
Badan terasa lelah setelah menempuh perjalanan jauh, mata sedikit ngantuk dengan perut terasa keroncongan, dan tubuh capek ingin beristirahat. Itulah yang Danu rasakan saat ini, ingin istirahat dulu dari mengemudinya.
Maka dari itu, Danu menepikan dahulu kendaraan yang ia kendarai di salah satu warung yang ada di pinggir jalan untuk beristirahat sejenak sembari mencari makan. Mencari seseorang juga butuh tenaga dan butuh sebuah asupan makanan untuk kita lebih kuat lagi menghadapi segalanya.
Merasa dirinya sudah kenyang dan juga ngantuknya hilang setelah minum kopi, Danu kembali melanjutkan perjalanannya.
"Perut sudah kenyang, nagntuk pun sudah hilang, tinggal lanjut lagi menuju villa," gumam Danu mendekati mobil sewaannya. Namun, baru saja hendak membuka pintu mobil dan mata mengedarkan pandangannya, ia tak sengaja melihat seorang wanita menggendong bayi hendak menyebrang tidak lihat jalan ingin terkena hantaman mobil yang tengah melaju cukup kencang.
"Aaakkkhhhhhh..."
"Awaas...!!" Danu pun berlari menuju wanita itu. Ia menggiring tubuh wanitanya hingga mereka terseret ke pinggir jalan. Dan wanita itupun langsung saja memegang erat pinggang Danu saking terkejutnya ada mobil yang hendak menghantam tubuhnya.
Ckiiit... dug...
Kendaraan itu mengerem dadakan dan tak sengaja menyenggol kendaraan lain. Tapi, mobilnya langsung saja melesat pergi setelah membuat motor orang terjatuh.
"Diana...!" Fikri berteriak terbelalak melihat istrinya hampir tertabrak.
Sedangkan Danu yang sudah menolong wanita itu terdiam mematung di saat matanya menunduk mengetahui siapa yang ada di hadapannya dalam keadaan memeluk tubuhnya.
Seketika jantungnya berdegup kencang menghirup aroma wangi yang selama ini ia rindukan. Sedangkan wanitanya tengah gemetar ketakutan masih syok atas kejadian barusan. Dia memejamkan matanya masih belum menyadari jika dia telah memeluk tubuh pria lain. Hingga teriakan seorang pria mengalihkan atensinya. Barulah wanita itu tersadar dan membuka matanya.
"Bli Fikri...!" Diana langsung menengok kebelakang dan ternyata Fikri sudah memberhentikan motornya hendak turun.
"Bli, tolong saya, Bli. Saya di kejar orang itu," ucap Diana minta tolong pada pria yang sedang ia peluk pinggang nya. Diana masih belum menyadari jika pria itu orang yang ia kenal.
Dan Danu pun masih tidak percaya jika wanita yang ia cari kini berada di hadapannya. Danu juga tidak mendengar apapun lagi selain hanya terfokus pada wajah wanitanya. Dunianya seketika berhenti detik itu juga dan seakan hanya ada dia dan Diana.
"Bli, tolong a...ku...!" Diana langsung mendongak saat Fikri kian mendekat. Namun, ucapannya menelan dan menjadi terbata di saat mata terbelalak mengetahui pria yang ingin ia mintai tolong.
"Ma-mas Danu!" lirih Diana begitu terkejut.
__ADS_1
"Diana kamu..." akan tetapi, tubuh Danu di dorong seseorang dan mendapatkan sebuah pukulan keras dari Fikri.
Bug...
Danu terlonjak kaget dapat serangan dadakan. Wajahnya sampai menoleh kesamping saat mendapatkan pukulan keras dari Fikri.
"Aakkhh..." Diana menjerit kaget.
"Dasar pria kurang ajar, bedebah sialan, beraninya kau memeluk istriku," ujar Fikri membabi buta marah tidak terima Diana di peluk pria lain.
Danu semakin di buat terkejut tak percaya Diana sudah menikah lagi. Matanya melirik Diana dengan sorot mata penuh tanda tanya dan kecewa. Benarkah Diana nya sudah menikah? Kapan? Dan kenapa dia tidak tahu akan hal itu.
