
Di ruang tunggu istana Louisse, Julian sangat terkejut setelah membaca surat yang diterimanya dari Louisse barusan.
"Bukankah ini... Kakak! Kakak mengajukan permohonan untuk pergi berperang di daerah Timur menggantikan aku?!" Tanya Julian meminta penjelasan pada Zack.
Sebenarnya yang selama ini Louisse cari di gudang dokumen adalah surat yang mengatakan bahwa Zack De Aswan mengajukan diri sebagai pasukan militer untuk menggantikan adiknya. Dan itu merupakan cerita dari novel aslinya yang hanya diketahui oleh Louisse. Dalam ceritanya, Zack melalu merasa bersalah sejak insiden jatuhnya Julian. Saat para anggota keluarganya mengatakan akan mengirim Julian ke medan perang, Zack memutuskan mengajukan dirinya sendiri yang akan pergi ke medan perang menggantikan adiknya, Julian. Dia melakukan itu karena ingin meminta maaf pada Julian atas kejadian waktu itu. Tetapi Zack akhirnya dikurung sampai Julian pergi bergabung menjadi anggota militer setelah para anggota keluarganya mengetahui niatnya tersebut. Dan pada akhirnya Julian tetap pergi sesuai dengan rencana semula.
Waktu berlalu begitu saja dan Julian kembali pulang dengan selamat serta menjalani hidup dengan baik di Istana Pangeran. Hal itu membuat Zack berpikir lebih baik hidup dengan dibenci oleh adiknya daripada membuat alasan untuk meminta maaf merupakan harga yang pantas atas kesalahannya di masa lalu.
"Mengapa kakak mengajukan diri menggantikan aku untuk bergabung dengan pasukan militer?" Tanya Julian yang merasa penasaran dengan alasan kakaknya.
"Karena aku sangat terlambat menyadarinya jika aku lebih menyayangi kamu sebagai adikku daripada posisi sebagai Count. Aku tidak bisa mengatakannya karena itu terdengan seperti sebuah alasan. Lagipula pada waktu itu aku tidak punya kekuatan apapun. Tidak ada gunanya juga meski aku harus memberontak. Jadi tidak apa-apa meski kamu harus membenciku seperti saat ini." Ungkap Zack jujur pada Julian.
"Aku menyesal karena aku adalah seorang pengecut yang takut mendengarka alasan kakak yang sebenarnya dan memilih untuk menjauhinya saja." Ujar Julian dalam hati yang kini merasa tersadarkan setelah pengakuan kakaknya barusan.
"Aku sama sekali tidak pernah membenci kakak." Ingkap Julian berterus terang.
__ADS_1
"Apa??" Tanya Zack yang tidak percaya dengan pendengarannya barusan.
"Aku sangat benci karena eksistensiku yang bisa merusak kakak, maka aku memilih untuk menjauh saja. Bukan karena aku membenci kakak." Kini giliran Julian yang berterus terang.
"Oleh sebab itu... Kamu memilih bolos dan keluar rumah setiap hari? Kamu tidak tahu betapa khawatirnya aku saat mendengar jika kamu bergabung dengan geng yang mencurigakan?!" Ungkap Zack berterus terang tentang apa yang ia khawatirkan terhadap Julian di masa lalu.
"Geng mencurigakan??" Julian membeo sambil memutar otaknya untuk berpikir sejenak dan muncullah wajah-wajah orang mencurigakan yang dimaksud oleh Zack... (Leonard, Rodrego, Edmund dan Redian).
"Astaga...." Gumam Julian tak pernah menduga dengan pikiran kakaknya.
"Aku juga... Jika saja Yang Mulia Putri tidak msnunjukkan surat itu, aku pasti akan terus msnghindari kakak." Tambah Julian menimpali.
"Syukurlah... Akhirnya kesalahpahaman kalian terselesaikan. Biarpun dulu tidak ada orang yang membantuku selaku tokoh antagonis ketika aku dijual ke istana, tapi aku ingin menunjukkan kepada sir Julian jika dia tidak sepertiku." Kata Louisse dalam hati. Dia tersenyum senang karena satu masalah terselesaikan dengan baik.
"Terimakasih Yang Mulia Putri." Ucap Zack.
__ADS_1
"Berkat anda kesalahpahaman atas masalah kami bisa terselesaikan." Lanjut Julian.
"Saya tidak tahu bagaimana harus membayar anda." Tambah Zack. Lalu sedetik kemudian Louisse baru mengingat sesuatu.
"Oh iya! Sidang Dewan legislatifnya!!" Seru Louisse dalam hati.
"Kalau begitu, apakah anda bisa membantu saya Count?" Tanya Louisse antusias.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1