
Pria berusia 27 tahun itu tengah bersiap membereskan pakaian nya kedalam koper. untuk sementara waktu, dia akan pergi meninggalkan kota kelahirannya menuju tempat di mana kota kelahiran Sang ayah berasal. Bukan karena ingin menghindari setiap masalah yang terjadi di kotanya, melainkan mengurus sesuatu yang mungkin bagi mereka jauh lebih penting segalanya demi keberlangsungan hidup banyak orang di bawah tanggung jawab tangannya.
Danu mungkin sudah merelakan sementara waktu Diana pergi, namun hatinya belum mengikhlaskan Diana sampai ia sulit untuk move on dan bertekad mencarinya lagi setelah keadaan di sana membaik.
"Kak, apa semuanya sudah selesai? Kita harus sampai di bandara sekitar jam tujuh malam. Penerbangannya jam 8 malam ini." tanya Anita berdiri di depan kamar Danu tanpa ingin masuk ke dalam. Lebih tepatnya rumah sederhana milik Danu dan Diana.
Anita menghubungi kakak sepupunya di saat ia juga mendapatkan kabar jika Fakhri mengalami kecelakaan bersama rekannya. Untungnya yang menemani Fakhri bukanlah papanya Cici melainkan orang lain.
Danu yang sedang memasukan beberapa barang ke dalam koper menoleh ke arah pintu masuk. "Tinggal sedikit lagi, Ta. Kakak hanya ingin membawa barang penting saja," ujar Danu memasukan foto pernikahannya, kenangan bersama Diana, dan beberapa barang yang membuatnya selalu teringat pada Diana akan ia bawa.
Anita berdiri di dekat pintu menyaksikan wajah murung kakak sepupunya. Adik mana yang tega melihat kakak satu-satunya terus menerus murung akan kondisi patah hati.
"Apa Kak Zio yakin akan mengurus perusahaan di Turki sampai om Fakhri sembuh?"
"Mau bagaimana lagi, Nita. Aku harus mengurusnya. Kata mereka tidak ada yang bisa di andalkan selain aku. Kau masih kuliah dan tidak mau sedangkan keluarga kita hanya memiliki masing-masing satu anak yang tersisa." Fakhri dan adiknya tidak memiliki anak banyak. Fakhri cuman berdua, dan adiknya cuman punya satu, yaitu Anita saja.
"Tapi apa beneran yakin akan meninggalkan Diana dan tidak ingin memperjuangkannya lagi? Kita tidak tahu berapa lama Kak Zio tinggal di sananya?" Anita meyakinkan kembali keputusan yang diambil oleh Kakak sepupunya. Anita juga tahu seberapa keras Zio mencari dan menyesali perbuatannya.
"Kakak yakin, Nita. Mungkin dengan menjauhi Diana bisa menjadi salah satu cara Kakak bisa melupakannya untuk sementara waktu dan berfokus dulu pada pekerjaan," balas Danu sambil menutup resleting kopernya.
__ADS_1
"Kak, semoga kamu mendapatkan kebahagiaan dimanapun kamu berada, Kak. Dan semoga Diana menjadi jodohmu," ucap Anita tulus.
"Aamiin yarobbal'alamiin. Kita berangkat sekarang supaya tidak ketinggalan pesawat. Takutnya kemalaman," ucap Danu sembari melirik jam tangannya.
Setiap hari, pagi sampai sore, penduduk di sekitar bandara ‘dipaksa’ menikmati kebisingan dari suara mesin pesawat dan lainnya. Di malam hari, waktu dimana mereka seharusnya bisa menikmati kesunyian malam, juga direnggut begitu saja oleh aktivitas di bandara yang tak kenal waktu.
Namun, di beberapa negara, penduduk di sekitar bandara bisa menikmati malam dengan penuh ketenangan, jauh dari hiruk-pikuk aktivitas bandara. Itu karena bandara tersebut melakukan jam malam penerbangan.
Sebagaimana namanya, jam malam penerbangan berarti melarang penerbangan di malam hari. Biasanya dari pukul 23.00 sampai 05.00.