Diana menggelengkan kepala hingga tak terasa air matanya menetes begitu saja saat netra mata mereka saling bertubrukan. Entah kenapa hatinya kembali bergetar di saat berdekatan dengan mantan suaminya. Ada sebuah kerinduan, ada sebuah keinginan untuk ikut dengannya namun ia tak bisa. Kini mereka berbeda dan tak mungkin lagi bisa kembali. Hati Diana kembali sakit mengingat perlakuan Danu kala itu. Hatinya tersayat perih seakan luka itu masih belum sembuh.
"Diana kamu...?"
"Jangan kau panggil nama istriku, sialan!" Fikri kembali bersuara hendak memukul lagi tapi kali ini tangannya di tangkis kemudian Danu memukul balik perut Fikri.
Fikri mendongak mendelik tajam tidak menyukai orang yang ia sukai di sukai orang lain. "Kau yang jangan ngaku-ngaku Diana calon istrimu. Dia itu istriku...!" pekik Fikri menegaskan lagi jika dialah suaminya.
Danu kembali mematung belum mempercayai sepenuhnya. Diana kembali bertanya pada Diana lewat sorot mata.
"Dia..., su-suamiku." bibir Diana seakan sulit sekali berkata. Hanya air mata yang keluar begitu saja setelah berucap sebuah kebenaran jika Fikri memang suaminya. Tapi Diana ingin terlepas dari jerat Fikri.
Deg...
Semua seakan sirna, harapan terasa sia-sia, dan hati merasa sakit. Danu tersenyum sinis menertawakan dirinya sendiri yang terus mengharapkan cinta dan berharap bisa bertemu dengan Diana dan memperjuangkannya lagi. Tapi, kini semua di luar dugaannya.
"Kau dengar, dia mengakui ku sebagai suaminya." Fikri tersenyum sinis seraya mendekati Diana dan mencekal pergelangan tangannya. "Ayo pulang! Kau tidak akan bisa lagi kabur dariku."
"Aku tidak mau ikut denganmu! Lepaskan aku, Bli Fikri! Ku mohon!" Diana memberontak dari cekalan Fikri yang terasa begitu kencang serta kuat. Diana menoleh ke belakang berharap Danu mau menolongnya.
__ADS_1
"Mas tolong aku, aku tidak mau ikut dengannya, Mas!" Diana berteriak berharap Danu tersadar dari lamunannya. Dan barulah di saat itu Baby A mulai bereaksi menguap terbangun dari tidurnya.
Oooaaaa.... oooaaaa...
Deg...
Danu kembali tertegun menyadari suara bayi dan di saat itu pula ia tersadar dari lamunan penuh keterkejutannya.
"Diam!" sentak Fikri menggeram kesal menghempaskan tangannya Diana dan bersiap menampar wajah cantik itu tapi segera di terjang oleh kaki Danu dengan tangan kiri menarik Diana dalam dekapannya. Seketika itu pula aneh ya tangisan Baby A tiba-tiba mereda. Dan mata mungilnya mencoba terbuka.
Orang-orang di sana mulai terpancing untuk mendekati keributan yang terjadi. Mereka kian mendekat dan mencoba melerai pertengkaran itu.
"Kalian jangan buat keributan disini! Pergi kalian!"
Tapi Fikri tidak mendengarkan dan dia semakin menjadi menatap benci pria yang sedang memeluk Diana.
"Akkkhh... bedebah sialan." tapi untungnya Fikri segera di cekal oleh beberapa orang.
"Mas tolong bawa aku pergi dari sini, mas. Aku mohon." Diana mendongak menatap penuh permohonan dengan derai air mata mengalir deras.
"Diana jangan ikut dengannya, aku ini suamimu, Diana!" Diana menengok Fikri, dia ketakutan kala mata itu memandanginya penuh amarah.
"Mas ku mohon bawa aku pergi!" Diana kembali berucap dan kali ini suaranya lebih keras penuh ketakutan.
Danu mengangguk, lalu melirik kembali pria yang akan menjadi rivalnya dalam mendapatkan hati Diana kembali. Dia merangkul Diana membiarkan Fikri memberontak terhadap cekalan warga.
Tapi, bukan Fikri namanya jika dia tidak bisa lepas dari cengkraman kuat warga. "Aakkhh... lepaskan!" pekiknya menghempaskan tangan orang lalu berlari mengambil sesuatu di balik saku.
"Diana milikku...!" Fikri membalikkan pundak Danu dan...
Jleb...
__ADS_1
Kemudian berlari menjauhi warga. Diana terbelalak syok, "Mas Danu...!"