Talak Aku!

Talak Aku!
Pemaksaan


__ADS_3

Setelah kepergian Danu, Diana memperhatikan makanan di atas meja.


"Mas Danu belum makan pagi, aku lupa menawarkan dia sarapan pagi hari," gumamnya merasa bersalah malah membiarkan Danu keluar tanpa makan dulu. Padahal sebelumnya, tanpa Diana ketahui Danu sudah sarapan roti dan susu setelah melaksanakan ibadah shalat subuh ya di saat Diana tengah menggantikan popok Baby A.


"Berhubung bayiku sudah tidur lagi, lebih baik membereskan rumah," gumam Diana memperhatikan keadaan rumah itu yang terlihat sedikit berdebu. Mungkin karena memang jarang di tinggali jadi terlihat kotor.


Lebih dulu Diana membaringkan Baby A di kamar yang Danu sediakan, setelahnya mencari alat-alat kebersihan mulai dari sapu, alat pel, dan kemoceng. Di saat hendak mencarinya, suara pintu terus di ketuk-ketuk tiada henti tanpa jeda.


"Siapa yang bertamu sampai mengetuk pintu berkali-kali? Apa mas Danu kembali lagi? Tapi Masa dia mengetuk pintu?" Karena penasaran sebab pintunya terus diketuk, Diana beranjak membukakan pintu.


Dan di saat sudah membuka pintu, seketika kedua bola matanya melebar.


"Bli Fikri...!" bisik Diana dengan wajah penuh keterkejutan. Dan sesaat keduanya saling menetap dengan perasaan berkecamuk. Diana ketakutan, dan Fikri berdebar senang bisa menemukan Diana.


"Akhirnya aku menemukanmu, Diana," ucap Fikri senang dengan senyum terus mengembang di bibirnya.


Tapi tidak dengan Diana yang tengah gusar, "Ba-bagaimana bisa?!" Darimana Fikri tahu jika dirinya ada di sana? Kenapa bisa pria itu? Berbagai macam pertanyaan itu terus berputar di kepalanya.


Fikri laki-laki tersenyum simpul ketika menatap lekat wajah Diana kebingungan serta gelisah dan benar-benar terkejut akan kehadirannya.


"Tentu bisa, Diana. Saya mencarimu dan berputar-putar mencarimu hingga saya menemukanmu. Saya merindukanmu, istriku. Ayo pulang? Hatiku terasa kosong tanpamu, maafkan aku telah berbuat kasar padamu," ucap Fikri menunjuk dadanya seraya mendekati Diana ingin memeluk tubuh istri yang ia inginkan.


Bibir Diana bergetar, "Pe-pergi!" Diana langsung ingin menutup pintunya agar Fikri tidak bisa membawanya.


"Diana maafkan saya, saya tidak akan menyakiti kamu asalkan kamu pulang dengan saya." Fikri mencoba mencegah pintunya tertutup menggunakan satu kaki yang terhebat di balik pintu.


Dengan sekuat tenaga Diana mencoba mempertahankan pintu itu agar tidak bisa di dorong dari luar.


"Lebih baik Bli Fikri pergi! Pergi dan jangan ganggu Diana lagi! Dan Diana akan mengajukan surat perpisahan kita," ucap Diana tegas.


Tekadnya sudah bulat ingin bercerai dari suami arogannya itu. Tidak memperdulikan berapa lama mereka menikah dan tidak mempedulikan baru saja dia resmi mendapatkan surat pernikahan dari negara, tapi karena sifat dan sikap yang dimiliki Fikri membuat Diana ketakutan. Takut jika suatu hari nanti dirinya atau putranya menjadi korban.

__ADS_1


Fikri terhenyak, "Diana kau...!!" saking tidak terima mendengar perkataan Diana yang akan mengajukan surat perceraian, Fikri semakin kuat mendorong pintunya.


"Pergi dari sini! Aku tidak mau kembali padamu!" sekuat tenaga di anak terus mempertahankan pintunya agar Fikri tidak berhasil masuk. Namun, tenaga dia tidak sekuat yang dimiliki seorang pria. Tenaganya kalah kuat dari Fikri hingga pintu tersebut berhasil didobrak sampai menyebabkan Diana menggeser tubuhnya terpental ke lantai.


Dug...


Bruk!


Fikri tidak ingin kehilangan Diana lagi dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Dan dengan cepat Fikri mencekal tangan Diana.


