Talak Aku!

Talak Aku!
Sidang Perceraian


__ADS_3

Hari yang di tunggu oleh Diana pun telah tiba, hari dimana sidang perceraian Diana dan Fikri pun telah tiba pada hari yang di tentukan. Diana sebagai penggugat hadir di persidangan itu guna mendengar dan menyaksikan sendiri sidang perceraian.


Kenapa sampai ada sidang perceraian? Karena Fikri telah mengesahkan pernikahan mereka hingga ketika bercerai harus mengalami persidangan di meja hijau.


Ruangan sidang pun mulai di penuhi orang-orang yang ikut andil dalam persidangan perceraiannya. Mereka datang untuk menyaksikannya. Terutama keluarga Danu yang hadir mendampingi Diana.


Kedua pasangan suami istri yang sebentar lagi berpisah secara resmi itu sudah duduk di bangku terpisah di tengah-tengah antara hakim dan orang-orang.


Fikri yang mengenakan pakaian oranye bertuliskan tahanan menunduk tidak berani mendongak. Tubuhnya terlihat lebih kurus dan tidak terurus. Rambutnya pun sudah gondrong di biarkan panjang. Fikri terlihat pasrah dan tidak melakukan pemberontakan. Dia juga terlihat tenang meski tangannya tengah di borgol.


Diana sendiri terlihat tenang meski dalam hatinya merasakan hal menegangkan, gugup serta merasa khawatir takut jika Fikri melakukan tindakan di luar dugaannya. Dia terlihat sangat cantik dengan gamis blouse dua warna yang dipadukan dengan pasmina berwana mica sesuai dengan salah satu warna bajunya.


Persidangan pun di mulai, keadaan di sana kian menegang ketika jaksa mulai membacakan tuntutan penggugat. Tidak ada kompensasi ataupun harta gono-gini karena memang keduanya tidak memiliki apapun.


Hingga suara pak hakim mulai bersuara, "Maka dengan ini, Hakim memutuskan bahwa saudara Fikri Rizaldy dan saudari Diana Maheswari telah resmi berpisah secara hukum."


Tok ... tok ... tok ....


Ucapan hakim begitu tegas, lantang, dan diakhiri oleh ketukan tiga kali dari palu yang di bunyikan.


"Alhamdulillah," ucap keluarga Danu bersyukur karena Diana kini sudah resmi berpisah dengan pria aneh yang terobsesi padanya. Resmi sudah Diana menyandang status janda untuk yang kedua kalinya.


Diana menoleh ke arah Fikri ingin meminta maaf kepada pria itu. Dia sudah berdiri ingin mendekati tatapi Fikri lebih dulu berdiri meninggalkan tempat duduknya dan kembali di bawa oleh aparat kepolisian.


"Bli Fikri," ucap Diana ingin sekali meminta maaf.


Fikri yang tadinya melangkah terhenti, dan Danu tidak menyukai Diana mendekati pria itu.


"Biarkan Diana memberikan sepatah dua patah kata untuk Fikri. Ini yang terakhir kalinya mereka bertemu," ucap papa Fakhri menghalangi langkah Danu.


"Tapi bagaimana kalau dia menyakiti Diana?" rasa khawatirnya begitu besar pada wanita yang saat ini sudah menjadi calon istrinya. Dani tidak ingin terjadi apa-apa kepada Diana mengingat siapa Fikri yang sebenarnya.


"Percaya sama Papa, semua akan baik-baik saja." Papa Fakhri menepuk-tepuk pundak Danu seraya memperhatikan Diana yang sedang mendekati Fikri.


"Bli, aku minta maaf karena belum bisa menjadi istri yang kamu inginkan. Maaf juga karena telah membuatmu seperti itu. Semoga Bli Fikri bisa bahagia meski tanpa Diana, semoga Bli Fikri tetap menjalani hidup Bli dengan sangat baik. Kita lupakan masalah yang menimpa kita dan kita saling memaafkan agar hidup menjadi lebih baik kedepannya. Diana minta maaf atas kesalahan yang Diana lakukan kepada Bli Fikri," tutur Diana begitu tulus berada di belakang Fikri.


Fikri yang mendengar kata setiap kata dari wanita yang dulu ia perjuangkan dan inginkan merasa sedih dan menyesal telah menyakitinya. Seketika matanya berkaca-kaca pernah memperlakukan Diana kurang baik. Seandainya dia bersungguh-sungguh dalam menjaga Diana, seandainya dia serius dalam kesembuhannya, mungkin saat ini Diana masih dalam pelukannya.

__ADS_1


Fikri hanya bisa menyesali setiap perbuatan yang ia lakukan. Benar kata orang, penyesalan itu datang belakangan dan hanya menyisakan sebuah sesal yang tidak mungkin bisa mengulang kembali waktu yang pernah berlalu.


Maka dati itu pergunakanlah waktu sebaik mungkin agar kamu tidak menyesal di kemudian hari. Sebab, jika kamu sudah menyesal maka yang tersisa hanyalah sebuah kata SEANDAINYA.


