Talak Aku!

Talak Aku!
Sebuah Mimpi


__ADS_3

Matahari, hari ini begitu sendu mendung menutupi di ufuk. Tiada cahaya bersinar, gerimis pun turun tiada henti.


Semenjak berpisahnya dengan orang terkasih, tiada lagi kehangatan hanya dingin mencekam.


Hamparan bunga begitu indah di pandang mata, kupu-kupu berterbangan hinggap di harum bunga mekar me wangi.


Cuaca mendung hari ini mewakili hati seseorang yang tengah gundah gulana merasakan sebuah kerinduan mendalam terhadap seseorang.


Bunga mekar indah nan harum bagaikan hatinya yang tengah berbunga-bunga sedang menanti selesainya pekerjaan hari ini.


Di tengah hamparan bunga dengan gerimis melanda bumi, seorang pria berdiam diri menyaksikan seorang wanita yang tengah bersedih dalam kesendiriannya.


Matanya terus menatap wanita itu seakan mengenali siapa pemilik suaranya. Perlahan, langkah kaki mendekati ingin melihat apa yang terjadi. Semakin dekat langkah itu mendekat, semakin jelas pula suaranya dan semakin tercium pula aroma wangi di tubuhnya.


"Aroma wangi ini seperti milik Diana?" wangi tersebut mengingatkan pria tampan itu pada sosok wanita yang ia rindukan selama ini.


Tangannya mencoba ingin menepuk pundak wanita yang tengah terisak pilu dalam diam di dekat hamparan bunga di bawah gerimis mengundang.


"Kenapa menangis?" Danu mencoba bertanya dan tentunya ingin tahu siapa wanita itu. Belum juga tangannya menepuk, wanita itu sudah lebih dulu mendongak.


Wanita yang sedang menangis itu mendongak hingga membuat Danu terbelalak kaget bisa bertemu Diana.


"Mas Danu."


"Diana...?! kamu di sini?" Danu celingukan merasa heran kenapa bisa wanita yang selama ini ia cintai dan rindukan ada taman bunga dalam keadaan kacau.

__ADS_1


Diana pun berdiri masih dalam keadaan terisak pilu dengan bahu terguncang hebat. "Mas, tolong aku. Bawa aku pergi dari sana, Mas hiks hiks."


Di sela tangisnya Diana meminta Danu membawanya pergi. Dan hal itu membuat pria tampan dengan sejuta pesona itu kebingungan kenapa bisa ada Diana di sana. Namun, tak pernah sedikitpun Danu merasa tidak bahagia. Yang ia rasakan justru kebahagiaan yang tiada yara bisa menemukan wanita yang ia cintai.


Tanpa di komando lagi Danu ingin memeluk Diana saking terharunya. Namun, ia kecewa karena tubuh Diana tidak bisa di peluknya.


"Sayang, kenapa tubuh kamu tidak bisa ku peluk?" Danu merasa kecewa dan bingung kenapa bisa seperti ini.


"Mas, tolong aku." Hanya perkataan itu yang selalu Diana ucapkan tanpa menambahkan kata lainnya.


"Aku sakit, Mas. Aku ingin pergi. Tolong bawa aku pergi dari sana. Tolong!" suara lirih dengan tangisan pilu begitu menyayat hati dan terdengar begitu menyakitkan di telinganya Danu.


"Dee sayang, kamu sakit apa? Bawa pergi kemana? Dan aku mohon jangan pergi tinggalkan aku lagi, Dee. Tolong tetap bersamaku. Aku mencintaimu, Dee." Danu tidak bisa lagi menyembunyikan perasaan yang ia rasakan dan mencoba mengungkapkan rasa cinta yang ia miliki.


"Mas, jika kamu mencintaiku tolong bebaskan aku. Tolong!" Diana yang ada di sana perlahan mundur menjauhi Danu yang tengah dilanda kebingungan.


"Mas, tolong...!" lagi-lagi perkataan minta tolong terlontar dari bibir Diana.


Danu mengejar tubuh Diana yang seketika menjauh hilang entah kemana.


"Diana... jangan pergi...!" Danu berteriak memanggil nama Diana sampai ia terbangun dari tidurnya.


