Talak Aku!

Talak Aku!
Tercengang


__ADS_3

Salma terus berontak berusaha lepas dari cengkeraman Fikri. "Lepaskan saya, Bli!" Salma ketakutan saat senjata tajam runcing itu mengarah wajahnya menyusuri setiap lekuk wajah Salma.


Wanita itu gemetar ketakutan memejamkan mata menghindari tatapan intimidasi penuh amarah. Darah Fikri mendidih hebat penuh amarah dan ingin menghabisi nyawa Salma hari ini juga. Dia mengarahkan benda itu lalu mulai sedikit menggoreskan ujung pisau lipat yang ada di balik saku celananya ke wajah Salma.


Sstt...


Salma meringis kala ujung senjata itu melukai wajah cantiknya. "To-tolong lepaskan sa-saya!" Salma tidak menyangka kalau Fikri bisa melakukan ini padanya. Ia kira Fikri tidak akan lagi melakukan tindakan mengerikan seperti ini.


Dulu, Fikri pernah menjadi seorang pembunuh karena istrinya telah selingkuh secara terang-terangan dan dia membunuh kedua pasangan selingkuh itu dikarenakan mereka bercumbu mesra. Jadi kemungkinan, jiwa jahat Fikri bisa kembali datang secara tiba-tiba jika pria itu ada yang mengusik ketenangannya dan pastinya Fikri akan melakukan apapun demi tujuan yang tercapai.


"Kau harus mati..." Fikri ingin menancapkan benda tajam itu ke leher Salma tapi, tangannya menggantung di udara seraya menatap benci wanita yang ada ia duduki.


"Tapi..." Fikri menggantung ucapannya tersenyum menyeringai. Dia menurunkan tangannya ke bawah lalu menyimpan benda tajam tersebut ke atas meja. "Sebelum kau mati saya ingin terakhir kalinya menikmati tubuh kau ini. Bukankah kau begitu menggebu menggodaku? Jadi rasakan ini..."


Fikri mulai melucuti setiap pakai Salma secara kasar sesekali memukul, menampar bahkan memaksa Salma melakukan ini itu agar dia puas.


"Bli, jangan kasar begini ini sakit, Bli." Salma meringis sakit di saat miliknya di masuki secara kasar. Bahkan Fikri menggeplak bokong Salma secara kasar dan terus memaju mundurkan pinggulnya dari arah belakang.


"Saya tidak peduli!" Fikri pun menjambak rambutnya Salma hingga wanita itu meringis mendongak keatas seraya memohon ampun. Salma pikir dia tidak akan mendapatkan perlakuan kasar begini tapi nyatanya, kini ia di perlakukan layaknya hewan buas.


*****


Sedangkan Diana sedang mencari alamat yang tadi sempai ia baca di pesan masuk. Bertekad kan rasa penasaran yang tinggi, Diana mencoba mencari tahu sendiri tanpa harus meminta bantuan orang lain.

__ADS_1


Jika ia mampu Diana tidak akan meminta bantu. Tapi jika dirinya sudah tidak mampu lagi maka dia akan langsung meminta bantuan untuk mencari tahu seseorang.


Dengan bermodalkan google map, Diana menemukan dimana alamat itu dan menemukan rumah yang di maksud si pengirim pesan. Jantungnya kian semakin berdebar kencang saat ia menatap rumah cukup mewah bernuansa klasik ciri khas Bali.


Tangannya memeluk erat Baby A yang ia gendong. Dalam hati dan mulut terus berucap kata istighfar guna menenangkan hati dan berharap dapat kekuatan untuk menanyakan semuanya pada orang itu.


Kakinya perlahan mulai melangkah mendekati rumah yang ada di hadapannya, matanya celingukan mencari orang-orang di sekitar namun tidak ada siapapun di sana. Padahal waktunya di siang hari tapi tempat terasa sepi.


Tangannya terulur ingin mengetuk pintu tapi telinga mendengar jeritan dari dalam sana meminta tolong menghentikan sesuatu.


"Aakkhh sakit.. tolong hentikan ini semua, ini sakit sekali. Ampuni aku, Bli." Salma berteriak meminta Fikri menyudahi perbuatan kejinya terus menyerang, menyiksa, dan memakai tubuhnya hingga tak berdaya.