"Ikut saya pulang!" sentaknya sambil menarik Diana berdiri secara paksa.


Diana tercekat kaget melototkan matanya terkejut atas tindakan Fikri.


"Aku tidak mau ikut denganmu! Lepaskan aku!" seru Diana meronta tengah berusaha melepaskan cengkraman Fikri.


"Tidak! Saya tidak akan melepaskan kamu lagi. Kau harus ikut denganku!" ujar Fikri dengan cengkraman jemari yang kuat pada lengan Diana sampai membuat gadis itu kesakitan.


"Kenapa? Apa kau masih ingin tinggal bersama seorang pria yang bukan suamimu? Apa kau selingkuh dari suami sah mu?" pekik Fikri menggeram atas penolakan Diana.


Diana tertohok, perkataan Fikri ada benarnya karena memang kini Diana ingin bersama mantan suaminya dibandingkan dengan suaminya yang kasar.


"Aku tidak seperti itu."


"Kau harus kembali kepadaku, Diana. Rumah mu bukan di sini tetapi di kediamanku. Kau harus menjadi nyonya Fikri Rizaldi selamanya. Buruan ikut!" Fikri menyeret paksa tanpa memperdulikan Diana yang tengah menangis berusaha berontak melepaskan cengkraman kuat tangan Fikri.


Diana menggelengkan kepalanya, "Lepaskan, Bli! Atau aku akan menjerit memanggil semua orang untuk menghakimi?" ancaman itu berharap mampu membuat Fikri melepaskannya Tapi, pria itu seakan tuli tidak memperdulikannya.


Fikri menoleh kebelakang menatap tajam dan mencengkram kuat rahang Diana.


"Saya sudah berbaik hati datang kemari dalam keadaan baik-baik saja. Tapi kamu malah menolak keras kebaikan yang saya lakukan jadi jangan salahkan saya jika saya berbuat kasar kepadamu." Mata tajam berwarna merah itu melotot seakan ingin menerkam mangsanya.

__ADS_1


Diana meringis sambil berdoa agar ada orang yang menolongnya, "Ya Allah, tolong hamba mu ini. Jauhkan hamba dari pria jahat ini." Air matanya mengalir deras seraya menatap sendu mata Fikri.


Dan seketika ratapan Fitri yang tadinya sangat marah perlahan kian meredup dengan wajah keterkejutan.


"Diana jangan nangis, aku minta maaf telah kasar padamu," ucap Fikri terlihat sangat menyesali perbuatannya.


Dan di saat yang bersamaan, tanpa diduga sebuah pukulan keras tiba-tiba menghujam wajah Fikri.


Bugh...


Bruk!


Fikri tersungkur ke lantai dengan darah segar keluar dari sudut bibirnya.


"Aw..." Fikri meringis kesakitan yang ketara di wajahnya.


Diana menjerit histeris memekik kaget penuh keterkejutan, "Aakkhhh..."


"Mas Danu...!" lirih Diana terkejut sekaligus senang ayah dari anaknya segera datang.


Selama perjalanan menuju toko baju terdekat, hati Danu terasa gusar merasa ada sesuatu yang membuatnya tidak tenang. Berkali-kali ia membunyikan klakson dengan nyaring mengejutkan para pengguna jalan. Dan tanpa pikir panjang, ia memutarbalikkan kendaraannya kemudian menginjak pedal gas ingin sekali cepat sampai di rumah.


Roda mobil Fortune berputar cepat menuju tujuan rumah. Danu sampai mengebut dan membuat kesal beberapa pengendara lain. Dari kejauhan ia sudah melihat mobil yang dari tadi sempat ia lihat kini berada di depan rumahnya. Hatinya semakin gelisah sehingga tak lupa pikir panjang dan memarkan kendaraannya di sembarang tempat.


Lalu dia turun dan berlari mendekati rumah kala matanya terbelalak melihat Diana tengah di di cengkram paksa pipinya oleh seorang pria yang ia yakini jika pria itu suami Diana saat ini.


Dengan kemarahan yang tiada Tara dan tanpa memperdulikan rasa sakit di perutnya, Danu memberikan sebuah pukulan telak pada wajah pria yang tengah menyakiti wanitanya.


"Brengsek, beraninya kau menyakiti Dia aku, hah?" Danu membabi buta dan menarik kerah baju Fikri dan kembali memukulnya.


Bugh...

__ADS_1


__ADS_2