"Aku yang seharusnya meminta maaf kepada mu atas segala sikap, perbuatan, tutur kata, dan tingkah laku yang membuat mu terluka dan di sengaja. Maaf sudah membuat fisikmu terluka, Diana. Sungguh aku mencintaimu dengan caraku," kata Fikri lalu berlalu pergi dari sana tidak ingin menatap Diana karena ia tidak sanggup harus menerima kenyataan jika dirinya telah kehilangan dan takut jika nanti dirinya kembali berbuat ulah dan menyakiti Diana lagi. Sepanjang jalan meninggalkan tempat, Fikri menunduk hingga saat mendongak air matanya menetes begitu saja.


Rasa sesalnya begitu ketara harus kehilangan orang yang ia cinta untuk yang kedua kalinya gara-gara sikap dia yang memiliki kepribadian layaknya orang gila.


Mata Diana terus menatap punggung Fikri sampai pria itu tak terlihat lagi di pandangan matanya.


"Semoga Allah senantiasa menjagamu dan memberimu kebahagiaan serta kenaikan, Bli."


"Sayang," kata Danu memanggil Diana sekaligus mendekati wanita yang saat ini sedang berdiri terdiam seorang diri memperhatikan seseorang.


Diana menoleh dan tersenyum melihat orang-orang yang selalu hadir di hidupnya, berada dalam setiap duka maupun suka dan selalu menyayanginya.


"Selamat ya, Dee, kamu sekarang bebas dari pria itu. Ah senangnya hati ku ini melihat sahabatku ini menjadi jomblo lagi," ucap Cici langsung memeluk Diana.


"Siapa bilang Dee jomblo, dia itu calon istriku. Enak saja di bilang jomblo," sahut Danu menyela ucapan Cici yang tidak terima dirinya tidak di akui calon suami Diana.


Danu diam tak berkutik kerena itu memang pernah ia lakukan. Wajahnya murung terlihat sedih lalu menatap Diana dan tiba-tiba saja pergi dari sana begitu saja.


Eh ....


"Mas."


Karin, Fakhri, dan Cici menggelengkan kepala melihatnya.


"Kamu sih kalau bicara suka bener," celetuk papa Fakhri.


"Biar dia mikir untuk tidak menyakiti Diana yang kedua kalinya. Punya istri baik malah di sakiti, Herman deh." Karin juga ikutan-ikutan membiarkan Danu pergi begitu saja dan memihak perkataan Cici.


"Heran bukan Herman," ujar Cici dan Fakhri bersamaan.


Diana menghelakan nafas, "Mah, Pah, aku mau ngejar Mas Danu dulu. Boleh Baby A aku bawa?"


"Tentu saja, ini anak kami dan bicaralah dengan Danu dari hati ke hati," kata Mama Karin memberikan Arka ke gendongannya Diana.

__ADS_1


Setelahnya, Diana mengikuti kemana Danu melangkah, dia mencari keberadaan pria itu di sekitar taman yang ada di sana. Di saat menemukannya, Diana melangkah mendekati.


"Apa kamu akan berhenti memperjuangkan kami?"


Danu yang tengah melamun terhenyak dan menoleh mendongak, "Dee."


Diana pun duduk di samping Danu sambil memangku putranya. Dia menatap serius pria yang ada di sampingnya.


"Apa kamu masih memikirkan masalalu kita yang buruk itu?"


"Dee aku ..."


"Kamu tidak ingin memperjuangkan kita hanya karena rasa bersalah kamu dulu? Apa segini rasa cinta kamu sama aku? Di sindir sedikit saja sudah marah dan melengos pergi tanpa memperdulikan kita. Ya, aku akui dulu itu kamu memang sangat keterlaluan dan membuatku sakit hati, tapi apa kamu sadar meski kamu telah menyakiti tapi hatiku masih milikmu, aku masih mencintaimu, Mas." Diana terus mengoceh tidak membiarkan Danu menyela pembicaraan nya.


Danu tersenyum dan langsung memeluk Diana, "Mas hanya takut jika kamu masih memiliki rasa sakit hati terhadap apa yang Mas lakukan dulu. Mas tidak mau kamu sampai berubah pikiran tentang rujuknya kita. Tapi Mas bersyukur karena kamu masih di takdirkan buat Mas. Insyaallah, Mas akan menjaga kamu dan anak kita serta akan membahagiakan kalian. Aku mencintaimu, Diana. Jadilah tulang rusukku yang selalu ada di setiap anggota tubuhku hingga selamanya."


"Aamiin, insyaallah aku akan ada di sisimu."


"Kalau begitu tiga bulan lagi kalian akan menikah setelah masa Iddah Diana selesai," celetuk Karin yang tiba-tiba sudah ada di dekat mereka.


Mereka melepas pelukannya dan menoleh lalu tersenyum mengangguk.


Cici menghelakan nafas, "Mereka mau nikah, aku kapan?" lalu matanya tak sengaja melihat Iqbal keluar dari ruangan persidangan, "Tampan."


******


Halo semua, aku punya rekomendasi cerita yang bagus untukmu, jangan lupa LIKE VOTE, KOMEN, dan kasih setangkai BUNGA atau KOPI, ya.


Nama Author : NANA SHIN


Judul Karya : WANITA SATU MALAM


Dijamin seru, buruan mampir!!!! jangan lupa tinggalkan jejaknya, ya, ya, ya.


Salam literasi ... fighting ....


__ADS_1


__ADS_2