Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel

Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel
Ep. 71 Terjatuh Bersama Doha


__ADS_3

Louisse mencoba mengikuti Doha hingga dirinya sampai di hutan belakang istana yang terkadang digunakan sebagai area berburu. Namun sesampainya di sana dia tidak mendapati Doha di manapun. Di sana sangat sepi dan hanya ada dirinya saja. Mungkinkah Louisse kehilangan jejak Doha?


"Aku yakin sekali dia tadi menuju ke sini. Mungkinkah aku yang tersesat seperti kejadian di area berburu waktu itu? Tidak apa-apa! Kali ini aku pasti baik-baik saja karena sir Edmund pasti diam-diam membuntutiku." Ujar Louisse dalam hati menenangkan dirinya sendiri, sambil sesekali pandangannya menelisik ke sekelilingnya untuk mencari-cari keberadaan Doha.


"Sir Edmund...?" Panggil Louisse ketika mendengar ada seseorang yang mendekat dari arah belakangnya. Namun dia sangat terkejut yang menjawab bukanlah suara Edmund dan ketika dia berbalik, dirinya sudah mendapati Doha yang berjalan santai ke arahnya.


"Jika yang anda maksud adalah kesatria pengawal anda... Saya sudah tidak melihatnya lagi sejak anda masuk ke hutan ini, tapi... Mengapa beberapa hari ini Yang Mulia Putri terus mengikuti saya?" Kata Doha sembari melontarkan pertanyaan yang membuat Louisse terkejut dan tidak mampu mengatakan apapun untuk memberinya alasan.


"Ternyata dia sudah mengetahuinya sejak awal, dan sekarang sir Edmund tidak ada di sini. Ini situasi yang berbahaya!" Ujar Louisse pada dirinya sendiri. Dia saat ini sangat cemas karena di posisinya saat ini tidak ada pengawal pribadinya yang bisa menolongnya.


"Ah, i.. itu..." Louisse terbata tidak tau harus berkata apa sambil berjalan mundur untuk menghindari Doha lebih dekat lagi. Namun tiba-tiba Doha berteriak kepadanya. dengan wajah panik...


"Berhenti di sana..!!" Teriak Doha yang membuat Louisse terkejut dan badannya terhuyung ke belakang dan...


"Yang Mulia Putri...!!" Teriak Doha sebelum mereka berdua terjatuh ke lubang besar yang ada di hutan itu.


Buugh..!!

__ADS_1


"Ugghh..." Lenguh Louisse sambil membuka matanya yang tadi tertutup karena merasa takut. Namun ternya dia tidak merasakan begitu sakit di tubuhnya.


"Anda tidak apa-apa Yang Mulia?" Tanya Doha yang membuat Louisse langsung tersadar dan langsung menghindar karena ternyata tubuhnya yang tidak terasa sakit itu disebabkan perlindungan dari Doha. Disaat Louisse akan terjatuh, Doha masih sempat menangkap tubuh Louisse meskipun pada akhirnya mereka berdua terjatuh bersama.


"Justru aku yang harus menanyakan itu! Kamu tidak apa-apa?" Tanya Louisse sambil melihat keadaan tubuh Doha dan ternyata benar, Doha terluka.


"Astaga!! Kau terluka!" Seru Louisse sangat panik melihat tangan kanan Doha yang terluka karena melindunginya tadi.


"Saya baik-baik saja Yang Mulia... Daripada itu, sepertinya situasi kita sedang tidak bagus. Lubang ini sepertinya sengaja digali untuk keperluan berburu. Kalau tidak ada yang menolong dari luar, akan sulit bagi kita keluar dari lubang yang sedalam ini." Ujar Doha menjelaskan kekhawatirannya.


"Wah.. Anda percaya sekali dengan orang kepercayaan Pangeran Pertama ya? Dan saya tidak mengerti kenapa anda memata-matai saya. Saya kira Yang Mulia Putri sama seperti saya, orang kepercayaan Ratu. Apakah anggapan saya itu salah?" Ujar Doha mencoba momprofokasi, tapi untungnya Louisse bukanlah Putri yang bodoh dan langsung mengerti arah pembicaraan itu.


"Maksudmu apa?!! Justru disinilah aku yang harus mencurigaimu! Apa kamu benar-benar orangnya Ratu?!" Sahut Louisse membalikkan kata sembari tersenyum smirk.


"Apa kamu masih ingat surat yang aku titipkan kepadamu untuk Pangeran Oscar beberapa waktu yang lalu? Reputasi Oscar sebagai Pangeran Kedua hampir saja tercoreng gara-gara kamu salah kirim! Apakah kamu sengaja mengirim surat itu ke Pangeran Pertama?!" Lanjut Louisse seraya menuntut penjelasan Doha dari insiden yang terjadi waktu itu. Namun Doha mengelak dengan tidak tahu malunya.


"Mana mungkin saya melakukan hal itu? Saya adalah orang yang melayani Yang Mulia Ratu. Dan saya tidak mungkin melakukan sesuatu yang merugikan Pangeran Kedua." Jawab Doha yang membuat Louisse semakin kesal. dalam hatinya.

__ADS_1


"Sudah ku duga dia pasti mengelaknya jika aku menanyakannya langsung. Tapi jika aku terus menyudutkannya, dia pasti akan curiga kalau aku berada dipihak Leonard." Pikir Louisse.


"Sudah aku duga... Hahaha... Itu hanya prasangkaku saja! Kamu pasti sangat menderita karena Pangeran Kedua akan segera naik tahta tapi dia justru sering bolos kelas." Ujar Louisse mengalihkan perhatian dan pikiran Doha tentangnya.


"Saya tahu betul dengan tabiat dan tingkah laku Panger Oscar, jadi saya sudah biasa akan hal itu hahaha..." Balas Doha sambil tertawa juga.


"Kalau begitu, kita tunggu saja sampai ada bantuan datang." Kata Louisse dan setelah itu suasana di sana kembali sunyi. Rasa canggung diantara keduanya pun semakin kentara hingga kata-kata Doha kembali memecah keheningan...


"Apakah Tuan Putri tahu tentang sejarah keluarga Kekaisaran ini?" Tanya Doha tiba-tiba.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2