Diana penasaran pada suara itu. Dia masuk ke dalam rumah yang tidak di kunci secara perlahan karena ingin menolong jeritan wanita yang minta tolong. Namun, ia terbelalak melihat pakaian berserakan di lantai dan telinganya mendengar suara ******* serta erangan keluar dari mulut di pria.


Diana membekap mulutnya supaya tidak mengeluarkan suara. Hatinya teriris sakit, dan kali ini jauh lebih menyesakkan sebab harus menyaksikan sendiri perselingkuhan suami keduanya.


Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri menyaksikan suaminya sedang bercinta di atas sofa dalam posisi wanita memunggunginya meringis menahan sakit dan Fikri terus bergerak di belakang.


"Ka-kalian...!" bibir Diana tercekat seakan sulit berkata-kata. Diana sungguh di buat syok mengetahui semua kejadian ini. Dia melihat jelas siapa wanita yang sedang Fikri setubuhi.


"Bli Fikri..." pada akhirnya Diana tidak bisa menahan keterkejutannya dan berteriak memanggil nama Fikri.


Fikri yang sedang menikmati kegiatannya dengan tangan menjambak rambut Salma mendongak. Matanya terbelalak melihat Diana ada di sana.

__ADS_1


"Menjijikan," umpat Diana bersuara dengan nada marah.


"Diana..!!" Salma dan Fikri menatap terkejut. Salma menatap sedih, Fikri menatap kaget. Pria itu segera melepas kan miliknya yang sedang berada di lubang bagian buang air besar, lalu mendorong kasar punggung Salma sehingga wanita itu tersungkur ke depan dengan kepala terbentur meja.


"Kau bajingaaan! Kau brengsek! Kau menjijikan Fikri," pekik Diana histeris menangis sambil mundur lalu berlari keluar seraya memeluk erat Baby A.


"Diana... tunggu Diana! Kamu jangan pergi!" Fikri mencari bajunya dan menggunakannya secara asal tanpa melihat terbalik ataupun tidak yang penting ia bisa mengejar Diana dan menjelaskan semuanya.


"Sialan kau Salma, kau sudah memberikan alamat rumah ini pada Diana." Fikri mencengkram kuat pipi Salma yang sudah lemah tak berdaya akibat ke brutalnya dalam menyetubuhinya.


"Ck, kau tidak pantas mendapatkan wanita sebaik Diana. Kau tidak pantas menjadi suaminya, dan dia tidak pantas menjadi istrimu. Diana terlalu baik untukku sedangkan kau pria bejat, pembunuh, pria kotor dan aku senang bisa menghancurkan pernikahan kalian karena inilah yang aku inginkan. Menunjukan kebusukan mu pada wanita sebaik Diana." Salma berteriak di depan Fikri mengeluarkan segala rasa yang ia sembunyikan selama mendekati Fikri. Ada sesuatu yang Salma sembunyikan sehingga ia sampai rela melakukan semua tindakan menjijikan ini untuk Diana. Tidak ada yang tahu alasan kuat kenapa Salma sampai melakukan semua ini, hanya dia yang tahu. Dan mungkin, ini salah satu cara Salma untuk menjauhkan Fikri dari Diana agar wanita itu tidak sampai jatuh hati kepada pria berkulit hitam manis berlesung pipi ini.


"Kurang ajar!" Fikri berteriak marah kemudian menampar wajah Salma sampai wanita itu tak sadarkan diri.


Plak...


"Sialan kau Salma, gara-gara ulahmu Diana mengetahui semua ini ." umpatnya lalu pergi dari sana mengejar Diana untuk mempertahankan wanita yang ia cintai namun juga sakiti.


Diana berlari menjauhi rumah itu. Bahkan Diana sampai terjatuh ke aspal menangis tersedu-sedu seraya memeluk erat putranya. Dan anehnya Baby A malah tidak terganggu sedikitpun oleh suara bundanya.


Diana menunduk terisak dengan bahu terguncang, ia menangis kemudian menjerit, "Kamu jahat, Fikri. Kalian semua jahat...! Tuhan... kenapa ini terjadi lagi kepadaku? Aaakkkhhhhhh mereka keterlaluan...!"


"Mas Danu...."

__ADS_1


__ADS_2