matanya.
"Apa yang kamu lakukan pada Louisse?!" Itu adalah hal pertama Yang Leonard tanyakan ketika melihat Doha ada di dalam sana bersama istrinya.
...****************...
Beberapa jam sebelumnya...
__ADS_1
Waktu itu Leonard yang sedang melewati halaman istana bersama Rodrego tidak sengaja melihat Edmund dari kejauhan yang sedang berjalan terburu-buru bahkan setengah berlari.
"Edmund..?" Ujar Leonard yang menatap heran pada Kesatria pelindung istrinya itu.
"Mengapa dia terlihat buru-buru seperti itu? Lebih baik saya memanggilnya." Rodrego pun merasa penasaran lalu berteriak memanggil Edmund.
"Heeii, Ed...!!" Edmund yang merasa namanya disebut pun langsung berhenti dan menengok ke sumber suara.
"Ohh, Yang Mulia Pangeran..!!" Dia langsung berseru ketika melihat Leonard berdiri tak jauh darinya bersama Rodrego. Seperti melihat bantuan, ia pun langsung mengatakan situasi apa yang terjadi saat itu.
"Ada masalah gawat..!! Yang Mulia Putri tiba-tiba menghilang!!" Seperti disambar petir, pikiran Leonard langsung kosong dan hanya ada kepanikan di dalamnya.
"Louisse menghilang?!!"
...****************...
"Apa yang kamu lakukan pada Louisse..?!!" Tanya Leonard pada Doha sambil mencengkeram kerah baju lelaki itu.
"Tenangkan dirimu Leonard... Ini hanya salah paham! Karena kecerobohanku, aku hampir jatuh ke lubang, Doha yang berniat menolongku malah ikut jatuh bersamaku hinggi dirinya pun terluka karena melindungiku." Kata Louisse menjelaskan sebelum Leonard benar-benar membuat masalah besar karena menyakiti Doha.
"Apa benar seperti itu?" Tanya Leonard sambil melirik ke arah Louisse.
"Iya, makanya cepat lepaskan dia..!" Sahut Lousse dengan tegas hingga Leonard melepaskan cengkeramannya pada Doha.
"Uhuk..uhukk.. Ngomong-ngomong... Apa anda datang sendirian?" Tanya Doha pada Leonard.
__ADS_1
"Iya, aku datang sendirian." Jawab Leonard dengan sinis.
"Apa??!! Bagaimana bisa kamu langsung terjun ke sini tanpa memikirkan dulu jalan keluarnya?! Kami saja dari tadi menunggu seseorang yang datang untuk mengeluarkan kami dari sini!!" Seru Louisse yang mengomeli Leonard dengan hati yang dongkol.
"Seharusnya kamu menolong kami dari atas sana dulu atau memanggil bantuan yang lain..!! Lanjut Louisse yang terus mengomel pada Leonard, membuat pangeran polos itu tak bisa berkata-kata karena memang dirinyalah yang sembrono tanpa berpikir panjang jika berkaitan dengan Louisse.
"Maaf... Aku tidak berpikir sampai kesana." Sahut Leonard dengan wajah bersalahnya.
"Yah... Bagaimana lagi? Maka kita harus menunggu sampai ada orang yang datang lagi." Ujar Doha sambil kembali duduk di tanah.
"Haahh..." Louisse juga melakukan hal yang sama, duduk dan pasrah.
Melihat Doha dan Louisse yang duduk berdampingan, Leonard yang kesal melihat situasi itu langsung menyela dan mengambil duduk di tengah diantara Louisse dan Doha.
"Ya ampun... Bisa tenang tidak?! Ini sempit tau...?!" Seru Louisse kesal dan Leonard hanya bisa diam dengan wajah cemberut.
Kemudian setelah menunggu beberapa saat...
"Ketemu...!!" Teriak Edmund yang datang bersama Redian.
"Lho...? Tapi kenapa Yang Mulia Pangeran ada di sana juga??" Celetuk Redian yang melihat heran situasi di bawah sana.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...