Talak Aku!

Talak Aku!
Mulai mencari Informasi


__ADS_3

"Apa kau bilang?! orang yang saya maksud sudah bersuami? Itu tidak mungkin. Kapan dia nikahnya? Cici tidak di undang dan keluarga Fakhri pun tidak mungkin tidak di beritahu." Papanya Cici cukup kaget mengetahui fakta jika Diana sudah menikah lagi. Niat hati ingin mencari tahu tentang kekhawatiran Cici tapi dirinya justru mendapatkan sebuah kenyataan tentang status baru yang Diana miliki saat ini.


"Benar, Pak. Pria itu bilang kalau pemilik toko the florist ini istrinya dan dia juga berkata jika istrinya sedang sakit. Tetapi yang saya herankan mereka seperti bertengkar hebat karena ada suara barang pecah di dalam sana dan pria itu juga berkata tidak peduli jika istrinya mau makan ataupun tidak." Ternyata pria yang menanyakan toko bunga itu merupakan orang suruhan papanya Cici. Pria itu berpura-pura menjadi pembeli untuk mencari tahu informasi seputar wanita yang ingin diselidiki.


"Bertengkar hebat? Kenapa begitu? Saya merasa ada yang aneh disini. Kenapa Diana menikah tiba-tiba? Dengan siapa dan kenapa tidak memberitahukan saya ataupun keluarga Fakri? Seharusnya saja juga bertanggungjawab menjadi wali nikahnya karena papanya Diana sudah memberikan hak wali kepada saya sebelum meninggal." Rio merasa heran atas kejadian tak terduga ini. Pantesan Cici bilang Diana datang ke dalam mimpinya meminta tolong. Mungkin saja Ini adalah sebuah pertanda dari Tuhan jika orang terdekat mereka sedang tidak baik-baik saja.


Rio merupakan teman lama papanya Diana. Mereka teman sekongkrongan saat zaman muda dulu. Namun bapaknya Cici merantau keluar kota sampai menetap di kota mendiang istrinya sehingga mereka terpisah. Dan Rio kembali lagi setelah Cici masuk kelas tiga SMA.


"Saya kurang tahu, Pak."


"Ok, Terima kasih atas informasinya. Sekarang kau terus pantau keadaan di sana dan laporkan apa saja yang terjadi kepada Diana kepada saya. jika nyawa Diana dalam bahaya tolong kau lindungi dia selama kami berada di sini."


"Siap, Pak. Saya akan memantau terus pergerakan mereka." Dan barulah Rio pun mematikan sambungan teleponnya. Lalu segera pergi dari rumah.


"Saya harus menemui Fakhri untuk membicarakan hal ini. Ini tidak beres," gumamnya seraya berlari keluar rumah.


"Papa mau kemana?" Cici yang baru saja pulang kuliah heran melihat papanya begitu terlihat panik dan tergesa-gesa.


Rio memberhentikan langkahnya menatap dalam sang putri. "Perkiraan kamu benar, Ci. Diana saat ini sedang membutuhkan bantuan kita. sekarang Papa mau ke rumahnya Om Fakhri. Kau mau ikut?"


"Iya, Pah. Cici ikut." saat mendengar nama Diana disebutkan perasaan masih bertambah tak karuan. Iya put ikut papanya.


*****


"Oh iya, Pah. Kata Anita, kantor bakalan di pindahkan ke sini. Zio sudah melakukannya dan saat ini semuanya sedang di proses. Mama senang jika usaha keluarga kita bakalan pindah kesini. Itu artinya kita tidak perlu repot-repot lagi bolak-balik ke sana mengurus semuanya." Karin tengah memijat kaki suaminya dan mereka saat ini sedang bercengkrama kesana-kemari seraya menonton televisi.

__ADS_1


"Papa juga senang jika Zio mampu melakukan pekerjaan dengan baik. Sedari awal papa sudah meyakini kemampuan anak kita itu." Fakhri senang jiwa semangat Zio begitu luar biasa. Dia merasa jika di balik perpisahannya Dani dan Diana ada sisi baiknya. Yaitu membuat Danu lebih giat lagi mengerjakan tugas sebagai calon pemimpin yang akan datang ketika dirinya sudah tiada.


Meski usaha itu usaha keluarga, tapi Fakhri lah yang sering mengurusnya dibandingkan dengan sang adik yang lebih memilih meniti karirnya sebagai desainer terkenal di negara Turki.


