
Waktu seakan terus berjalan tiada henti mengubah siang jadi malam dan malam menjadi siang. Tiada hal yang tidak pernah terlewatkan oleh Danu di saat kesempatan itu di berikan untuknya. Kesempatan dimana dia memiliki Diana kembali atas segala perjuangan dan doa serta dukungan dari orang-orang yang di sekitarnya.
Kini, wanita yang dulu Danu sempat lepaskan sudah resmi menjadi istrinya lagi setelah beberapa jam lalu mengucapkan ijab qobul. Tiada hentinya Danu terus menatap penuh cinta wanita yang ada di sampingnya yang tengah duduk menunggu para orang yang ingin memberikan ucapan selamat.
Tiada hal yang paling membahagiakan di saat orang yang kita cintai kembali lagi ke sisinya. Dia berjanji tidak akan membuat kecewa Diana lagi.
"Terima kasih karena kamu sudah mau menerima ku lagi, Dee. Aku sungguh mencintaimu," ucap Danu mengecup punggung tangan Diana yang sedari tadi ia pegang tidak ia lepaskan.
Diana tersenyum tersipu malu kala cinta terus membuncah hadir di relung hati untuk pria yang ia cintai, "Terima kasih juga sudah mau berubah demi aku."
Keduanya saling bertatapan dengan penuh cinta dan tergambar jelas raut kebahagiaan di wajah keduanya.
"Ekhem ... ekhem ... tamu undangan masih banyak woy," tegur Iqbal yang sudah berdiri di dekat pengantin baru. Danu dan Diana mendongak dan langsung berdiri menyambut para tamu yang ternyata sudah mengantri.
"Iya nih, berada dunia milik berdua saja. Padahal kita sudah ngantri sedari tadi, mengesalkan," balas Cici mencebik kesal namun mata terus melirik Iqbal.
"Bisa tidak waktunya di percepat? Gue udah tidak sabar banget mau berduaan dengan Diana," sahut Danu tanpa di filter dulu perkataannya.
"Nanti saja setelah selesai," ucap Iqbal dan Cici secara bersamaan. Lalu mereka mengantri memberikan ucapan selamat untuk kedua mempelai pengantin.
"Selamat ya atas pernikahan keduanya. Jangan kau ulangi lagi perbuatan mu itu. Kalau kau lakukan, akan ku rebut bini mu," kata Iqbal memperingati.
"Oh tidak bisa, tidak akan ku biarkan siapapun mendapatkan Diana ku termasuk dirimu, Tuan Iqbal Adiguna." Danu langsung merangkul pinggang Diana begitu posesif seakan menunjukan jika dialah sang pemilik wanita cantik di sampingnya.
"Ck, bucin sekali kau ini," balas Iqbal melengos pergi setelah mengucapkan kata selamat.
"Selamat pak, Diana, semoga kalian langgeng terus dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. Dan saya minta kepada pak Zio untuk tidak menyakiti Diana lagi," kata Cici memicingkan mata tajam memperingati pria yang sudah menjadi suami sahabatnya lagi.
"Iya, saya berjanji itu. Dan saya akan selalu menjaga serta membahagiakan Diana. Kau tenang saja."
Diana tersenyum lalu memeluk Cici, "Makasih selalu ada di dekatku dan selalu menjadi sahabat serta saudara yang terbaik. Aku menyayangimu, Ci."
Cici pun membalas pelukan Diana dengan mata berkaca-kaca, "Selamanya kita akan menjadi saudara. Kapanpun itu. Dah ah, nanti makeup ku luntur lagi," ujar Cici melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya secara perlahan agar tidak merusak riasan wajahnya.
"Ish kau ini." Diana juga menekan-nekan tissue ke wajahnya menghapus air mata yang keluar. Setelahnya, Cici turun dari panggung pelaminan mempersilahkan yang lainnya memberikan selamat.
"Kak," ucap seorang wanita tersenyum manis. Diana tertegun kala melihatnya.
"Anita." Lalu Anita memeluk Danu dan memberikan ucapan selamat.
"Selamat ya, Kak. Akhirnya perjuangan mu kembali mendapatkan Diana terwujud, aku senang akan hal itu."
__ADS_1
Lalu ia lepaskan dan beralih menatap Diana, "Diana, maafkan aku yang dulu pernah andil dalam menyakitimu, sungguh aku minta maaf." Anita menyesali perbuatannya dan ia juga benar-benar meminta maaf.
"Semua sudah berlalu dan tidak perlu lagi di bahas. Aku sudah memaafkan nya," balas Diana tersenyum tulus dan Anita pun memeluk Diana.
"Terima kasih, Diana. Semoga pernikahan kalian langgeng."
"Aamiin."
Acara ucapan selamat dari para tamu undangan pun sudah selesai dan keduanya telah duduk kembali beristirahat sejenak.
