Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel

Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel
Ep. 50 Rodrego Punya Rahasia?


__ADS_3

Louisse yang tak ingin meninggalkan Leonard dalam keadaan sakit akhirnya dapat melarikan diri dari kejaran para prajurit kiriman Ratu, dan kini mereka berdua tengah bersembunyi di dalam gua yang ada di hutan gunung tersebut. Di sana Leonard terbaring lemah dengan wajah yang begitu pucat.


"Untungnya kami bisa menghindari kejaranan para prajurit itu. Para kesatria Leonard pasti langsung mencari kami karena kami tidak kunjung kembali dari kuil. Kami harus tetap bertahan di sini hingga para kesatria tiba untuk menyelamatkan kami." Itu yang ada dipikiran Louisse.


Louisse menatap khawatir pada Leonard yang terbaring tak berdaya di hadapannya. Sesekali dia menyeka keringat Leonard yang bercucuran, terlihat jelas sang pangeran itu sedang menahan rasa sakutnya.


"Penulis sialan! Kenapa dia menulis jika Leonard kebal dengan racun hanya karena dia adalah tokoh utamanya?! Dia terus mengeluarkan keringat dingin karena menahan rasa sakitnya..." Dalam hati Louisse merasa kesal dan kasihan terhadap Leonard yang seperti itu.


"Secara garis besar di novel hanya menjelaskan jika Leonard beberapa kali sering diracuni namun tubuhnya selalu bisa melawan racun tersebut. Tapi aku tak pernah menyangka melihat sendiri dirinya melawan racun di depan mataku langsung dan itu terlihat sangat menyakitkan." Louisse terus menggerutu jengkel atas apa yang terjadi pada Leonard hingga air matanya mulai menggenang di pelupuk matanya.


"Aku akan pergi sebentar untuk mencari air." Ucap Louisse pada Leonard. Namun Leonard langsung mencegah Louisse yang hendak bangun dari duduknya.


"Jangan... Jangan pergi! Aku mohon tetaplah di sisiku Louisse..." Cegah Leonard dengan suara lemah sambil menahan lengan tangan Louisse. Akhirnya Louisse mengurungkan niatnya untuk mencari air dan tetap di sana bersama Leonard.


"Kau selalu terlihat seperti anak kecil jika sedang sakit begini. Aku tidak akan meninggalkanmu dan tetap di sini." Ucap Louisse sambil memeluk tubuh Leonard yang menggigil kedinginan.


"Wajahnya begitu pucat dan tubuhnya bergetar karena menggigil kedinginan. Semoga suhu tubuhku bisa membantunya meski itu hanya sedikit." Ucap Louisse dalam hatinya sambil memeluk erat tubuh Leonard.


Malam itu mereka berdua dengan berselimutkan jubah Leonard dan alas tidur seadanya yang Louisse buat dari daun-daun lebar di hutan itu serta selendangnya sendiri tidur dengan saling berpelukan. Louisse berdo'a semoga malam di goa saat itu tidak terlalu dingin untuk Leonard. Hingga paginya tiba, akhirnya para kesatria Leonard berhasil menemukan mereka sebelum para prajurit Ratu dan memindahkan Pangeran Leonard ke istananya. Sedangkan Louisse meski ingin sekali tetap berada di sisi Leonard untuk merawatnya, namun dia terpaksa harus menghadap Ratu Media sebelum kembali ke istananya sendiri.


Di istana Ratu, Louisse langsung menghadap Ratu Media. Meski sangat marah, dirinya harus bisa menahan diri untuk memaki wanita yang duduk anggun di hadapannya itu.

__ADS_1


"Ini tidak akan jadi masalah karena Leonard sudah meminum racunnya, jadi paling tidak wanita itu sekarang sudah setengah mempercayaiku." Ucap Louisse dalam hati untuk menahan dirinya sendiri untuk tetap tenang dan bersikap biasa saja.