"Hanya Zio yang bisa kita andalkan setelah kepergian..."


Ting... tong...


Bel berbunyi seketika tidak melanjutkan perkataan Karin yang menggantung.


"Ada tamu, Mama ingin melihat siapa yang datang." Karin pun berdiri lalu melangkah membuka pintu.


Ceklek...


"Tante," sapa Cici terlihat murung.


"Ada apa? Kenapa kalian terlihat serius sekali?" Karin di buat bingung dan heran. Keduanya pun mengikuti Rio.


"Dimana suamimu?" tanya Rio setelah masuk.


"Saya di sini. Ada apa Rio?" sahut Fakhri dari ruang keluarga. Tanpa banyak bicara Rio mendekati Fakhri dan langsung berkata, "Apa kau tahu jika Diana sudah menikah lagi?"


"Diana menikah lagi?! sejak kapan?" Fakhri pun tidak tahu akan hal itu di karenakan Karin dan Cici tidak memberitahu kan. Bukan tidak melainkan belum memberitahukan perihal pernikahan Diana.


"Saya juga tidak tahu, saya pikir kau sudah mengetahui ini semua."

__ADS_1


"Hmmm Pah, Mama dan Cici sudah tahu jika Diana sudah menikah lagi dengan pria Bali," sahut Karin membuka suara tidak ingin lagi berbohong mengenai ini.


Kedua pria itu pun menoleh kearah kedua wanita berbeda usia. Fahri dan Rio terbelalak kaget mengetahui jika Karin sudah mengetahuinya.


"Cici juga sudah tahu, Pah." pengakuan Cici pun menambah keterkejutan kedua pria itu.


"Kalian tahu Diana sudah menikah lagi tapi kenapa tidak memberitahukan kami? dan Kenapa juga kalian malah menyembunyikan hal sebesar ini?" tutur Rio geram atas ketidak jujuran Cici dan Karin.


"Maafkan Cici, Pah. waktu itu kami panik mendengar Papa dan Om Pak hari mengalami kecelakaan. Jadi kami tidak sempat memberitahukan ini semua kepada kalian."


"Benar, aku juga sampai tidak ingat tentang hal itu. Tapi, Saya yakin jika suami Diana saat ini baik dan pastinya akan menyayangi Diana," timpal Karin belum mengetahui kejadian sesungguhnya.


"Baik apanya? Masa pria yang berbuat kasar kepada istrinya dibilang baik? asal kalian tahu, tadi orang suruh saya memberitahukan kejadian di sana. Dia bilang jika Diana sedang dibentak-bentak dan juga mendengar suara beberapa benda pecah di dalam rumah. Saya tidak tahu kejadian seperti apa yang saat ini Diana alami tapi saya meyakini jika saat ini Diana tengah dalam kesulitan." papar Rio memberitahukan perihal informasi yang ia dapatkan dari orang suruhannya.


"Apa?! Diana di perlakukan kasar?!" pekik Karin dan yang lainnya terkejut.


"Jadi ini alasannya kenapa semenjak kita pulang, hati Mama selalu gelisah dan selalu merasa kan kekhawatiran yang mendalam terhadap Diana. Rupanya putriku sedang tidak baik-baik saja." Karin seakan menyadari kekhawatiran yang ia rasakan merupakan sebuah pertanda dari yang maha kuasa jika orang yang sudah ia anggap sebagai putrinya tengah membutuhkan bantuan.


"Ini sungguh di luar dugaan, Papa. Dan kenapa juga kalian menyembunyikan ini dariku. Seandainya ku tahu mungkin Papa akan mengirimkan pelindung untuk Diana. Dan kamu juga, Ci. Bukannya langsung memberitahukan Papamu malah diam saja. Setidaknya jika Apa kamu tahu Diana sudah menikah lagi dia bakalan mencari tahu terlebih dulu pria yang sudah menikahinya. Dan sekarang lihatlah, Diana tengah dilanda masalah." Fakhri pun tak kalah kecewa dan geram tidak tahu apapun.


"Sekarang bukan waktunya untuk saling berdebat satu sama lain. Tapi sekarang kita harus bertindak cepat mencari tahu lebih dalam kejadian yang sesungguhnya. Dari kota ada yang harus ke Bali menemui Diana," ujar Rio.


"Apa..?! Diana di Bali?!"


Mereka menoleh. "Zio...!"

__ADS_1


__ADS_2