"Untuk pasangan pengantin yang sedang berbahagia menjadi ratu dan raja sehari ini saya ucapkan selamat untuk kalian berdua. Mana tepuk tangannya?" ujar MC mulai bersuara lagi dan tepuk tangan pun terdengar meriuhkan suasana.
Danu dan Diana terus tersenyum sambil saling berpegangan. Tentunya tangan Dani yang tidak melepaskan tangan Diana.
"Mungkin dari pengantin ada sebuah lagu yang ingin di nyanyikan berdua?"
"Ada." Danu berteriak membuat Diana menengok mengerutkan keningnya.
"Mas."
Danu berdiri dan mengajak Diana berdiri juga.
"Wow, rupanya pengantin pria ingin mempersilahkan sebuah lagu nih buat istrinya." Sang MC pun mendekati panggung pelaminan dan memberikan satu mic pada Danu dan Danu menerimanya.
Danu menatap Diana, "Lagu berjudul TERIMA KASIH CINTA milik Afgansyah Reza."
Dan suara musik mulai berbunyi yang akan mengiringi Danu bernyanyi. Suara merdunya membuat Diana termangu tak percaya jika pria yang kini sudah resmi menjadi suaminya lagi ternyata bisa bernyanyi.
Bait demi bait lagi yang dinyanyikan Danu begitu terasa menyentuh hati. Matanya terus menatap istrinya dan matanya terlihat berkaca-kaca. Hingga di bagian reff nya Danu menarik pelan pinggang Diana sampai menempel padanya masih dalam menatap mata sang istri.
Terima kasih cinta untuk segalanya
Kau berikan lagi kesempatan itu
Tak akan terulang lagi
Semua
Kesalahanku yang pernah menyakitimu
Sampai lagu itu selesai barulah Danu mengecup kening Diana sambil memejamkan mata meresapi segala rasa yang ia rasakan. Tepuk tangan dan rasa haru menyelimuti ruangan itu.
__ADS_1
"Aku mencintaimu dan terima kasih sudah memberikanku kesempatan kedua."
"Aku juga mencintaimu dan jangan sia-siakan kesempatan itu," balas Diana lalu Danu membawa istrinya kedalam pelukannya seraya mengecup pucuk kepala sang istri.
Jodoh, tidak pernah tahu dengan siapa kita berjodoh dan darimana kita mendapatkan jodoh.
Takdir, kita tidak pernah tahu takdir seperti apa yang Tuhan rencanakan untuk kita di kemudian hari.
Jodoh dan takdir, dua kata yang saling berkaitan satu sama lain yang tidak mudah di tebak. Jodoh adalah takdir yang Tuhan tentukan untuk kita. Sekuat apapun kita mempertahankan orang yang kita cintai tapi jika tidak berjodoh maka takdir akan memisahkan. Dan sekuat apapun kita menghindari jika dia adalah jodoh kita maka takdir akan mempersatukan.
Begitupun dengan Diana dan Danu, dua pasangan yang di pisahkan oleh takdir tetapi juga di satukan oleh takdir, dan tentunya atas bantuan tangan Author nya, hehehe. Tentu saja semuanya atas izin takdir tadi Tuhan.
"Oh so sweet sekali kalian ini." Para pembawa acara sampai merasa nonton drama romantis kisah nyata, "Hmmm, sudah dulu ya pelukannya. Kini tiba saat nya di acara lempar bunga."
Danu dan Diana tersenyum menunduk melupakan tempat mereka berdiri.
"Aku sudah tidak sabar memakan mu, sayang," bisiknya ke telinga Diana.
"Iishh, mesum."
Para pria dan wanita yang jomblo sudah berkumpul di dekat pengantin bersiap menangkap bunga yang akan di lemparkan. Cici juga tak mau kalah ikutan dan berharap bisa mendapatkan bunga itu.
"Apa kalian siap?" ucap MC nya dan di jawab kata, "Siap," secara kompak.
"Ayo pengantin, saat hitungan ketiga lemparkan bunganya. Satu ... dua ... tiga ...."
Danu dan Diana pun melemparkan bunga itu dan ... hap ... Bunganya tertangkap oleh Cici. Diana melotot membekap mulutnya tak percaya sahabat nya akan menyusul.
"Aku yang dapat, hore." Cici kegirangan mendapatkan bunga itu.
"Sayang, kamu ikut aku, ya." Danu menggandeng tangan Diana.
"Kemana?" tanya Diana heran karena masih banyak tamu undangan.
Tanpa aba-aba Danu membopong Diana dan membawanya turun dari panggung pelaminan.
"Zio kau mau bawa Diana kemana?" pekik Karin keheranan.
"Ke kamar tak sabar membobol gawang," ujar Danu sambil berjalan sedikit tergesa membawa Diana ala bridal style.
Para orangtua dan sebagian yang lainnya sontak berdiri terkejut pengantinnya kabur.
__ADS_1
"Apa...!"
TAMAT ....