
Boreal adalah wilayah yang berada di bagian Utara ibu kota yang mayoritasnya merupakan wilayah kekuasan keluarga Willhem. Di sana sangat kaya akan sumber daya mineral. Berdasarkan tempat tinggal, wilayah kekuasaan Willhem dibagi berdarsarkan jabatan yang mereka miliki dan Bonex merupakan salah satu tempat tinggal bagi mereka yang tidak mempunyai gelar bangsawan.
Saat ini Louisse dan Leonard sedang berada di desa Bonex dengan bantuan Bruss agar terhindar dari kecurigaan Ratu. Dan saat ini mereka berdua sedang menyamar dengan memakai pakaian rakyat biasa.
"Ahh... Sudah lama sekali aku tidak merasakan kebebasan seperti ini. Aku senaaang...sekali..! Karena tidak ada yang akan mengenali kita di sini." Seru Louisse yang terlihat begitu senang menikmati kebebasannya di luar istana.
"Kau sesenang itu ya? Kamu tidak lupa dengan tujuan kita datang kemari kan...?" Ujar Leonard mengingatkan Louisse dan Louisse hanya tersenyum riang menanggapinya.
"Jika keluar berdua saja begini, aku jadi teringat kenangan masa lalu... Aku bisa merasakan jika hanya ada hal baik yang akan terjadi nanti." Batin Louisse sembari tersenyum mengingat kenangan waktu kecilnya yang keluar istana berdua bersama Leonard.
.
.
Sementara itu di istana Putri tempat tinggal Louisse...
"Yang Mulia Putri tidak kidal, anda menggunakan tangan kiri lagi." Ucap Anne memperingatkan sesorang yang kini tengah duduk santai menikmati secangkir teh hangat dengan wajah, suara dan pakaian yang sangat mirip dengan Louisse.
"Ah, maaf." Kata orang itu setelah menyadari kekeliruannya. Dia adalah Bruss yang beberapa hari yang lalu dimintai tolong Louisss untuk menyamar sebagai dirinya untuk mengelabui Ratu saat dia dan Leoanrd pergi ke Bonex.
"Tolong berhati-hatilah..." Anne mengingatkan Bruss sekali lagi.
__ADS_1
"Haha... Aku akan berhati-hati bila di depan orang lain." Kata Bruss sambil tertawa.
"Nah... Karena aku punya banyak waktu senggang, apa sebaiknya aku harus mendidik lagi anak-anak ini ya...? Sudah lama sekali aku tidak melakukannya." Ucap Bruss sambil berdiri dari tempat duduknya dan menatap lurus ke arah Edmund dan juga Redian yang kini berdiri dengan tubuh bergetar. Sepertinya Bruss adalah guru yang sangat menakutkan bagi murid-muridnya.
...****************...
Saat ini Louisse dan Leonard tengah berkeliling menanyakan tentang Doha pada para penduduk yang mereka temui di desa Bonex.
"Apakah anda tahu tentang orang yang bernama Doha Hyperion?" Tanya Louisse pada salah seorang penduduk desa Bonex.
"Aku tidak tahu, karena baru kali ini aku mendengar namanya." Jawab penduduk desa itu.
"Begitu ya... Kalau begitu kami permisi." Pamit Louisse dan Leonard pada penduduk desa itu.
"Tapi mungkin Asrahan mengenalnya. Karena di desa ini dialah orang yang paling banyak memiliki kenalan." Kata penduduk desa itu kemudian, dan hal itu menjadi harapan untuk Louisse dan Leonard.
"Apakah anda tahu dimana kami bisa bertemu dengan orang itu?" Tanya Louisse.
"Kalau jam segini biasanya dia ada di bar yang ada di penginapan sana itu... Kalian tinggal lurus saja, tidak jauh dari sini." Kata penduduk tersebut sambil menunjukkan arah kemana Leonard dan Louisse harus pergi.
"Terimakasih..." Ucap Louisse dan Leonard bersamaan dan pergi menuju ke arah yang sudah penduduk desa tadi tunjukkan.
__ADS_1
"Kebetulan sekali...! Lagian kita harus menginap semalam di sini karena sudah kemalaman, lebih baik kita pergi ke penginapan dulu." Kata Louisse yang disetujui oleh Leonard.
Namun ketika mereka sedang berjalan ke arah penginapan tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Louisse dari arah belakang.
"Tunggu nona berambut perak keunguan!" Louisse yang merasa dirinyalah yang dimaksud orang itu langsung berhenti dan berbalik ke belakang. Di sana dia melihat seseorang yang memakai jubah betudung dengan wajah yang tidak bisa terlihat dengan jelas.
"Iya... Saya?" Tanya Louisse memastikan jika dirinyalah yang dimaksud orang asing bertudung itu.
"Ternyata nona bukanlah orang asli dari dunia ini." Ucapan orang aneh itu sontak membuat Louisse terkejut.
"Orang-orang yang ada di sekitar nona akan berada dalam bahaya jika nona memaksakan tinggal di tempat yang tidak seharusnya anda tinggali." Kata orang asing yang terlihat aneh itu sekali lagi.
"Apa maksud an..."
"Jangan kamu pedulikan kata-kata aneh dari orang itu, sebaiknya kita pergi saja." Leonard langsung mengajak Louisse pergi dari sana sebelum Louisse sempat menanyakan apa maksud dari ucapan orang asing itu, dan untungnya Louisse menurut.
"Ba, baiklah." Sahut Louisse seraya berjalan beriringan bersama Leonard yang menggandeng tangannya. Sementara orang asing yang aneh itu hanya diam saja menatap kepergian Louisse bersama Leonard.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...