Danu seketika langsung terduduk dengan nafas memburu. Wajahnya panik serta kebingungan atas mimpi yang ia alami barusan. Danu pun mengambil segelas air putih yang ada di atas meja kerjanya kemudian meminumnya hingga habis.


Dirinya sampai ketiduran gara-gara lelah berjuang dalam pekerjaan. Mengurus semua pindahan kantor cabang ke negara nya. Dan saat ketiduran, Danu bermimpi bertemu dengan Diana yang sedang menangis minta tolong.

__ADS_1


"Kenapa bisa mimpi Diana seperti itu? Apa yang terjadi kepadanya? Ya Allah, tolong engkau lindungi dia dimana pun Diana berada." Mimpi aneh yang entah kenapa terasa begitu nyata. Apalagi melihat Diana yang terus meminta tolong bawa aku pergi seraya menangis pilu membuat Danu semakin khawatir kepada wanita itu.


"Aku harus secepatnya menyelesaikan pekerjaan ini dan kembali mencari Diana. Hatiku tak tenang sebelum melihat dan mendengar suaranya secara langsung. Lalu Danu mengusap wajahnya secara kasar dan beranjak dari duduknya menuju kamar mandi.


******


"Diana...!" bukan hanya kepada Danu saja mimpi itu datang. tetapi kepada Cici juga menghampiri. Cici segera mengambil ponselnya menghubungi Diana. Namun, no nya tak diangkat.


"Ayolah, Dee. Kamu aktifkan no nya. Aku ingin menanyakan tentang mimpi ini." Cici terlihat panik. Dia baru saja tiba di rumahnya setelah perjalanan dari luar negri terbangun dari waktu istirahat ketika sebuah mimpi datang menghampiri.


"Ini aneh sekali, tidak biasanya Diana mampir kedalam mimpi. Biasanya jika dia hadir keadaannya dalam keadaan tidak baik-baik saja." Cici berpikir jika saat ini Diana butuh pertolongan. Entah kenapa dirinya dan Diana seakan memiliki ikatan batin kuat meski mereka terlahir dari rahim yang berbeda dan ayah yang berbeda pula. Tapi ketulusan keduanya tidak di ragukan lagi.


Cici segera turun dari ranjangnya sedikit berlari mencari papanya. "Pah, papa dimana?"


Rio yang sedang mencuci kendaraan di halaman depan pun mendengar teriakan putrinya dan dia pun berkata, "Papa di depan, Ci. Sedang mencuci motor."


Cici yang mendengar suara papanya segera berlari ke arah depan rumah. "Pah, bisa tidak hari ini juga aku ke Bali? Aku ingin memastikan sesuatu."


Rio mengerutkan keningnya, "Besok kamu sudah mulai kuliah lagi. Tidak bisa sembarang izin lagi. Lain kali saja ke sananya saat kamu sedang liburan. kalau kamu merindukan Diana telepon saja dia."


"Tapi nomornya tidak bisa dihubungi, Pah. Cici bermimpi Diana meminta tolong, dia bilang bawa aku pergi. Aku tidak tahu apa yang terjadi kepadanya, hatiku gelisah, Pah." nampak raut wajah Cici sangat khawatir dan berpikir keras tentang keadaan Diana saat ini.


"Darimana kamu yakin mimpi itu memberitahukan keadaan diam saat ini? Mungkin itu hanyalah sebuah mimpi biasa. Kamu jangan terlalu khawatir Nanti papa akan mencari tahu keadaan Diana di sana saat ini." Rio tidak ingin membuat Cici khawatir. Jadi sebisanya dia akan mencari tahu sendiri keadaan Diana. Bukan karena tidak ingin memberitahukan pada putrinya, tapi Rio tidak ingin kegiatan mengajar Cici terganggu.


******

__ADS_1


Dan saat ini Diana sedang berusaha menenangkan hati meski dalam keadaan hati yang hancur kembali. Tekadnya sudah bulat ingin bercerai dengan Fikri. Dia tidak ingin berada di atas pernikahan sandiwara penuh kepalsuan ini. Lebih baik dirinya menjanda daripada memiliki suami tetapi selalu menghianati. Dan saat ini Diana menunggu kedatangan Fikri di rumahnya.


"Diana..."


__ADS_2