Sekalipun tetap ada penerbangan malam, sudah pasti harus melalui prosedur yang ketat, seperti tingkat kebisingan sangat rendah sampai menambah biaya ekstra nan mahal untuk setiap lepas landas dan mendarat. Ini umumnya membuat maskapai mau tak mau memilih mendarat di bandara yang tak menerapkan kebijakan jam malam penerbangan.
Selain itu, di bandara yang menerapkan jam malam, aktivitas penerbangan juga masih dimungkinkan terhadap pesawat yang mengalami keadaan darurat dan harus mendarat di bandara tersebut. Selebihnya, pesawat benar-benar dilarang lepas landas dan mendarat.
Danu pun menurunkan kopernya menariknya sambil berjalan keluar kamar. Yang ia bawa hanyalah barang-barang berharga antara dirinya dan Diana. Di setiap perjalanan, Danu terus menatap bangunan megah di sepanjang jalan menuju bandara.
Batinnya berkata. "Terkadang, hal terbaik yang bisa kamu lakukan untuk seseorang yang kamu cintai adalah melepaskannya untuk sementara. Tapi hatiku yakin kalau kami akan bersatu kembali. Cintaku yang akan membawaku menemui mu, Diana."
"Aku akan berusaha mengikhlaskan nya. Mengikhlaskan artinya merelakan dia bersama siapa pun untuk saat ini. Sebab, akhirnya aku paham, kita di satukan dalam keterpaksaan penuh kebohongan namun aku yakin jika suatu saat nanti kita akan di pertemukan lagi oleh keadaan dan cinta tulus yang ku miliki mampu membawamu kembali padaku."
__ADS_1
"Maafkan aku yang dulu pernah menyakitimu, kini ku sadar bahwa ternyata aku mencintaimu setelah kehilangan dirimu. Aku juga akan tetap mencintaimu dengan caraku sendiri, selamat tinggal Diana, selamat tinggal kenangan, selamat tinggal masa lalu. Aku akan kembali mengambil masa lalu ku lagi setelah semuanya selesai," ucap Danu dalam hati bertekad untuk membawa Diana kembali. Dia sampai melupakan pencarian yang di lakukan detektif yang ia sewa. Padahal bisa saja detektif itu sudah mempunyai petunjuk mengenai Diana.
Semua orang yang kita kenal akan pergi. Tapi sebelum merelakan mereka pergi, genggamlah sekuat yang kita bisa. Jika sudah terlepas maka akan sulit di dapat kembali dan hanya akan ada sebuah penyesalan yang tersimpan.
Merelakan itu harus belajar ikhlas, belajar mengerti bahwa apa yang kita lepaskan semua untuk kebaikan.
Tuhan menempatkan seseorang di hidupmu karena sebuah alasan. Dan jika kamu kehilangannya maka itu karena sebuah alasan yang lebih baik.
Belajarlah merelakan apa yang telah pergi dan syukurilah apa yang masih kamu miliki. Karena bersyukur akan membawamu pada kebahagiaan. Suatu saat kamu akan mengerti bahwa merelakan sebuah memori adalah awal kebahagiaan yang kau nanti.
Termasuk Danu yang akan merelakan dulu Diana namun akan kembali lagi dengan cinta yang tulus dalam keadaan tidak dengan penuh kebohongan dan kebencian.
Benar kata orang, setelah tiada barulah terasa bahwa kehadirannya sungguh berharga. Eh ini mah kata lagu Roma irama, ya? Hehehe. Tapi lagu tersebut ada benarnya juga. Kini Danu merasakan kehilangan di saat orang yang sering bersamanya pergi menghilang dalam kehidupannya.
********
DANU PERGI HANYA UNTUK SEMENTARA, YA. DIA AKAN KEMBALI LAGI, KOK. TENTUNYA KEMBALI UNTUK MEREBUT DIANA KEMBALI. TETAPI APAKAH MEREKA AKAN BERSATU LAGI? ATAU HANYA AKAN MENJADI MANTAN?
Terus saksikan kisah selanjutnya. Dan jangan lupa juga VOTE, LIKE, KOMEN dan kasih HADIAHnya agar aku semangat, ya.
__ADS_1
Terima kasih sudah setia bersama Mimin satu ini. Mohon doanya juga buat Cianjur tempat tinggal ku agar cepat pulih kembali.
Salam sayang, love sakebon buat kalian semuanya. Love love dah, hehehe.