"Banyak rumor yang menggangguku akhir-akhir ini, jadi aku melakukannya karena aku merasa sedikit curiga padamu. Mungkin kamu sudah berpaling memihak orang lain." Ucap Ratu dengan tenang tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Tidak mungkin saya melakukan hal itu. Sampai kapanpun saya akan tetap mematuhi perintah Yang Mulia Ratu." Kata Louisse meyakinkan Ratu.


"Lalu kenapa kamu ikut melarikan diri bersama Pangeran Pertama?" Tanya Ratu yang masih menaruh rasa curiga pada Louisse.


"Tentunya Yang Mulia Ratu sudah tahu jika Pangeran Pertama tidak akan mudah mati karena racun. Jika dalam kejadian tersebut saya hanya diam saja atau meninggalkannya, Pangeran Pertama justru langsung akan mencurigai saya. Lagipula saya tidak bermaksud hanya melarikan diri saja, saya sudah meninggalkan tanda di setiap peraimpangan jalan yang saya dan Pangeran lewati. Tapi para prajurit yang bodoh itu tidak bisa menemukannya! Jika Yang Mulia Ratu tidak mempercayai saya, anda bisa memeriksanya secara langsung." Jawab Louisse membela diri dengan percaya dirinya di hadapan Ratu.


"Untung saja sebelum kembali dari goa aku sudah meminta sir Edmund untuk membuat tanda di pohon di setiap persimpangan jalan dari kuil sampai goa sebagai alibi." Batin Louisse yang tersenyum dalam hatinya.


"Nah, karena sebagai orang kepercayaanku kamu sudah melakukan tigas dengan baik dan mengatasi masalah ini dengan baik sehingga Pangeran Pertama tidak curiga, kamu pantas mendapatkan hadiah. Aku akan memeberika sebuah permata sebagai hadiah. Sebagai salah satu orangku tentunya kamu harus berpenampilan yang mewah untuk membanggakannya." Ucap Ratu Media dengan tersenyum puas.


"Suatu kebanggan bagi saya menerima hadiah dari Yang Mulia." Jawab Louisse yang terpaksa tersenyum bahagia agar Ratu tidak mencurigainya lagi, dan itu sungguh membuat Louisse muak tapi dirinya sudah sejauh itu bertahan, tidak mungkin dirinya menyerah begitu saja.


Sekembalinya dirinya dari istana Ratu, Louisse langsung berlari ke istana Leonard dan dengan tidak sabaran dia membuka pintu kamar Leonard, dimana suaminya itu sedang terbaring tak sadarkan diri.


"Bunga Ravless! Racun yang diminum Leonard berasal dari ekstrak bunga itu!" Seru Louisse begitu memasuki kamar Leonard, di dalam sana ada Rodrego dan Julian yang sedang menjaga Leonard. Dan anehnya Rodrego begitu sangat terkejut setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Louisse barusan. Mengenai racun bunga Ravless.


"Bunga Ravless?!!" Seru Rodrego dengan wajah terkejut tak percaya.

__ADS_1


"Pasti kamu sangat mengenal bunga ini kan sir Rodrego Greenfox?"


Rodrego semakin terkejut dengan mata terbelalak ketika Louisse menyebutkan nama lengkapnya yang tidak diketahui oleh siapapun selain Leonard.


"Anda pasti tahu cara mendapatkan penawar racun tersebut kan?" Ucap Louisse lagi.


Siapakah sebenarnya Rodrego dan rahasia apa yang dia sembunyikan?


"Yang Mulia Putri siapakah anda sebenarnya?" Tanya Rodrego.


"Bukankah kau yang harusnya menjelaskan siapa dirimu sir Rodrego." Sahut Louisse memutar balik ucapan Rodrego dengan menatap lurus ke arah lelaki tinggi tegap itu.


"Maaf Rodrego, tidak ada pilihan lain aku harus menggunakan informasi yang ada di episode ekatra setelah novelnya tamat. Ini semua demi Leonard." Batin Louisse.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2